Kembali ke Daftar KTI
2017 ASSESSMENT GIZI DAN DIAGNOSIS GIZI PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK DI RUANG RAWAT INAP RSUD KANJURUHAN KEPANJEN MALANG
Penulis: SELLY NINGTYAS MEGASARI
NIM: 1303410019
Program Studi: DIPLOMA IV GIZI
Dosen Pembimbing: Dr. Annasari Mustafa, SKM, M.Sc. dan Sutomo Rum Teguh Kaswari, SKM, M. Kes
Tahun: 2017
Tanggal Pengesahan: 2017-01-18
Kode KTI: 9300_362.196 MEG a
Subjek: assessment gizi, diagnosis gizi, penyakit ginjal kronik
Bahasa: Indonesia
Abstraksi
SELLY NINGTYAS MEGASARI, 2017. Assessment Gizi dan Diagnosis Gizi Pasien Penyakit Ginjal Kronik di Ruang Rawat Inap RSUD Kanjuruhan Kepanjen Malang. Pembimbing : Annasari Mustafa dan Sutomo Rum Teguh Kaswari.
Penyakit ginjal kronik merupakan suatu penyakit yang perlu diberikan asuhan gizi secara optimal melalui assessment gizi dan diagnosis gizi yang tepat. Asupan zat gizi yang tidak sesuai dengan kebutuhan, baik kelebihan maupun kekurangan erat kaitannya dengan peningkatan risiko penyakit maupun komplikasinya (PERSAGI & AsDI, 2011). Tujuan penatalaksanaan assessment gizi dan diagnosis gizi yang tepat perlu dilakukan untuk mencapai tujuan asuhan gizi yang optimal. Karena pemberian asuhan gizi yang tepat pada pasien penyakit ginjal kronik adalah untuk memperbaiki kualitas hidup, menurunkan morbiditas dan mortalitas, memperlambat progresivitas penyakit ginjal, meminimalkan toksisitas uremik, mengendalikan terjadinya komplikasi serta mempertahankan status gizi yang optimal. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji hasil assesment gizi dan diagnosis gizi yang dilakukan pada pasien penyakit ginjal kronik di ruang rawat inap RSUD Kanjuruhan Kepanjen Malang disesuaikan dengan standar.
Jenis penelitian ini adalah studi kasus yang mengamati assessment gizi dan diagnosis gizi pada pasien penyakit ginjal kronik. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 7 November sampai 3 Desember 2016.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa assessment gizi yang dilakukan pada pasien penyakit ginjal kronik di ruang rawat inap RSUD Kanjuruhan Kepanjen Malang pada pengukuran antropometri sebagai penilaian status gizi pasien, 90,5% menggunakan pengukuran LLA. Pemeriksaan biokimia pada pasien penyakit ginjal kronik menunjukkan bahwa 100% memiliki kadar ureum dan kreatinin tinggi, 42,8% memiliki kadar kalium tinggi, 19,0% memiliki kadar albumin rendah, dan 95,3% memiliki kadar hemoglobin rendah. Pemeriksaan fisik klinis menunjukkan bahwa 61,9% pasien mengalami edema dan ascites, 52,3% pasien mengalami mual dan nafsu makan menurun, serta 85,7% pasien memiliki tekanan darah di atas normal. Riwayat personal pasien penyakit ginjal kronik menunjukkan bahwa 47,6% pasien memiliki riwayat penyakit hipertensi. Riwayat gizi dahulu pasien penyakit ginjal kronik 52,3% pasien sering mengonsumsi minuman berenergi dan berkarbonasi, sedangkan pada riwayat gizi sekarang pasien memiliki asupan lemak dalam kategori kurang, asupan energi dan karbohidrat dalam kategori sedang dan asupan protein dalam kategori baik. Hasil diagnosis gizi pasien penyakit ginjal kronik di ruang rawat inap RSUD Kanjuruhan Kepanjen Malang menunjukkan bahwa 100% pasien diberikan diagnosis peningkatan kebutuhan energi (NI-1.2) dan penurunan kebutuhan zat gizi tertentu (NI-5.4) pada domain asupan atau nutrition intake (NI), sedangkan pada doman perilaku atau nutrition behavior (NB) 67% pasien diberikan diagnosis pengetahuan yang kurang (NB-1.1) dan 24% pasien diberikan diagnosis kekeliruan pola makan (NB-1.5).
