Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Kembali ke Daftar KTI
Cover KTI
2018

FREKWENSI KECEMASAN DAN KESETARAAN GENDER DENGAN PARTISIPASI DETEKSI DINI KANKER SERVIKS PADA KARYAWATI USIA PRODUKTIF DI RUMAH SAKIT PANTI WALUYA SAWAHAN MALANG

Penulis: FILOMENA FINES
NIM: P17311175039
Program Studi: DIPLOMA IV Kebidanan
Dosen Pembimbing: Sri Rahayu,S.Kep.,Ns.,M.Kes
Tahun: 2018
Tanggal Pengesahan: 2018-08-15
Kode KTI: 9300_612 FIN f
Subjek: Anxiety, gender equality, early detection of cervical cance
Kata Kunci: Kecemasan, kesetaraan gender, deteksi dini kanker serviks
Bahasa: Indonesia

Abstraksi

ABSTRAK Fines Filomena, 2018. Frekwensi Kecemasan Dan Kesetaraan Gender Dengan Partisipasi Deteksi Dini Kanker Serviks Pada Karyawati Usia Produktif di Rumah Sakit Panti Waluya Sawahan Malang. Skripsi. Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan. Politeknik Kesehatan Malang Pembimbing Utama: Sri Rahayu,S.Kep.,Ns.,M.Kes. Pembimbing Pendamping: Asworoningrum,SST.,M.Keb Information Centre on HPV and Cervical Cancer, setiap jam satu perempuan Indonesia meninggal dunia karena kanker serviks dan setiap hari terdapat 58 kasus baru.Deteksi dini yang efektif dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat kanker serviks sampai 95 %. Target nasional deteksi dini kanker serviks50%, namun cakupannya masih rendah; IVA 3,5% dan Pap Smear 7,5%. Penelitian ini merupakan penelitian survey, desain penelitian deskriptif kuantitatif, bertujuan untuk mendapatkan gambaran kecemasan dan kesetaraan gender dengan deteksi dini kanker serviks. Populasi: para karyawati RS Panti Waluya Sawahan Malang. Jumlah responden 105 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasilnya bahwa dari 30 responden yang sudah deteksi dini, terbanyak 16 orang (53,3%) mengaku sangat jarang cemas dan dari 75 orang yang belum deteksi dini terbanyak 45 orang (60%) mengaku sering cemas. Untuk kesetaraan gender dari 30 responden yang sudah deteksi dini terdapat 16 orang (53,3%) mengatakan sangat tidak setuju (kesetaraan gendernya sangat baik) dan dari 75 orang yang belumdeteksi dini terbanyak 39 orang (52%) mengatakan kurang setuju jika kesetaraan gender dikaitkan dengan deteksi dini kanker serviks (kategori kesetaraan gendernya baik). Kesimpulannya bahwa frekwensi kecemasan yang belummelakukanlebih tinggi, dibandingkan yang sudahmelakukan deteksi dini. Sedangkan faktor kesetaraan gender antara yang sudah dan yang belum deteksi dini tidak mempunyai perbedaan yang berarti. Kata Kunci : Kecemasan, kesetaraan gender, deteksi dini kanker serviks

Abstract (English)

The Frequency of Anxiety and Gender Equality with Participating in Early Detection of Cervical Cancer on Productive Age Employees at Panti Waluya Sawahan Hospital Malang

ABSTRACT Fines Filomena, 2018. The Frequency of Anxiety and Gender Equality with Participating in Early Detection of Cervical Cancer on Productive Age Employees at Panti Waluya Sawahan Hospital Malang. Final Writing. Applied Midwifery Bachelor Study Program. Health Polytechnic Malang. The Main Advisor: Sri Rahayu, S.Kep., Ns., M.Kes. The Co- Advisor: Asworoningrum, SST., M.Keb The Information Center on HPV and Cervical Cancer reports every hour one Indonesian woman dies from cervical cancer and there are 58 new cases everyday. Effective early detection can reduce morbidity and mortality due to cervical cancer till 95%. The national target determines for performing 50% cervical cancer early detection but in fact the coverage is still low shown by the indicators of IVA 3.5% and 7.5% Pap Smear. This research is a survey research applying descriptive quantitative research design. It aims at gaining a general overview of anxiety and gender equality with early detection of cervical cancer. Population of the research are employees of Panti Waluya Sawahan Hospital Malang. The number of respondents was 105 people who met the main criteria of inclusion and exclusion. The result showed 30 respondents had early detection and 16 people (53.3%) admitted that they felt anxious very rare, whereas from 75 people who had not conducted early detection 45 of them (60%) said they were often anxious. In terms of its correlation between early detection of cervical cancer and gender equality, from 30 respondents having early detection, there were 16 people (53.3%) stated their strong disagreement on the correlation. For 75 people who had not performed early detection, 39 people (52%) said they did not agree either to correlate those factors. The conclusion is people whose anxiety were considered higher than those who had their early detection had not performed the early detection. While the factor of gender equality between those having the early detection and those who had not conducted early detection showed insignificant differences. Keywords: Anxiety, gender equality, early detection of cervical cancer
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan hak_akses dikonfirmasi.
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan