2020
Karya Ilmiah Mahasiswa
Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.
Abstraksi
ABSTRAK
Ichsalikah, Putri Prasetya. 2019. Pengaruh Pendidikan Kesehatan Model SAVI Terhadap Kemampuan Remaja Putri dalam Melakukan SADARI di SMK Kepanjen. Skripsi Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan, Jurusan Kebidanan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing I: Herawati Mansur, SST., M.Pd., M.Psi. Pembimbing II: Sri Rahayu, S.Kep., Ns., M.Kes.
Angka kematian penderita kanker payudara menduduki urutan nomor 2 setelah kanker serviks. Kejadian kanker payudara banyak ditemukan pada usia remaja.Upaya yang dapat dilakukan untuk deteksi dini kanker payudara adalah dengan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan model SAVI terhadap kemampuan remaja putri dalam melakukan SADARI di SMK Kepanjen. Metode penelitian ini menggunakan desain pra eksperimen dengan rancangan One Group Prestest Posttest. Populasinya yaitu remaja putri kelas XI Akuntansi 2 yang berjumlah 32 orang, menggunakan teknik Simple Random Sampling didapatkan jumlah sampel 30 remaja putri. Instrumen penelitian menggunakan checklist. Uji yang digunakan adalah Wilcoxoxn Signed Rank Test dengan α=0,05 menggunakan komputer. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan remaja putri sebelum diberikan pendidikan kesehtan 100% termasuk dalam kategori tidak mampu dan setelah diberikan pendidikan kesehatan model SAVI tentang SADARI mengalami peningkatan 83.3% termasuk dalam kategori mampu dan 16.7% termasuk dalam kategori tidak mampu. Selain itu hasil uji statistik p value (0.000)<α (0,05) maka H1 diterima yang artinya ada pengaruh pendidikan kesehatan model SAVI terhadap kemampuan remaja putri dalam melakukan SADARI di SMK Kepanjen. Hal ini dikarenakan model SAVI memaksimalkan penggunaan keempat indera, sesuai pendapat Maulana (2009) yaitu semakin banyak panca indera yang digunakan semakin jelas pula pemahaman yang diperoleh. Dalam model SAVI ini keempat indera yang digunakan adalah penglihatan, pendengaran, perabaan, dan pengecap sehingga remaja putri mampu melakukan SADARI sesuai standar operasional prosedur. Dengan demikian diharapkan tenaga kesehatan dapat menerapkan pendidikan kesehatan model SAVI untuk peningkatan kemampuan remaja putri.
Kata Kunci : Pendidikan Kesehatan, Model SAVI, Kemampuan, SADARI
Abstract (English)
ABSTRACT
Ichsalikah, Putri Prasetya. 2019. The Influence of SAVI Model Health Education on Young Women Ability to do Breast Self-Examination in Vocational High School Kepanjen. Skripsi, Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan, Midwifery Departement, Health Politechnic of Kemenkes Malang, Supervisor I: Herawati Mansur, SST., M.Pd., M.Psi. Advisor II: Sri Rahayu, S.Kep., Ns., M.Kes.
The death rate for breast cancer patients is number 2 after cervical cancer. The incidence of breast cancer is found in adolescents. The effort that can be done for early detection of breast cancer is by Self Breast Examination (BSE). This study aims to determine the effect of SAVI model health education on the ability of young women to conduct breast self-examination at Kepanjen Vocational School. This research method uses a pre-experimental design with the design of the One Group Prestest Posttest. The population is 32 female students of class XI Accounting 2, using the Simple Random Sampling technique which obtained a sample of 30 young women. The research instrument uses a checklist. The test used was Wilcoxoxn Signed Rank Test with α = 0.05 using a computer. The results showed the ability of adolescent girls before being given 100% health education included in the category of incapacity and after being given SAVI model health education about BSE experienced an 83.3% increase in the category of capable and 16.7% included in the category of incapable. Besides the statistical test results p value (0.000) <α (0.05), H1 is accepted, which means that there is an influence of the SAVI model health education on the ability of young women to conduct BSE at Kepanjen Vocational School. This is because the SAVI model maximizes the use of the four senses, according to Maulana's opinion (2009) that the more the five senses are used the more clearly the understanding gained. In this SAVI model the four senses used are vision, hearing, touch, and taste so that young women are able to perform BSE according to the standard operating procedures. Thus it is expected that health workers can apply the SAVI model health education to improve the ability of young women.
Kata Kunci : Health Education, SAVI Model, Ability, Breast Self-Examination
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan
hak_akses dikonfirmasi.