Kembali ke Daftar KTI
2019 GAMBARAN NYERI PADA PASIEN GOUT SETELAH DIBERIKAN KOMPRES HANGAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEPANJEN
Penulis: HARITS ARKAN GUMELAR
NIM: 1601100085
Program Studi: PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Rudi Hamarno, S.Kep, Ns, M.Kep.
Tahun: 2019
Tanggal Pengesahan: 2019-07-12
Kode KTI: 9300_610 GUM g GUM g
Subjek: Nyeri, Gout(Asam Urat), Terapi Kompres Hangat.
Kata Kunci: Nyeri, Gout(Asam Urat), Terapi Kompres Hangat.
Bahasa: Indonesia
Abstraksi
ABSTRAK
Gambaran Nyeri Pada Pasien Gout Setelah Diberikan Kompres Hangat Di Wilayah Kerja Puskesmas Kepanjen. Harits Arkan Gumelar, (2019). Karya Tulis Ilmiah. Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing Rudi Hamarno, S.Kep, Ns, M.Kep.
Kata Kunci: Nyeri, Gout(Asam Urat), Terapi Kompres Hangat.
Gout(Asam urat) adalah penyakit pada sendi otot atau peradangan pada sendi otot disertai rasa nyeri. Nyeri merupakan pengalaman sensori dan emosional mencakup perasaan distress berupa kesakitan oleh stimulasi ujung saraf tertentu. Untuk mengurangi nyeri dengan kompres hangat. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran nyeri pasien gout setelah diberikan kompres hangat. Desain penelitian ini adalah deskriptif studi kasus dimana penelitian dilakukan terhadap dua orang subjek studi kasus dengan menggunakan observasi partisipasif. Peneliti memberikan intervensi dan mengobservasi atau mengevaluasi hasil intervensi. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata tingkat nyeri sendi sebelum dan sesudah melakukan kompres hangat pada responden pertama dari 4,5 menjadi 3,5. Sedangkan pada responden kedua dari 4,3 menjadi 3. Kesimpulan bahwa terapi kompres hangat berhasil menurunkan tingkat nyeri yang dialami subjek studi kasus 1 dan2. Rekomendasi bagi respoden diharap dapat menerapkan terapi ketika nyeri muncul kembali dan peneliti selanjutnya dapat meneruskan atau mengembangkan penelitian ini dengan syarat orang (peneliti) tersebut dapat memahami subjek baik dari psikologisnya dan memiliki pegalaman dalam menerapkan terapi kompres hangat sehingga hasil yang didapatkan lebih maksimal.
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan hak_akses dikonfirmasi.