Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Kembali ke Daftar KTI
Cover KTI
tidak tersedia
2015

PENAMBAHAN KACANG KEDELAI (Glycine max (L) Merril) DAN BAYAM HIJAU (Amaranthus spp.) PADA PEMBUATAN BROWNIES KUKUS UNTUK IBU HAMIL ANEMIA TERHADAP MUTU GIZI DAN MUTU ORGANOLEPTIK

Penulis: FADILA NUR OKFITASARI
NIM: 1203000101
Program Studi: Polkesma Gizi
Dosen Pembimbing: I Komang Suwita, SST., MP
Tahun: 2015
Tanggal Pengesahan: 2015-07-10
Kode KTI: 9300_8183 OKT b
Kata Kunci: Anemia, Brownies Kukus, Kacang Kedelai dan Bayam Hijau, Kadar Zat Besi (Fe)
Bahasa: Indonesia

Abstraksi

ABSTRAKSI Fadila Nur Okfitasari (2015). Penambahan Kacang Kedelai (Glycine max (L) Merril) Dan Bayam Hijau (Amaranthus spp.) Pada Pembuatan Brownies Kukus Untuk Ibu Hamil Anemia Terhadap Mutu Gizi Dan Mutu Organoleptik. Program Studi D-III Gizi Malang. Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing : I Komang Suwita, SST., MP Abstraksi : Ibu hamil merupakan salah satu kelompok rentan terkena anemia. Salah satu upaya penanggulangan anemia adalah dengan melakukan pengembangan produk berupa brownies kukus dengan penambahan kacang kedelai dan bayam hijau. Kacang kedelai mengandung kadar zat besi yang cukup tinggi dan bayam hijau memberikan tambahan zat besi sehingga dapat membantu pencegahan anemia. Brownies kukus menjadi pilihan alternatif karena mudahnya pengolahan brownies kukus yang telah dikenal masyarakat. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh penambahan kacang kedelai dan bayam hijau terhadap mutu gizi dan mutu organoleptik pada brownies kukus untuk anemia. Jenis penelitian true eksperimental dengan menggunakan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan penambahan kacang kedelai dan bayam hijau yang terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu proporsi tepung terigu : kacang kedelai : bayam hijau P0 (50:0:0), P1 (50:75:75), P2 (50:70:80), P3 (50:65:85). Hasil penelitian menunjukan bahwa taraf perlakuan dengan proporsi tepung terigu : kacang kedelai : bayam hijau yaitu sebesar 50:65:85 (P3) merupakan taraf perlakuan terbaik karena mengandung kadar zat besi tertinggi diantara taraf perlakuan yang lain. Brownies kukus penambahan kacang kedelai dan bayam hijau dapat digunakan sebagai makanan selingan untuk ibu hamil anemia juga dapat dikonsumsi anak-anak hingga lansia untuk mencukupi zat besi. Panelis menyatakan tidak terlalu suka terhadap tekstur dan aroma brownies kukus taraf perlakuan P3 penambahan kacang kedelai dan bayam hijau (65 dan 85). Kata kunci : Anemia, Brownies Kukus, Kacang Kedelai dan Bayam Hijau, Kadar Zat Besi (Fe)
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan hak_akses dikonfirmasi.
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan