2019
Karya Ilmiah Mahasiswa
Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.
Abstraksi
Angka kejadian infeksi saluran reproduksi masih banyak terjadi pada masa remaja
awal. Hal itu disebabkan karena kurangnya informasi mengenai kesehatan reproduksi,
dalam hal ini membuat perilaku remaja salah dalam menjaga kesehatan reproduksi.
Perilaku personal hygiene yang kurang baik dapat mempengaruhi masalah kesehatan
reproduksi pada anak usia sekolah. Motivasi untuk melakukan kebersihan reproduksi
pada remaja awal adalah dorongan untuk melakukan perawatan diri untuk menjaga
kesehatan reproduksi mereka sejak awal. Perilaku kesehatan anak dapat dipengaruhi
oleh pengetahuannya. Bercerita telah menjadi salah satu solusi efektif untuk
memberikan pendidikan kesehatan kepada anak-anak sekolah karena perkembangan
kognitif anak-anak adalah imajinatif dan rasa ingin tahu yang tinggi. Tujuan
penelitian ini untuk mengetahui perilaku personal hygiene remaja awal sebelum dan
sesudah diberikan storytelling. Metode yang digunakan adalah one group pretest-post
test. Responden pada penelitian ini sebanyak 34 siswi. Teknik sampling yang
digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling. Data dikumpulkan dengan
menggunakan kuesioner yang telah dirancang diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa sebelum dilakukan storytelling perilaku kurang
64,7% dan cukup 35,8%. Setelah dilakukan storytelling perilaku dengan kategori baik
sebesar 70,5%, kategori cukup 26,5%, kategori kurang 3%. Dari hasil analisis
statistik menunjukkan bahwa terdapat pengaruh storytelling terhadap peningkatan
perilaku personal hygiene genetalia dengan nilai p value 0,000 (p<0,05). Diharapkan
tenaga kesehatan kususnya bidan dapat menggunakan metode ini sebagai acuan untuk
menyampaikan informasi kesehatan dalam menjaga organ reproduksi pada remaja
awal, sebagai tindakan pemberdayaan perempuan.
Kata kunci: storytelling, personal hygiene genetalia, peningkatan perilaku
Abstract (English)
The Influence Of Method Of Storytelling To Increased Personal Hygiene Behaviors Genetalia On Students In Elementary School SDN 01 Junrejo At Batu City
The number of reproductive tract infection occurrence is still much going on early
adolescence. It is caused due to lack of information on reproductive health, in this
case making teen behavior is wrong in maintaining reproductive health. The behavior
of personal hygiene that are less well can affect reproductive health problems in
children of school age. The motivation to do reproductive hygiene at early
adolescence is the urge to do self care to safeguard their reproductive health since the
beginning. The behavior of children's health can be affected by his knowledge.
Storytelling has been one effective solution to provide health education to school
children because of cognitive development of children through imaginative and
curiosity. The purpose of this research is to know the behavior of personal hygiene
before and after given storytelling. The method used one group pretest-post test.
Respondents in this research as 34 students. The sampling techniques used in this
research is purposive sampling. Data were collected using a questionnaires that has
been designed and tested the validity of the reliability. The results showed before
storytelling that the prior behavior of 64.7% less and quite 35.8%. After good
behavior with the storytelling category of 70.5%, 26.5% enough category, the
category less 3%. Statistical analysis of the results shows that there is influence of
storytelling to increased personal hygiene behaviors genetalia with the value of the p
value 0.000 (p < 0.05). Expected health workforce solution specifically conceived
midwives can use this method as a reference to delivering health information in
keeping the reproductive organs in the early teens, as an act of empowerment of
women.
Keywords: storytelling, personal hygiene genetalia, improved behavior
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan
hak_akses dikonfirmasi.