Kembali ke Daftar KTI
2019 HUBUNGAN TINGKAT KONSUMSI PROTEIN DENGAN KADAR HEMOGLOBIN, UREUM, DAN KREATININ PADA PENDERITA GAGAL GINJAL KRONIS DENGAN HEMODIALISIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KANJURUHAN KEPANJEN KABUPATEN MALANG
Penulis: Yhovita Maharani
NIM: 1603000034
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Endang Widajati.
Tahun: 2019
Tanggal Pengesahan: 2019-07-12
Kode KTI: 9300_610 MAH h MAH h
Subjek: Gagal Ginjal Kronis, Hemodialisis, Tingkat Konsumsi Protein, Hemoglobin, Ureum, Kreatinin
Kata Kunci: Gagal Ginjal Kronis, Hemodialisis, Tingkat Konsumsi Protein, Hemoglobin, Ureum, Kreatinin
Bahasa: Indonesia
Abstraksi
ABSTRAK
YHOVITA MAHARANI, 2019. Hubungan Tingkat Konsumsi Protein dengan
Kadar Hemoglobin, Ureum, dan Kreatinin pada Penderita Gagal Ginjal Kronik
dengan Hemodialisis di Rumah Sakit Umum Daerah Kanjuruhan Kepanjen
Kabupaten Malang. Pembimbing: Endang Widajati.
Gagal ginjal kronis atau penyakit ginjal tahap akhir adalah destruksi struktur ginjal
yang progesif dan terus-menerus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui hubungan tingkat konsumsi protein dengan kadar hemoglobin,
ureum, dan kreatinin pada penderita gagal ginjal kronis dengan hemodialisis di
Rumah Sakit Umum Daerah Kanjuruhan Kepanjen Kabupaten Malang. Penelitian
ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Data
yang diambil berupa tingkat konsumsi protein, data kadar hemoglobin, data
kadar ureum, dan data kadar kreatinin pasien gagal ginjal kronik dengan
hemodialisis. Teknik atau cara pengambilan sampel yang digunakan adalah
purposive sampling dengan jumlah sampel 35 pasien. Hasil penelitian penderita
gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis paling banyak terjadi pada usia
51-60 tahun yaitu sebanyak 40%. Penderita gagal ginjal kronis dengan
hemodialisis pada penelitian ini paling banyak adalah jenis kelamin perempuan
yakni sebanyak 65,7%. Status gizi menurut LiLA/U penderita gagal ginjal kronis
dengan hemodialisis memiliki persentase tertinggi dengan status gizi kurang
yakni 85,7%. Tingkat konsumsi protein pasien gagal ginjal kronis dengan
hemodialisis sebagian besar dalam ketegori sedang yakni 57,1% dengan ratarata
tingkat konsumsi 51-80%. Pasien gagal ginjal kronis yang menjalani
hemodialisis memiliki kadar hemoglobin rendah yakni sebesar 82,9% kadar
ureum tinggi yakni sebesar 97,1%, dan kadar kreatinin tinggi yakni sebesar
100%. Berdasarkan analisis statistik korelasi Rank Spearman didapatkan bahwa
tidak ada hubungan antara tingkat konsumsi protein dengan kadar hemoglobin
(p-value 0,836>0,05), tidak ada hubungan antara tingkat konsumsi protein
dengan kadar ureum (p-value 0,503>0,05), tidak ada hubungan antara tingkat
konsumsi protein dengan kadar kreatinin (p-value 0,088>0,05). Disarankan untuk
diberikan penyuluhan dan konseling gizi tentang penyakit gagal ginjal kronis
dengan hemodialisis dan bahan makanan sumber protein yang memiliki nilai
biologis tinggi dan juga frekuensi serta porsi sehari agar pasien mengetahui
asupan protein yang harus dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan protein
sehari.
Kata kunci: Gagal Ginjal Kronis, Hemodialisis, Tingkat Konsumsi Protein,
Hemoglobin, Ureum, Kreatinin
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan hak_akses dikonfirmasi.