Kembali ke Daftar KTI
2018 GAMBARAN TINGKAT NYERI PUNGGUNG BAWAH (LOW BACK PAIN) PADA LANSIA SEBELUM DAN SESUDAH DILAKUKAN BACK EXERCISE MODEL WILLIAM FLEXION EXERCISE DI DESA MENDALANWANGI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WAGIR
Penulis: ANIKA RESTANTY
NIM: 1501100036
Program Studi: PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Sugianto Hadi SKM, MPH
Tahun: 2018
Tanggal Pengesahan: 2018-06-04
Kode KTI: 9300_610 RES g
Subjek: Tingkat Nyeri, Lansia, William Flexion Exercise
Kata Kunci: Tingkat Nyeri, Lansia, William Flexion Exercise
Bahasa: Indonesia
Abstraksi
ABSTRAK
Gambaran tingkat nyeri punggung bawah (low back pain) pada lansia sebelum dan sesudah dilakukan back exercise model william flexion excercise di Desa Mendalanwangi Wilayah Kerja Puskesmas Wagir (Studi Kasus) Anika Restanty (2017) Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus, Program Studi D III Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan Malang, Pembimbing Sugianto Hadi SKM, MPH.
Kata Kunci : Tingkat Nyeri, Lansia, William Flexion Exercise
Nyeri merupakan pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat dari kerusakan jaringan yang actual atau potensial. Salah satu masalah nyeri yang sering muncul pada lansia adalah nyeri punggung bawah (NPB). Terdapat berbagai terapi yang dapat dilakukan untuk mengurangi rasa nyeri, terapi tersebut yaitu terapi farmakologis dan non farmakologis. Terapi non farmakologi salah satunya adalah William Flexion Exercise. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat nyeri punggung bawah (low back pain) pada lansia sebelum dan sesudah dilakukan back exercise model william flexion excercise di Desa Mendalanwangi Wilayah Kerja Puskesmas Wagir. Penelitian ini adalah deskriptif studi kasus dengan 2 subjek penelitian dan dilakukan pada tanggal 24 Juni 2018 – 7 Juli 2018. Penelitian ini menggunakan teknik wawancara dan observasi. Data disajikan dalam bentuk narasi dan grafik. Hasil penelitian menunjukkan terjadi penurunan tingkat nyeri sesudah dilakukan William flexion exercise selama 6x latihan dalam 2 minggu pada subjek 1 dan 2 dari sedang ke ringan. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya bila melakukan penelitian yang sama, hendaknya peneliti melatih subjek dengan jumlah responden yang lebih banyak.
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan hak_akses dikonfirmasi.