Kembali ke Daftar KTI
2018 PENGARUH FGD (Focus Group Discussion) DAN PGD (Peer Group Discussion) TENTANG INFEKSI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU YANG MEMILIKI BALITA STUNTING DI DESA SIDOLUHUR KECAMATAN LAWANG KABUPATEN MALANG
Penulis: AMALIYA RIZQI
NIM: 1403410024
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV GIZI
Dosen Pembimbing: B. Doddy Riyadi dan I Nengah Tanu Komalyna
Tahun: 2018
Tanggal Pengesahan: 2018-06-04
Kode KTI: 9300_610 RIZ p
Subjek: Stunting, FGD, PGD, Infeksi
Kata Kunci: Stunting, FGD, PGD, Infeksi
Bahasa: Indonesia
Abstraksi
ABSTRAK
AMALIYA RIZQI. 2018. Pengaruh FGD (Focus Group Discussion) dan PGD (Peer Group Discussion) tentang infeksi terhadap tingkat pengetahuan dan sikap ibu yang memiliki balita stunting di Desa Sidoluhur Kecamatan Lawang Kabupaten Malang, Pembimbing : B. Doddy Riyadi dan I Nengah Tanu Komalyna
Masalah balita stunting menggambarkan adanya masalah gizi kronis, yang dipengaruhi dari kondisi ibu atau calon ibu, masa janin, dan masa bayi atau balita, termasuk penyakit yang diderita selama masa balita. Hasil Riskesdas 2013 menunjukkan prevalensi stunting secara Nasional tahun 2013 adalah 37,2 persen, sedangkan prevalensi stunting di Jawa Timur sebesar 27%. FGD dan PGD merupakan suatu kegiatan yang bertujuan untuk mengubah pengetahuan dan sikap. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh FGD dan PGD tentang infeksi terhadap tingkat pengetahuan dan sikap ibu yang memiliki balita stunting di Desa Sidoluhur.
Jenis dari penelitian ini adalah penelitian Quasy Eksperimen dengan menggunakan rancangan Two Group Pretest Posttest Desain. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober sampai November 2017.
Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh FGD terhadap peningkatan pengetahuan ibu tentang infeksi, hal ini dibuktikan dengan hasil uji statistik yaitu nilai p value < α (0,000 < 0,05). Terdapat peningkatan rerata sikap responden secara bermakna pada α 0,05 setelah diskusi FGD. Adanya pengaruh PGD terhadap peningkatan pengetahuan ibu tentang infeksi, hal ini dibuktikan dengan hasil uji statistik yaitu p value < α (0,000 < 0,05). Terdapat peningkatan rerata sikap responden secara bermakna pada α 0,05 setelah diskusi PGD
FGD dan PGD baik jika diaplikasikan di masyarakat mengingat jumlah tenaga gizi di Puskesmas Lawang jumlahnya terbatas. Pemilihan tutor teman sebaya pada diskusi PGD dipilih dikarenakan tutor teman sebaya lebih mengetahui kondisi lingkungan masyarakat secara langsung.
Kata kunci : Stunting, FGD, PGD, Infeksi
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan hak_akses dikonfirmasi.