2018
Karya Ilmiah Mahasiswa
Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.
Abstraksi
ABSTRAK
Dinda Nadira (2018), Perbedaan Tingkat Pengetahuan, Tingkat Konsumsi (Energi dan Protein) Serta Peningkatan Berat Badan Sebelum dan Sesudah Konseling Gizi di Desa Karangwidoro Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Karya Tulis Ikmiah, Program Studi DIII Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. (Dibawah bimbingan I Nengah Tanu K., DCN., SE. M.Kes).
Gizi kurang merupakan salah satu masalah gizi utama di Indonesia dan Jawa Timur. Kurang Energi Protein banyak diderita pada kelompok balita dikarenakan anak merupakan individu yang masih rentan terhadap segala penyakit. Prevalensi gizi kurang di Indonesia pada tahun 2013 yaitu 13,9% (Riskesdas, 2013). Gizi kurang pada anak akan menghambat pertumbuhan dan perkembangan otak serta menurunkan daya tahan tubuh. Ketidakseimbangan asupan gizi antara energi dan protein menyebabkan zat gizi yang dibutuhkan tubuh tidak tercukupi, sehingga perlu adanya pendidikan kesehatan. Pendidikan kesehatan berpengaruh positif terhadap pengetahuan dan perilaku. Dengan perilaku dan pengetahuan gizi yang baik akan berdampak pada asupan enegi dan protein yang baik. Salah satunya dapat dilakukan dengan konseling gizi. Tujuan penelitan untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan, tingkat konsumsi (energi dan protein) serta peningkatan berat badan sebelum dan sesudah konseling gizi di Desa Karangwidoro Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Jenis penelitian ini adalah pre eksperimen dengan menggunakan desain penelitian one group pre-test dan post-test design. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari โ Februari 2018 yang bertempat di Desa Karangwidoro Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Sampel dalam penelitian ini adalah semua anak balita yang memenuhi syarat inklusi sebanyak 10 anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan positif sebelum dan sesudah dilakukan konseling gizi yaitu peningkatan hasil rata-rata tingkat pengetahuan meningkat sebesar 30,5%, tingkat konsumsi energi dan protein sebesar 25,4% dan 27,4%. Berdasarkan analisis statistic Paired T-test pada tingkat kepercayaan 95% menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan berat badan ( p= 0,000), sedangkan tidak ada perbedaan signifikan tingkat konsumsi energi ( p= 0,15) dan tingkat konsumsi protein ( p= 0,66), hal ini dikarenakan pola makan balita tidak dapat berubah dengan penelitian yang hanya diamati dalam jangka waktu tiga minggu. Sehingga disarankan perlu adanya konseling gizi secara teratur dan berulang dalam waktu yang lama.
Kata Kunci : Tingkat Pengetahuan, Tingkat Konsumsi Energi dan Protein, Berat Badan dan Konseling Gizi, Balita Gizi Kurang
Abstract (English)
Knowledge Level Difference, Consumption Level (Energy and Protein) and Weight Gain Before and After Nutrition Counseling in Karangwidoro Village, Dau District, Malang Regency. Scientific Writing, DIII Nutrition Malang Program, Department of Nutrition, Health Polytechnic Kemenkes Malang.
ABSTRACT
Dinda Nadira (2018), Knowledge Level Difference, Consumption Level (Energy and Protein) and Weight Gain Before and After Nutrition Counseling in Karangwidoro Village, Dau District, Malang Regency. Scientific Writing, DIII Nutrition Malang Program, Department of Nutrition, Health Polytechnic Kemenkes Malang. (Under the guidance of I Nengah Tanu K., DCN., SE. M.Kes).
Less nutrition is one of the main nutritional problems in Indonesia and East Java. Less Energy Protein is suffered in toddler groups because children are individuals who are still vulnerable to all diseases. The prevalence of malnutrition in Indonesia in 2013 is 13.9% (Riskesdas, 2013). Less nutrition in children will inhibit the growth and development of the brain and lower body resistance. The imbalance of nutritional intake between energy and protein causes the nutrients the body needs is not sufficient, so the need for health education. Health education positively affects knowledge and behavior. With good behavior and knowledge of nutrition will have an impact on the intake of energy and good protein. One of them can be done with nutritional counseling. The purpose of research is to know the difference of knowledge level, consumption level (energy and protein) and weight gain before and after nutrition counseling in Karangwidoro Village, Dau District, Malang Regency. This type of research is pre experiment using one group pre-test and post-test design. This research was conducted in January - February 2018 which is located in Karangwidoro Village, Dau District, Malang Regency. The samples in this study were all children under five who fulfilled the inclusion requirement of 10 children. The results showed that there were positive differences before and after nutrition counseling, namely the increase of the average knowledge level increased by 30.5%, the energy and protein consumption level by 25.4% and 27.4%. Based on statistical analysis of Paired T-test at 95% confidence level there was a significant difference between knowledge and weight level (p = 0,000), whereas there was no significant difference of energy consumption level (p = 0,15) and protein consumption level = 0.66), this is because the toddler diet canโt change with research that is only observed within a period of three weeks. So it is advisable to need nutritional counseling regularly and repeatedly in a long time.
Keywords: Knowledge Level, Energy Consumption and Protein Level, Weight Loss and Nutrition Counseling, Underfive Malnutrition
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan
hak_akses dikonfirmasi.