2020
Karya Ilmiah Mahasiswa
Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.
Abstraksi
ABSTRAK
Heny Shelawati, 2020. Pengembangan Menu Sayur Untuk Lansia Beserta Kandungan Energi Dan Zat Gizi Serta Daya Terima Di Panti Jompo Griya Kasih Siloam Malang. Pembimbing : Dwie Soelistyorini, SST., M. Kes dan Theresia Puspita, STP., MP.
Pada penyelenggaraan makanan di Panti Jompo Griya Kasih Siloam Malang terdapat menu yang memiliki sisa makanan untuk menu oseng manisa 21,3%, oseng kacang panjang 21,8%, dan cah sawi hijau 23,6%. Sehingga menyebabkan pemborosan pada biaya yang dikeluarkan untuk belanja bahan makanan, maka diperlukan pengembangan menu untuk menu-menu tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengembangan menu sayur untuk lansia beserta kandungan energi dan zat gizi serta daya terima di Panti Jompo Griya Kasih Siloam Malang.
Jenis dari penelitian ini adalah Pre-eksperiment dengan desain Posttest Only Design. Penelitian ini dilakukan di Panti Jompo Griya Kasih Siloam Malang, penelitian pendahuluan dilakukan pada bulan April 2019, penelitian tahap 1 bulan September 2019, penelitian tahap 2 dan pengolahan data bulan Oktober sampai dengan April 2020. Cara pengumpulan data pengembangan menu adalah melakukan praktek memasak untuk menu yang baru yaitu bobor bayam manisa, sup oyong wortel, dan bening sawi putih labu kuning dengan merubah menu dari teknik memasak, penambahan bahan makanan serta bumbu yang digunakan. Kebutuhan kandungan gizi dengan cara menghitung kebutuhan menggunakan Tabel Komposisi Pangan Indonesia Tahun 2019. Cara pengumpulan data untuk daya terima adalah dengan menimbang sisa makanan. Data yang sudah diperoleh akan disajikan dalam bentuk tabel, grafik, dan gambar kemudian dianalisis secara deskriptif.
Hasil dari penelitian ini adalah biaya bahan makanan untuk bobor bayam manisa Rp 532, sup oyong wortel Rp. 925, dan bening sawi putih labu kuning Rp. 625 dengan rata-rata berat perporsi yaitu 50 gram. Peningkatan nilai energi dan zat gizi terjadi pada bobor bayam manisa, sedangkan pada menu sup oyong wortel dan bening sawi putih labu kuning peningkatan hanya terjadi pada protein, karbohidrat, dan vitamin A. Persentase daya terima dengan sisa makanan hanya terdapat dalam menu bobor bayam manisa yaitu 3,2%. Pengembangan menu tersebut dapat dijadikan masukan dan diterapkan dalam penyelenggaraan makanan sehingga dapat menambah variasi siklus menu yang sudah ada. Peneliti selanjutnya dapat memberikan penyuluhan maupun demonstrasi terkait dengan standar porsi makanan agar lansia mendapat asupan yang sesuai dengan kebutuhan dan usianya.
Kata Kunci : Pengembangan Menu, Daya Terima Makanan, Biaya Bahan Makanan
Abstract (English)
ABSTRACT
Heny Shelawati, 2020. Development of Vegetable Menu for the Elderly along with Energy and Nutrient Content and Acceptance at the Griya Kasih Nursing Home in Siloam Malang. Advisors: Dwie Soelistyorini, SST., M. Kes and Theresia Puspita, STP., MP.
At the Griya Kasih Nursing Home in Siloam Malang, there is a menu that has leftovers for the sweetened stir-fry menu 21.3%, stir-fried long beans 21.8%, and 23.6% green mustard greens. So that it causes waste in costs incurred for grocery shopping, it is necessary to develop a menu for these menus. The purpose of this study was to determine the development of vegetable menus for the elderly along with the energy and nutrient content and acceptance at the Griya Kasih Siloam Nursing Home in Malang.
The type of this research is pre-experiment with Posttest Only Design. This research was conducted at the Griya Kasih Siloam Nursing Home, the preliminary research was conducted in April 2019, the 1st stage research in September 2019, the 2nd stage research and data processing from October to April 2020. The method of collecting menu development data is to do cooking practices for the menu. The new ones are sweetened spinach, carrot oyong soup, and clear cabbage, yellow pumpkin by changing the menu from cooking techniques, adding food ingredients and the seasonings used. Nutritional content needs by calculating needs using the 2019 Indonesian Food Composition Table. The method of collecting data for acceptability is by weighing the leftovers. The data that has been obtained will be presented in the form of tables, graphs, and images then analyzed descriptively.
The results of this study are the cost of foodstuffs for bobor manisa spinach Rp. 532, carrot oyong soup Rp. 925, and clear chicory pumpkin Rp. 625 with an average weight per proportion of 50 grams. The increase in energy and nutritional value occurred in sweet spinach bobor, while in the menu of oyong carrot soup and yellow cabbage, the increase only occurred in protein, carbohydrates, and vitamin A. 3,2%. This menu development can be used as input and applied in food management so that it can increase the variety of existing menu cycles. Researchers can then provide counseling and demonstrations related to standard portions of food so that the elderly get an intake according to their needs and age.
Keywords: Menu Development, Food Acceptability, Food Material Costs
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan
hak_akses dikonfirmasi.