Kembali ke Daftar KTI
2018 PEMBUATAN TAHU PUTIH DENGAN KOAGULAN DAN PENGAWET ALAMI TERHADAP MUTU FISIK DAN MUTU ORGANOLEPTIK SEBAGAI PENCEGAHAN PEMBUATAN TAHU BERFORMALIN
Penulis: GEVA AJENG ARDIANTY
NIM: 1503000042
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: I Komang Suwita, S.ST. MP.
Tahun: 2018
Tanggal Pengesahan: 2018-06-04
Kode KTI: 9300_610 ARD p
Subjek: sari jeruk nipis, sari belimbing wuluh, koagulan, tahu putih
Kata Kunci: sari jeruk nipis, sari belimbing wuluh, koagulan, tahu putih
Bahasa: Indonesia
Abstraksi
ABSTRAK
GEVA AJENG ARDIANTY, 2018. Pembuatan Tahu Putih dengan Koagulan dan
Pengawet Alami terhadap Mutu Fisik dan Mutu Organoleptik sebagai Pencegahan
Pembuatan Tahu Berformalin. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi, Jurusan Gizi,
Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Dibawah bimbingan I Komang Suwita, S.ST. MP.
Tahu merupakan makanan berbahan dasar kacang kedelai yang banyak dikonsumsi
masyarakat Indonesia. Namun tahu merupakan bahan pangan yang high perishable atau
cepat rusak, hal ini sebagai salah satu alasan banyak tahu yang ditemukan beredar dipasaran
menggandung formalin guna memperpanjang umur simpan. Salah satu cara pengawetan
tahu yang dianjurkan adalah dengan mengaplikasikan bahan alamai seperti sari jeruk nipis
dan sari belimbing wuluh sebagai koagulan, yang merupakan bahan pengawet alami dan
aman di cerna oleh tubuh. Penelitian ini dilakukan untuk memberikan solusi atas penggunaan
bahan pengawet berbahaya yang sudah menjadi budaya dalam produksi tahu, mengetahui
tingkat ketahanan tahu dan tingkat penerimaannya di masyarakat. Jenis penelitian ini adalah
eksperimental dengan desain percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan 4
taraf perlakuan yaitu P0 (control); P1 (Formula Tahu Putih 1); P2 (Formula Tahu Putih 2); P3
(Formula Tahu Putih 3) dengan variabel proporsi sari jeruk nipis dan belimbing wuluh, waktu
penyimpanan, dan suhu penyimpanan pada suhu ruang 20 – 25°C. Uji organoleptik tingkat
kesukaan yang dilakukan warna, aroma, rasa, dan tekstur. Penelitian dilaksanakan pada
bulan Februari - Mei 2018. Hasil analtik statistik Kruskal Wallis pada tingkat kepercayaan 95
% menunjukkan bahwa ada pengaruh signifikan (p<0,05) terhadap warna tahu. Berdasarkan
hasil penelitian diperoleh bahwa secara keseluruhan panelis lebih menyukai produk tahu taraf
perlakuan P3 dengan koagulan sari jeruk nipis dan sari belimbing wuluh sebagai bahan
pengawet alami dapat mempertahankan waktu simpan produk tahu putih selama 3 hari
dengan suhu ruang 20 – 25°C. Sedangkan umur simpan produk paling baik ada pada taraf
perlakuan P1 dan P2 dengan umur simpan selama 4 hari. Saran penelitian ini adalah perlu
adanya uji kadar zat gizi mikro yang berpengaruh terhadap tahu putih dengan koagulan alami
sari jeruk nipis dan sari belimbing wuluh, serta peneliti selanjutnya dapat mengembangkan
kemasan untuk tahu guna memperpanjang umur simpan lebih lama.
Kata kunci : sari jeruk nipis, sari belimbing wuluh, koagulan, tahu putih
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan hak_akses dikonfirmasi.