Kembali ke Daftar KTI
2018 PERBEDAAN TEKANAN DARAH ANTARA YANG DIBERIKAN RELAKSASI NAFAS DALAM DAN RELAKSASI AUTOGENIK PADA LANSIA HIPERTENSI DI UPT PELAYANAN SOSIAL TRESNA WERDHA BLITAR
Penulis: ARDIKA SULISETIYANI
NIM: 1401460048
Program Studi: PROGRAM STUDI D-IV KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Marsaid, S.Kp., M.Kep., Sulastyawati, S.Kep., Ns, M.Kep.
Tahun: 2018
Tanggal Pengesahan: 2018-06-04
Kode KTI: 9300_610 SUL p
Subjek: Hipertensi, Lansia, Relaksasi Nafas Dalam, Relaksasi Autogenik
Kata Kunci: Hipertensi, Lansia, Relaksasi Nafas Dalam, Relaksasi Autogenik
Bahasa: Indonesia
Abstraksi
ABSTRAK
Perbedaan Tekanan Darah Antara yang Diberikan Relaksasi Nafas Dalam dan Relaksasi Autogenik pada Lansia Hipertensi di UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Blitar. Ardika Sulisetiyani (2018). Skripsi. Program Studi D-IV Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang.
Pembimbing : Marsaid, S.Kp., M.Kep., Sulastyawati, S.Kep., Ns, M.Kep.
Kata Kunci : Hipertensi, Lansia, Relaksasi Nafas Dalam, Relaksasi Autogenik
Saat ini kasus hipertensi cukup tinggi sehingga perlu perhatian khusus dalam penanganannya. Terapi relaksasi nafas dalam dan relaksasi autogenik merupakan salah satu penanganan hipertensi non farmakologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tekanan darah antara yang diberikan relaksasi nafas dalam dan relaksasi autogenik pada lansia hipertensi di UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Blitar. Metode yang digunakan adalah quasy eksperimental dengan three group pre dan post test design, subjeknya lansia yang menderita hipertensi, dipilih dengan teknik purposive sampling sebanyak 30 responden dibagi 3 kelompok. Uji statistik menggunakan uji Anova dengan a=0,05. Hasil menunjukkan ada perbedaan tekanan darah antara kelompok relaksasi nafas dalam, relaksasi autogenik dan kontrol. Terlihat dari uji statistik tekanan darah sistole pada semua kelompok p value=0,005 (p<0,05) dan tekanan darah diastole pada semua kelompok p value=0,001 (p<0,05). Selain itu, hasil uji statistik tekanan darah sistole kelompok autogenik dibandingkan kontrol p value=0,008 (p<0,05). Sedangkan kelompok nafas dalam dibandingkan kontrol p value=0,019 (p<0,05). Sedangkan penurunan tekanan darah diastole relaksasi nafas memberikan efek lebih besar dari relaksasi autogenik dibuktikan hasil uji statistik tekanan darah diastole kelompok nafas dalam dibandingkan kontrol p value=0,003 (p<0,05) sedangkan kelompok autogenik dibandingkan kontrol p value=0,005 (p<0,05). Sehingga terapi relaksasi nafas dalam dan relaksasi autogenik dapat menjadi terapi penunjang untuk menangani hipertensi. Tetapi relaksasi autogenik lebih efektif menurunkan tekanan darah dibandingkan relaksasi nafas dalam. Saran bagi tenaga kesehatan khususnya perawat agar melakukan relaksasi nafas dalam atau relaksasi autogenik pada lansia hipertensi untuk menurunkan tekanan darah.
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan hak_akses dikonfirmasi.