Kembali ke Daftar KTI
2018 RASIO ASUPAN KALSIUM DAN ASUPAN FOSFOR SERTA AKTIVITAS FISIK TERKAIT NILAI BONE MASS DENSITY (BMD) PADA LANSIA OSTEOPOROSIS
Penulis: ARDIANI LISTIANINGRUM
NIM: 1403410026
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV GIZI
Dosen Pembimbing: Diniyah Kholidah dan Sutomo Rum Teguh K.
Tahun: 2018
Tanggal Pengesahan: 2018-06-04
Kode KTI: 9300_610 LIS r
Subjek: Osteoporosis, Rasio Kalsium dan Fosfor, Aktivitas Fisik, Nilai Bone Mass Density
Kata Kunci: Osteoporosis, Rasio Kalsium dan Fosfor, Aktivitas Fisik, Nilai Bone Mass Density
Bahasa: Indonesia
Abstraksi
ABSTRAK
ARDIANI LISTIANINGRUM. 2018. Rasio Asupan Kalsium dan Asupan Fosfor serta Aktivitas Fisik terkait Nilai Bone Mass Density (BMD) pada Lansia Osteoporosis. Pembimbing : Diniyah Kholidah dan Sutomo Rum Teguh K.
Provinsi Jawa Timur memiliki risiko osteoporosis tertinggi sebesar 21,42% (Prasetya dkk, 2015). Kepadatan tulang dipengaruhi faktor genetik, jenis kelamin, status gizi, asupan zat gizi (kalsium dan fosfor) dan gaya hidup seperti aktivitas fisik, merokok, konsumsi kafein dan alkohol yang berlebihan. (Janice LT, 2008).
Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya rasio asupan kalsium dan asupan fosfor serta aktivitas fisik terkait nilai bone mass density (BMD) pada lansia osteoporosis.
Desain penelitian yang digunakan yaitu descriptive observasional dengan variabel bebas rasio asupan kalsium dan asupan fosfor serta aktivitas fisik, dan variabel terikat nilai bone mass density (BMD). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2018 di Poli Lansia RSIA Puri Malang dengan 32 subyek penelitian. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif.
Berdasarkan hasil analisis didapatkan asupan kalsium pada lansia terdapat 32 responden (100%) termasuk kategori defisit tingkat berat. Rata-rata asupan kalsium responden yaitu 474,8 mg. Sedangkan asupan fosfor pada lansia terdapat 16 responden (50%) termasuk kategori diatas AKG. Rata-rata asupan fosfor responden yaitu 890,6 mg. Kesesuaian rasio asupan kalsium dan fosfor terdapat 2 responden (6,25%) dengan kesesuaian rasio ≤ 1,5. Pada aktivitas fisik terdapat 16 responden (50%) memiliki kategori aktifitas fisik sedang dan 16 responden (50%) kategori aktifitas fisik ringan. Hal ini menunjukkan bahwa semakin rendah nilai Bone Mass Density (BMD) yaitu <-3,0 maka aktivitas fisik yang dilakukan oleh responden semakin ringan. Sedangkan semakin rendahnya nilai Bone Mass Density (BMD) yaitu <3,0 maka rasio asupan kalsium dan fosfor responden semakin tinggi.
Perlu dilakukan upaya pencegahan terjadinya osteoporosis pada pasien lansia yaitu dengan pemberian edukasi untuk merubah pengetahuan pasien mengenai pentingnya pengaturan asupan makanan terutama asupan kalsium dan fosfor serta aktivitas fisik.
Kata Kunci: Osteoporosis, Rasio Kalsium dan Fosfor, Aktivitas Fisik, Nilai Bone Mass Density
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan hak_akses dikonfirmasi.