Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ ID | ๐Ÿ‡ฌ๐Ÿ‡ง EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Kembali ke Daftar KTI
Cover KTI
2020

HUBUNGAN STATUS ANTHROPOMETRI DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH, HBA1C DAN POLA MAKAN PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS TARIK KABUPATEN SIDOARJO

Penulis: Dwi Suci Wulandari
NIM: P17110173025
Program Studi: DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Rany Adelina, S. Gz, MS
Tahun: 2020
Tanggal Pengesahan: 2020-06-11
Kode KTI: 9300_610 WUL h WUL h
Subjek: GIZI
Kata Kunci: status anthropometri, kadar glukosa darah sewaktu, HbA1c, pola makan
Bahasa: INDONESIA

Abstraksi

x ABSTRAK Dwi Suci Wulandari. 2020. Hubungan Status Anthropometri dengan Kadar Glukosa Darah, Kadar HbA1c dan Pola Makan pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Tarik Kabupaten Sidoarjo. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing: Rany Adelina. Pendahuluan: belum ada batasan IMT ataupun LP bagi diabetesi, padahal diperlukan karena diabetes berisiko lebih tinggi mengalami kegemukan, obesitas dislipidemia, dan hipertensi dibandingkan yang bukan diabetes. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan antara status anthropometri dengan kadar glukosa darah, HbA1c dan pola makan pada penderita DM di Puskesmas Tarik Kabupaten Sidoarjo. Metode: menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Metode pengambilan sampel adalah consecutive non random sampling dengan jumlah sampel 30 subjek. Alat pengumpul data yang digunakan berupa hasil pemeriksaan laboratorium, data prolanis, form sq-ffq, lembar observasi dan informed consent. Analisis statistik menggunakan non parametrik chi square. Hasil: sebagian besar subjek dengan status gizi gemuk dan obesitas sentral memiliki kadar glukosa darah sewaktu lebih sebesar 40% dan HbA1c lebih sebesar 36,6%. Presentase subjek yang mengkonsumi makanan dengan IG rendah lebih tinggi daripada yang mengkonsumsi IG tinggi. Terdapat hubungan antara status anthropometri dengan kadar glukosa darah sewaktu serta HbA1c pada penderita DM menunjukkan nilai p-value >0,005. Hubungan antara pola makan dengan status anthropometri, kadar glukosa darah sewaktu dan HbA1c menunjukkan nilai p-value >0,005 untuk semua kategori IG. Kesimpulan: tidak terdapat hubungan signifikan antara status anthropometri dengan kadar glukosa darah sewaktu, HbA1c, maupun pola makan pada penderita DM. Namun terjadi peningkatan tren terhadap kadar glukosa darah sewaktu dan HbA1c pada subjek dengan IMT gemuk dan LP obesitas sentral. Kata kunci: status anthropometri, kadar glukosa darah sewaktu, HbA1c, pola makan, diabetes melitus tipe 2.

Abstract (English)

ABSTRACT Dwi Suci Wulandari. 2020. Relationship of Anthropometry Status between Blood Glucose Levels, Hba1c Levels and Eating Pattern in T2DM Patients in Puskesmas Tarik. Scientific Papers. D-III Nutriton Study Program, State Health Polytechnic of Malang. Supervisor: Rany Adelina. Introduction: there has been no limitation of the BMI or WC for diabetes, even thougt itโ€™s necessary because of diabetes has a higher risk of overweight, obesity, dyslipidemia, and hypertension compared to people without diabetes. The purpose of this study is to know the relationship of anthropometric status with blood glucose level, HbA1c level and dietary habit on diabetes melitus patients in Puskesmas Tarik, Kabupaten Sidoarjo. Methods: using analytic observational research design with cross-sectional approach. The method of collecting data was consecutive non-random sampling with a total sample was 30 subject. Data collection tools were laboratory examination results, secondary data, sq-ffq forms, observation form, and informed consent. Analysis statistic was using nonparametric Chi-square test. Result: most subjects with overweight status and central obesity has high random blood glucose was 40% and high HbA1c was 36.6%. The percentage of subjects who consumed food with low GI was higher than who consumed high GI. There was relationship between anthropometric status with blood glucose and HbA1c levels on DM patients showed the p-value >0.005. Relationship between dietary habit with status anthropometric, random blood glucose and HbA1c level showed the p-value >0.005 for all GI categories. Conclusion: There was no significant relationship between dietary habit with anthropometric status, blood glucose and HbA1c level for all glycemic index or anthropometric status with blood glucose and HbA1c level on DM patients. Keywords: anthropometric status, random blood glucose, HbA1c, dietary habit, diabetes mellitus type 2.
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan hak_akses dikonfirmasi.
Chatbot Perpustakaan
๐Ÿ“š

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo ๐Ÿ‘‹

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
โ€ข cara menjadi anggota perpustakaan
โ€ข cara cek plagiarisme
โ€ข Jam buka perpustakaan