Perlunya peningkatan pengisian skrining gizi awal untuk mengetahui adanya pasien yang berisiko malnutrisi dan tidak berisiko malnutrisi, pengukuran antropometri dengan memperhitungkan berat badan kering, dan perlunya peningkatan penentuan diagnosis gizi pada pasien penyakit ginjal kronik.
Kata kunci : assessment gizi, diagnosis gizi, penyakit ginjal kronik
Abstract (English)
SELLY NINGTYAS MEGASARI, 2017. Nutritional Assessment and Nutrition Diagnosis of Chronic Kidney Disease Patients Hospitalization In Space District General Hospital Kanjuruhan Kepanjen Malang. Supervisor : Annasari Mustafa and Sutomo Rum Teguh Kaswari.
Chronic kidney disease is a disease that needs to be given optimal nutritional care through nutrition assessment and diagnosis of proper nutrition. Intake of nutrients that do not fit your needs, whether excess or deficiency is closely related to an increased risk of the disease and its complications (PERSAGI & Asdi, 2011). The purpose assessment of nutritional management and nutrition proper diagnosis needs to be done to achieve the goal of optimal nutritional care. Because of care appropriate nutrition in patients with chronic kidney disease is to improve the quality of life, reduce morbidity and mortality, slow the progression of kidney disease, minimizing uremic toxicity, controlling complications and maintain optimal nutritional status. The purpose of this study to assess the result of the assessment of nutrition and nutritional diagnosis is performed in patients with chronic kidney disease patients hospitalization in space district general hospital Kanjuruhan Kepanjen Malang adjusted to the standard.
This research is a case study that looked at the nutritional assessment and diagnosis of malnutrition in patients with chronic kidney disease. The research was conducted on November 7 to December 3, 2016.
The results showed that the results of nutritional assessment conducted in patients with chronic kidney disease patients in the hospital ward of ward RSUD Kanjuruhan Kepanjen Malang on anthropometric measurement as an assessment of nutritional status of patients, 90.5% using LLA measurement. Biochemical examination in patients with chronic kidney disease showed that 100% had high levels of urea and creatinine, 42.8% had high potassium levels, 19.0% had low albumin levels, and 95.3% had low hemoglobin levels. Clinical physical examination showed that 61.9% of patients had edema and ascites, 52.3% of patients experienced nausea and decreased appetite, and 85.7% of patients had above normal blood pressure. The personal history of chronic kidney disease patients shows that 47.6% of patients have a history of hypertension. Past history of chronic renal disease patients 52.3% of patients often consume energy drinks and carbonated, whereas in the history of nutrition now patients have less intake of fat in the category of less, energy intake and carbohydrates in the category of moderate and protein intake in either category. The results of the diagnosis of chronic kidney disease patients in RSUD Kanjuruhan Kepanjen Malang showed that 100% of patients were given a diagnosis of increasing energy requirement (NI-1.2) and decreased requirement of certain nutrients (NI-5.4) on nutrition intake (NI), whereas in the behavioral domain or nutrition behavior (NB) 67% of patients were given a diagnosis of insufficient knowledge (NB-1.1) and 24% of patients were given a diagnosis of dietary errors (NB-1.5).
The need for increased initial nutritional screening to determine the presence of patients at risk of malnutrition and not at risk of malnutrition, anthropometric measurements taking into account the dry weight, and the need for increased diagnosis of nutrition in patients with chronic kidney disease.
Keywords: nutrition assessment, nutrition diagnosis, chronic kidney disease
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan hak_akses dikonfirmasi.