Kembali ke Daftar KTI
2017 EFEKTIFITAS PEMBERIAN TERAPI MINUM AIR PUTIH DALAM MENURUNKAN INTENSITAS NYERI SENDI DAN ASAM URAT PADA LANSIA
Penulis: ROKHMATUS SAADAH
NIM: 1401100085
Program Studi: JURUSAN KEPERAWATAN PRODI D-III KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Setyo Harsoyo, SKM, M.Kes, Lenni Saragih, SKM, M.Kes.
Tahun: 2017
Tanggal Pengesahan: 2017-08-07
Kode KTI: 9300_124_610 SAA e
Subjek: Terapi Air Putih, Nyeri Sendi, Asam Urat, Lansia
Kata Kunci: Terapi Air Putih, Nyeri Sendi, Asam Urat, Lansia
Bahasa: Indonesia
Abstraksi
ABSTRAK
Rokhmatus Saadah (2017). Efektifitas Pemberian Terapi Minum Air Putih Dalam Menurunkan Intensitas Nyeri Sendi dan Asam Urat Pada Lansia. Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus, Program Studi D III Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Setyo Harsoyo, SKM, M.Kes, (Pendamping) Lenni Saragih, SKM, M.Kes.
Kata Kunci: Terapi Air Putih, Nyeri Sendi, Asam Urat, Lansia
Nyeri pada persendian rentang terjadi pada lansia umur 60 tahun keatas, ini terjadi karena pada usia tersebut terjadi penurunan fungsi organ tubuh yang signifikan. Nyeri pada persendian sering dikaitkan dengan peningkatan kadar asam urat dalam tubuh yaitu terjadi penumpukan purin pada daerah persendian yang mengakibatkan reseptor nyeri terangsang dan timbul rasa nyeri. Kelebihan asam urat menujukkan jumlah air yang berfungsi untuk mencuci keasaman dalam tubuh kurang, sehingga perlu asupan air putih yang cukup untuk mengurangi kelebihan kadar asam urat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efektifitas pemberian terapi minum air putih dalam menurunkan intensitas nyeri sendi dan asam urat pada lansia. Penelitian ini adalah studi kasus dengan 2 responden dan dilakukan pada 2-8 Juli 2017. Penelitian ini menggunakan teknik wawancara dan obervasi dalam pengambilan data dengan instrumen yang telah dipersiapkan sebelumnya. Data disajikan dalam bentuk narasi dan grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan intensitas nyeri sendi dan kadar asam urat pada lansia setelah dilakukan terapi minum air putih. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya adalah dapat menambahkan pemeriksaan air seni dalam proses pengambilan data melakukan observasi tingkat nyeri setiap hari serta memperhatikan pola hidup responden baik konsumsi air putih, makanan, atau aktivitas sebelum dan saat sakit.
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan hak_akses dikonfirmasi.