Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Kembali ke Daftar KTI
Cover KTI
tidak tersedia
2019

PERBEDAAN KADAR GLUKOSA DARAH ANTARA NON-PREMENSTRUAL SYNDROME DAN PREMENSTRUAL SYNDROME DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DINOYO KOTA MALANG

Penulis: RIRIN SORIANINGSIH
NIM: P17311175004
Program Studi: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN MALANG
Dosen Pembimbing: Ardi Panggayuh, S.Kp.M.Kes. Ari Kusmiwiyati, SST., M.Keb.
Tahun: 2019
Tanggal Pengesahan: 2019-07-12
Kode KTI: 9300_610 SOR p SOR p
Subjek: Premenstrual Syndrome, Kadar glukosa darah, Wanita usia reproduktif
Kata Kunci: Premenstrual Syndrome, Kadar glukosa darah, Wanita usia reproduktif
Bahasa: Indonesia

Abstraksi

ABSTRAK Sorianingsih, Ririn. 2019. Perbedaan Kadar Glukosa antara Non-Premenstrual Syndrome dan Premenstrual Syndrome di Wilayah Kerja Puskesmas Dinoyo Kota Malang. Skripsi. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Jurusan Kebidanan. Progra Studi Sarjana Terapan Kebidanan Malang. Pembimbing I: Ardi Panggayuh, S.Kp.M.Kes. Pembimbing II: Ari Kusmiwiyati, SST., M.Keb. Premenstrual Syndrome merupakan kumpulan gejala yang terjadi beberapa hari sebelum menstruasi dan dialami oleh wanita usia reproduktif. Gejala-gejala ini mempengaruhi produkstifitas kerja, hubungan dengan orang lain dan meningkatkan angka morbiditas pada wanita sepanjang hidupnya selama usia reproduktif. Salah satu teori terjadinya PMS adalah adanya defisiensi progesteron pada fase luteal. Defisiensi progesteron dapat meningkatkan ikatan antara transkortin dan kortisol sehingga dapat meningkatkan glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empiris perbedaan kadar glukosa antara non-PMS dan PMS. Teknik sampling yang digunakan salam penelitian ini adalah Quota Sampling. Penapisan antara kelompok responden non-PMS dan PMS dilakukan dengan beberapa kuesioner salah satunya dengan menggunakan PSST (Premenstrual Symptom Screening Tools). Jumlah sampel yang diteliti adalah 10 responden non-PMS dan 10 responden PMS. Metode statistik yang digunakan adalah independent t-test. Penelitian menunjukkan bahwa t-hitung (-1.5) lebih kecil dari t-tabel (1.734). Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan kadar glukosa darah antara non-PMS dan PMS. Dipenelitian selanjutnya diharapkan kedua kelompok diatur dalam kondisi puasa yang homogen. Kata kunci: Premenstrual Syndrome, Kadar glukosa darah, Wanita usia reproduktif
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan hak_akses dikonfirmasi.
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan