2018
Karya Ilmiah Mahasiswa
Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.
Abstraksi
Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan merupakan upaya untuk
menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi. Proses menyusui ini dapat
dipengaruhi faktor fisik dan psikologis ibu. Faktor fisik yang mempengaruhi yaitu
jenis persalinan, sedangkan faktor pikologis yaitu self efficacy/keyakinan diri. Self
efficacy merupakan faktor determinan positif yang dapat dimodifikasi dan
diketahui rendah pada ibu yang belum mempunyai pengalaman menyusui.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah perbedaan self
efficacy/keyakinan diri ibu menyusui dengan persalinan seksio sesarea dan
pervaginam di RSIA Puri Bunda bulan Juli-Agustus 2018. Rancangan penelitian
yang digunakan yaitu analitik komparatif dengan pendekatan cross sectional.
Jumlah sampel sebanyak 30 ibu primipara diukur self efficacy pada hari pertama
postpartum menggunakan modifikasi intrument self efficacy yang dibuat
Komalasari (2016). Pada penelitian ini diketahui sebanyak 53,3% ibu seksio
sesarea kategori efikasi rendah, sedangkan 53,3% ibu pervaginam kategori efikasi
tinggi. Berdasarkan dimensi efikasi kepercayaan intrapersonal kelompok ibu
menyusui seksio sesarea dan pervaginam memiliki nilai modus yang sama di
semua item pertanyaan. Hasil uji independent t test dengan nilai p value 0,326 > α
0,05 menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan self efficacy ibu seksio sesarea
dan pervaginam. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu perlunya pengkajian tingkat
self efficacy di minggu awal postpartum dapat membantu tenaga kesehatan
mengidentifikasi ibu yang memerlukan dukungan saat menyusui. Sehingga ibu
dapat mengatasi kesulitan saat menyusui, dan berdampak pada keberhasilan
menyusui secara eksklusif.
Kata Kunci : Self Efficacy Menyusui, Seksio Sesarea, Pervaginam.
Abstract (English)
Differences Breastfeeding Self Efficacy in Mother Who Undergo Cesarean and Vaginal Birth, Study in RSIA Puri Bunda
Exclusive breastfeeding during 6 month was efforts to reduce mortality
and morbidity in children. Physical and psychological factor in mother could
influence breastfeeding. Physical factor was methode of birth, and psychological
factor was breastfeeding self efficacy. Breastfeeding self efficcay was positif
determinant factor and can be modified, also found lower in mother who didn’t
have earlier breastfeeding experiences. The purpose of this cross sectional study
was to examined breastfeeding self efficacy in mother who undergo cesarean and
vaginal birth. The study included 30 primiparous mothers who gave birth at RSIA
Puri Bunda between Juli-Agustus 2018. Breastfeeding self efficacy was measured
after 24 hours rooming in (day 1 postpartum) using modification questionnaire
created by Komalasari (2016). This study showed around 53,3% cesarean mother
had a low level of self efficacy when compared with vaginal mother (53,3%).
Beside that, two group of mother has same modus value in all item questions
intrapersonal thought dimensions. Result of independent t test found no
differences between breastfeeding self efficacy in mother with cesarean and
vaginal birth (p value 0,323> α 0,05). The conclusion of this study was screening
breastfeeding self efficacy in early postpartum periode could helped health
practitioners identified mothers who needed additional supportive care during
breastfeeding. So mother could fixed breastfeeding difficulties and impacted in
successful of exclusive breastfeeding.
Keywords: Breastfeeding Self Efficacy, Cesarean section, Vaginal birth.
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan
hak_akses dikonfirmasi.