Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ ID | ๐Ÿ‡ฌ๐Ÿ‡ง EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Kembali ke Daftar KTI
Cover KTI
2019

PENGARUH PEMBERIAN GEL LIDAH BUAYA (ALOE VERA) TERHADAP JUMLAH FIBROBLAS PADA TIKUS GALUR WISTAR (RATUS NORVEGICUS) DENGAN LUKA SAYAT

Penulis: CHUSNUL NUR FATMAWATI
NIM: 1501460011
Program Studi: SARJANA TERAPAN Keperawatan
Dosen Pembimbing: Nurul Hidayah, S.Kep., Ns, M.Kep. , Marsaid, S.Kp., M.Kep.
Tahun: 2019
Tanggal Pengesahan: 2019-05-23
Kode KTI: 9300_614 FAT p
Subjek: Luka Sayat, Gel Lidah Buaya, Jumlah Fibroblas
Kata Kunci: Incision Wounds, Aloe Vera Gel, Number of Fibroblasts
Bahasa: Indonesia

Abstraksi

Luka sayat adalah luka yang disebabkan oleh benda tajam, misalnya pada pembedahan. Ciri โ€“ ciri dari luka sayat yaitu nyeri, luka terbuka, serta panjang luka lebih besar daripada didalamnya. Penanganan pada luka sayat terdapat berbagai cara yang salah satunya dengan menggunakan Aloe Vera. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh topikal gel Lidah buaya (Aloe vera) konsentrasi 10%, 20%, dan 40% untuk mengetahui jumlah jaringan fibroblas pada tikus galur wistar (Rattus norvegicus) pada luka sayat. Penelitian ini menggunakan desain Eksperimental dengan sampel 75 tikus terbagi dalam 5 kelompok; kelompok NaCl 0,9%, kelompok tule-framycetin sulfate 1% ,kelompok Aloe vera 10%, kelompok Aloe vera 20% dan kelompok Aloe vera 40%. Masing-masing kelompok dilakukan pengambilan sampel kulit luka sayat pada hari ke 3,7, dan 12. Semua data diolah dan dianalisis statistik menggunakan SPSS 20. Berdasarkan pengamatan mikroskopis pada 10x per lapang pandang didapatkan, jumlah fibroblas yang diberikan perawatan NaCl paling tinggi pada hari ke-12 yaitu 28,98 per lapang pandang, perawatan menggunakan tule- framycetin sulfate 1% yaitu 34,5 per lapang pandang, perawatan menggunakan Aloe vera 10% yaitu 17,32 per lapang pandang, perawatan menggunakan Aloe vera 20% yaitu 33,9 per lapang pandang sedangkan perawatan menggunakan Aloe vera 40% yaitu 18,7 perlapang pandang. Hasil penelitian dengan uji Independent T-test dan Paired T-test menunjukkan bahwa hasil jumlah jaringan fibroblas antara kelompok NaCl 0,9%, tule-framycetin sulfate 1% , Aloe vera 10%, Aloe vera 40% dengan Aloe vera 20% terdapat perbedaan yang bermakna (p<0,05) yang mana Aloe vera 20% memberikan hasil yang efektif pada proses penyembuhan luka. Pada penelitian ini menyimpulkan bahwa Aloe vera 20% dapat digunakan sebagai alternative pilihan penyembuhan luka. Pada penelitian selanjutnya diharapkan untuk meneliti variabel TGF (Transforming Growth Factor) yang mempengaruhi pertumbuhan sel pada penyembuhan luka. Kata Kunci: Luka Sayat, Gel Lidah Buaya, Jumlah Fibroblas

Abstract (English)

The Effect of Aloe Vera Toward the Number of Fibroblasts On The Wound Incision Of Wistar Ratโ€™s (Ratus Norvegicus). Chusnul Nur Fatawati (2019). Essay. Experimental. Applied Bachelor of Nursing Study Programme of Malang

Incision is a wound caused by a sharp object, for example in surgery. The characteristics of the wound are pain, open wounds, and the length of the wound is greater than in it. Handling the wound there are various ways, one of which is using Aloe Vera. The aim of this study was to determine the effect of topical Aloe vera gel concentration of 10%, 20%, and 40% to determine the amount of fibroblast tissue in wistar strain rats (Rattus norvegicus) in incisions. This study uses an experimental design with a sample of 75 rats divided into 5 groups; 0.9% NaCl group, 1% tulle-framycetin sulfate group, 10% Aloe vera group, 20% Aloe vera group and 40% Aloe vera group. Samples of incisional wound skin were performed on days 3.7, and 12. All data were processed and analyzed statistically using SPSS 20. Based on microscopic observations at 10 times per field of view, the highest number of fibroblasts given at NaCl was given on the day 12th is 28.98 per field of view, treatment using tulule-framycetin sulfate 1% is 34.5 per field of view, treatment using Aloe vera 10% is 17.32 per field of view, treatment using Aloe vera 20% is 33, 9 per field of view while the treatment using Aloe vera was 40% ie 18.7 per view. The results of the study with the Independent T-test and Paired T-test showed that the results of fibroblast tissue between 0.9% NaCl group, 1% tulle-framycetin sulfate, 10% Aloe vera, 40% Aloe vera with 20% Aloe vera there were differences which was significant (p <0.05) where 20% Aloe vera gave effective results in the wound healing process. In this study concluded that 20% Aloe vera can be used as an alternative choice of wound healing. In the next study it is expected to examine the variable TGF (Transforming Growth Factor) that affects cell growth in wound healing. Keywords: Incision Wounds, Aloe Vera Gel, Number of Fibroblasts
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan hak_akses dikonfirmasi.
Chatbot Perpustakaan
๐Ÿ“š

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo ๐Ÿ‘‹

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
โ€ข cara menjadi anggota perpustakaan
โ€ข cara cek plagiarisme
โ€ข Jam buka perpustakaan