Kembali ke Daftar KTI
2016 GAMBARAN INTERAKSI SOSIAL ANAK AUTIS USIA PRASEKOLAH YANG TELAH MENDAPAT TERAPI DI PUSAT TERAPI TERPADU A PLUS MALANG
Penulis: FATHIROH FUSHILAH FAMUJI
NIM: 1301100091
Program Studi: PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Wahyuningsri, S.Pd. M.Kes, Erlina Suci Astuti S.Kep. Ns. M.Kep.
Tahun: 2016
Tanggal Pengesahan: 2016-07-12
Kode KTI: 9300_610 FAM g
Kata Kunci: Interaksi sosial, Anak autis, Usia prasekolah, Terapi
Bahasa: Indonesia
Abstraksi
ABSTRAK
Gambaran Interaksi Sosial Anak Autis Usia Prasekolah Yang Telah Mendapat Terapi Di Pusat Terapi Terpadu A Plus Malang. Fathiroh Fushilah Famuji (2016). Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus. Program Studi Diploma Keperawatan Malang, Jurusan keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (utama) Wahyuningsri, S.Pd. M.Kes, (Pendamping) Erlina Suci Astuti S.Kep. Ns. M.Kep.
Kata Kunci : Interaksi sosial, Anak autis, Usia prasekolah, Terapi
Anak autis mengalami gangguan pada interaksi sosial. Gangguan interaksi sosial dapat menghambat anak dalam menjalin hubungan dengan orang lain sehingga dapat mempengaruhi kehidupan sosial anak autis. Untuk mengurangi gangguan interaksi sosial pada anak autis dapat dilakukan dengan memberikan terapi seperti terapi perilaku, terapi wicara, dan terapi bermain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi sosial anak autis usia prasekolah yang telah mendapat terapi. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus deskriptif observatif dengan jumlah subjek sebanyak 2 orang anak autis usia prasekolah. Metode pengumpulan data adalah dengan melakukan observasi kepada subjek dan wawancara kepada terapis serta orang tua subjek sebagai data penunjang. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa interaksi sosial kedua subjek dalam kategori baik, namun memiliki kekurangan seperti tidak adanya respon senyuman saat diajak berkenalan maupun berbicara karena belum adanya rasa nyaman saat berada didekat orang baru, serta belum adanya kemampuan memulai pembicaraan pada Subjek II karena derajat kelainan bahasa yang tinggi dan usia saat awal masuk tempat terapi yang melebihi usia ideal. Disarankan kepada terapis untuk dapat mempertahankan komunikasi dengan pihak orang tua subjek mengenai perkembangan subjek dan memberikan informasi mengenai kebutuhan subjek untuk menunjang kemampuan interaksi sosial. Peneliti selanjutnya disarankan meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan interaksi sosial anak autis.
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan hak_akses dikonfirmasi.