Kembali ke Daftar KTI
2019 FORMULASI TEPUNG AMPAS TAHU DAN TEPUNG UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas) SEBAGAI BAHAN SUBSTITUSI SNACK BARS ATATAS UNTUK PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2
Penulis: FADHILAH NUR DINI
NIM: 1503410059
Program Studi: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN GIZI
Dosen Pembimbing: Astutik Pudjirahaju dan I Komang Suwita
Tahun: 2019
Tanggal Pengesahan: 2019-07-01
Kode KTI: 9300_610 DIN p
Subjek: mutu kimia, mutu fungsional mutu organoleptik, snack bars atatas
Kata Kunci: mutu kimia, mutu fungsional mutu organoleptik, snack bars atatas
Bahasa: Indonesia
Abstraksi
ABSTRAK
FADHILAH NUR DINI. 2019. Formulasi Tepung Ampas Tahu Dan Tepung Ubi
Jalar Ungu (Ipomoea batatas) sebagai Bahan Substitusi Snack Bars Atatas Untuk
Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2. Pembimbing : Astutik Pudjirahaju dan I Komang
Suwita
DM merupakan penyakit kronis dengan prevalensi penderitanya semakin meningkat
setiap tahun dan didominasi DM Tipe 2. DM yang berkepanjangan menyebabakan
stress oksidatif dan menyerang semua organ tubuh (multi organ). Tujuan penelitian
adalah mengetahui pengaruh tepung ampas tahu dan tepung ubi jalar ungu sebagai
bahan substitusi Snack Bars Atatas terhadap mutu kimia (kadar air, abu, protein,
lemak, dan karbohidrat), nilai energi, mutu fungsional (serat dan aktivitas
antioksidan), dan mutu organoleptik (warna, aroma, rasa, dan tekstur) bagi penderita
DM.
Jenis penelitian adalah eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL)
menggunakan 3 taraf perlakuan dengan proporsi Tepung Maizena : Tepung Ampas
Tahu : Tepung Ubi Jalar Ungu dalam P1 (55 : 25 : 20), P2 (65 : 20 : 15), dan P3 (65 :
15 : 20). Penelitian dilaksanakan bulan Februari sampai April 2019.
Hasil penelitian menunjukkan Snack Bars Atatas memberikan pengaruh signifikan
(p<0.05) terhadap kadar abu, warna, dan tekstur tetapi tidak memberikan pengaruh
signifikan (p>0.05) terhadap kadar air, protein, lemak, karbohidrat, nilai energi, serat,
dan aktivitas antioksidan. Mutu kimia yaitu kadar air P2 dan kadar abu memenuhi
syarat USDA National Nutrient Database for Standard Reference 2018 yaitu
<11.04% dan <3.81. Mutu kimia yaitu kadar karbohidrat memenuhi standar
PERKENI 2015 (45-65%), sebaliknya kadar lemak dan protein belum memenuhi
yaitu >20-25% dan <10-20%. Mutu fungsional yaitu serat kasar memenuhi standart
PERKENI (>20g/hari) dan aktivitas antioksidan dalam kategori lemah. Perlakuan
terbaik adalah Snack Bars Atatas P2.
Perlu dilakukan perbaikan mutu organoleptik dan proses pengolahan untuk
mengurangi after taste dan meningkatkan aktivitas antioksidan setiap taraf
perlakuan.
Kata kunci: mutu kimia, mutu fungsional mutu organoleptik, snack bars atatas
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan hak_akses dikonfirmasi.