Kembali ke Daftar KTI
2019 PERBEDAAN TANDA-TANDA VITAL PASCA OPERASI GENERAL ANESTESI ANTARA PASIEN YANG DIBERI INFUS HANGAT DAN BLOWER PENGHANGAT DI RECOVERY ROOM RS KARSA HUSADA BATU
Penulis: FITRI FATMAWATI
NIM: 1501460012
Program Studi: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Isnaeni DTN, SKM, M. Kes, Dr. Atty Yudiernawati, S.Kp.,M.Pd.
Tahun: 2019
Tanggal Pengesahan: 2019-07-12
Kode KTI: 9300_610 FAT p_ FAT p
Subjek: Tanda-Tanda Vital, General Anestesi, Infus Hangat, Blower Penghangat
Kata Kunci: Tanda-Tanda Vital, General Anestesi, Infus Hangat, Blower Penghangat
Bahasa: Indonesia
Abstraksi
ABSTRAK
Perbedaan Tanda-Tanda Vital Pasca Operasi General Anestesi Antara Pasien Yang Diberi Infus Hangat Dan Blower Penghangat Di Recovery Room RS Karsa Husada Batu. Fitri Fatmawati. (2019). Skripsi. Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan Malang. Jurusan Keperawatan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Utama Isnaeni DTN, SKM, M. Kes Pembimbing Pendamping Dr. Atty Yudiernawati, S.Kp.,M.Pd.
Kata Kunci : Tanda-Tanda Vital, General Anestesi, Infus Hangat, Blower Penghangat
Pada pasien pasca operasi dengan general anestesi sering mengalami gangguan tanda-tanda vital seperti hipotermi, hipotensi, bradikardi, dan bradipnea yang disebabkan oleh pemberian agen anestesi. Untuk mengatasi gangguan tersebut dapat diberikan tindakan infus hangat dan blower penghangat. Pemberian tindakan ini untuk mengurangi pelepasan panas suhu tubuh dan meningkatkan tanda-tanda vital lainnya. Tujuannya adalah untuk mengetahui perbedaan tanda-tanda vital pasca operasi general anestesi antara pasien yang diberi infus hangat dengan blower penghangat di recovery room RS Karsa Husada Batu. Desain penelitian quasi eksperimen dengan pendekatan time series design. Sampling menggunakan Accidental sampling. Besar sampel sejumlah 32 responden, dibagi menjadi dua kelompok infus hangat dan blower penghangat masing-masing 16 responden. Penelitian dilakukan pada bulan Februari-Maret 2019. Analisis menggunakan uji komparatif Mann Whitney. Hasil p-value 0,036 dengan nilai α (0,05). Yang berarti H1 diterima. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat perbedaan Tanda-Tanda Vital Pasca Operasi General Anestesi Antara Pasien Yang Diberi Infus Hangat Dengan Blower Penghangat Di Recovery Room RS Karsa Husada Batu. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya yaitu infus hangat dan blower penghangat dapat dipergunakan sebagai alat alternative untuk meningkatkan tanda-tanda vital.
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan hak_akses dikonfirmasi.