2019
Karya Ilmiah Mahasiswa
Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.
Abstraksi
Meningkatnya persalinan dengan seksio sesarea di negara maju maupun
berkembang yang tidak berdasarkan indikasi dapat menyebabkan berbagai
komplikasi baik bagi ibu maupun janin. Upaya untuk menurunkan risiko
morbiditas dan mortalitas karena seksio sesarea yaitu dengan Vaginal Birth After
Caesarea (VBAC). Vaginal Birth After Caesarea (VBAC) adalah proses
persalinan pervaginam yang dilakukan terhadap pasien yang pernah mengalami
seksio sesarea pada kehamilan sebelumnya. VBAC dapat dipengaruhi oleh
berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor determinan
Vaginal Birth After Caesarean (VBAC). Metode penelitian yang digunakan
adalah metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam
penelitian ini sebanyak 21 responden, dengan teknik pengambilan sampel
menggunakan sampling jenuh. Data penelitian dianalisis dengan distribusi
frekuensi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, hampir seluruh responden
yang berhasil VBAC adalah usia ≥20 tahun- ≤30 tahun (90,5%), hampir
setengahnya berpendidikan SMA (42,9%), sebagian besar tidak memiliki riwayat
persalinan pervaginam (57,1%), seluruhnya memiliki riwayat seksio sesarea 1 kali
(100%), dengan interval persalinan hampir seluruhnya >3 tahun (81%), dan
sebagian besar memikiri riwayat seksio sesarea dikarenakan faktor ibu (61,9%)
seperti penyakit penyerta dan KPD. Sehingga faktor dominan yang mempengaruhi
VBAC di RSIA Puri Bunda adalah riwayat seksio sesarea 1 kali. Seksio sesarea 1
kali berisiko lebih kecil dibandingkan dengan riwayat seksio sesarea 2 kali atau
lebih, karena semakin banyak melakukan seksio sesarea akan terbentuk jaringan
parut pada sayatan yang di buat berulang, sehingga berisiko terjadi rupture uteri. Kata kunci : Vaginal Birth After Caesarea,VBAC, Faktor VBAC
Abstract (English)
Factor Determinants of Vaginal Birth After Caesarea (VBAC) at Puri Bunda Mother and Child Hospital. Final Project, Applied Bachelor Program in Midwifery Malang, Malang Health Ministry Polytechnic
Increased labor with cesarean section in developed and developing countries that
are not based on indications can cause various complications for both the mother
and the fetus. Ef orts to reduce the risk of morbidity and mortality due to cesarean
section are with Vaginal Birth After Caesarea (VBAC). Vaginal Birth After
Caesarea (VBAC) is a vaginal delivery process performed on patients who have
had cesarean section in a previous pregnancy. VBAC can be influenced by
various factors. This study aims to determine the determinants of Vaginal Birth
After Caesarea (VBAC). The research method used is descriptive method with
cross sectional approach. The sample in this study were 21 respondents, with the
sampling technique with saturated sampling techniques. Research data were
analyzed by frequency distribution. The results of this study indicate that almost
all respondents who succeeded in VBAC were aged ≥20 years old and ≤30 years
old (90.5%), almost half had high school education (42.9%), most had no vaginal
delivery history (57.1 %), all had a history of cesarean section 1 time (100%), with almost all labor intervals >3 years (81%), and most had a history of
cesarean section due to maternal factors (61.9%) such as comorbidities and KPD. So that the dominant factor af ecting VBAC at Puri Bunda Hospital is a history of
cesarean section 1 time. Caesarean section is 1 times less risk than the history of
cesarean section 2 or more times, because the more cesarean section is done the
scar tissue will be formed in a recurrent incision, so the risk of uterine rupture is
at risk. Keywords: Vaginal Birth After Caesarea, VBAC, VBAC Facto
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan
hak_akses dikonfirmasi.