Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Kembali ke Daftar KTI
Cover KTI
2018

Pengaruh Penambahan Tepung Daun Kelor (Moringa Oliefera Lam) Terhadap Nilai Energi, Nilai Gizi, Dan Mutu Organoleptik Pengembangan Biskuit Labu Kuning (Cucurbita moschata)

Penulis: Leny Ramadhani Permata Sari
NIM: 1503000010
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Theresia Puspita, STP, MP
Tahun: 2018
Tanggal Pengesahan: 2018-06-04
Kode KTI: 9300_610 SAR p3
Subjek: Snack, biskuit penderita anemia, tepunglabu kuning, tepung daun kelor
Kata Kunci: Snack, biskuit penderita anemia, tepunglabu kuning, tepung daun kelor
Bahasa: Indonesia

Abstraksi

ABSTRAK Leny Ramadhani Permata Sari, 2018 Pengaruh Penambahan Tepung Daun Kelor (Moringa Oliefera Lam) Terhadap Nilai Energi, NilaiGizi, Dan Mutu Organoleptik Pengembangan Biskuit Labu Kuning(Cucurbita moschata)(Kajian Produk untuk Pencegahan Anemia Defisiensi Besi pada Anak Sekolah) Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi, Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Malang. Pembimbing: Theresia Puspita, STP, MP Anak usia 5 – 12 tahun dianggap mengalami anemia apabila kadar hemoglobin <12,0 g/dl. Prevalensi anemia gizi besi menurut karakteristik responden di Indonesia pada kelompok umur 5 – 14 tahun adalah 9,4% (Riskesdas, 2007). Prevalensi anemia gizi besi anak 5 – 12 tahun adalah sebesar 29% (Riskesdas, 2013). . Bahan pangan yang dapat dijadikan sumber zat besi (Fe) adalah daun kelor. Bentuk snack yang dipilih adalah biskuit. Pemberian snack diharapkan dapat memenuhi kebutuhan gizi khususnya zat besi (Fe) dalam penanganan masalah anemia pada anak usia sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan formulasi biskuit untuk snack anak usia sekolah penderita anemia besi dengan proporsi yang tepat dan komposisi zat gizi protein dan zat besi yang baik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental rancangan acak lengkap yaitu pembuatan biskuit dengan subtitusi tepung daun kelor dan tepung ubi jalar kuning dengan variasi P0 (0:100:25), P1 (85:25:15), P2 (80:25:20), P3 (75:25:25)Analisis statistik menggunakan uji Kruskal-Wallis jika hasil menunjukkan ada pengaruh dari indikator mutu warna, aroma, rasa, dan tekstur maka di lanjut ke uji Mann-Whitney pada tingkat kepercayaan 95%. Perlu dilakukan penelitian lanjutan yang berkaitan dengan prosedur pengolahan daun kelor sehingga dapat menghasilkan biskuit labu kuning dan dengan penambahan daun kelor dengan tidak menimbulkan rasa pahit dan tidak merusak nilai gizi. Untuk memperbaiki rasa biskuit yang cenderung pahit maka diperlukan proses secara enzimatis atau fermentasi pada daun kelor sehingga dapat mengurangi rasa pahit. Kata kunci : Snack, biskuit penderita anemia, tepunglabu kuning, tepung daun kelor, zat besi (Fe), protein, mutu organoleptik.
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan hak_akses dikonfirmasi.
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan