Kembali ke Daftar KTI
2015 KEMAMPUAN IBU NIFAS DALAM MELAKUKAN PERAWATAN LUKA PERINEUM DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) NGUDI WALUYO WLINGI (Deskriptif Survei)
Penulis: INTAN FARADELA AHMAD
NIM: 1201100025
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Dra. Goretti Maria Sindharti., M.Kes, dan Ngesti W. Utami, S.Kp, M.Pd.
Tahun: 2015
Tanggal Pengesahan: 2015-06-14
Kode KTI: 9300_8182_025 AHM k
Subjek: Nifas
Kata Kunci: Masa Nifas, Perawatan Luka Perineum.
Bahasa: Indonesia
Abstraksi
ABSTRAK
Ahmad, Intan Faradela (2015). Kemampuan Ibu Nifas dalam Melakukan Perawatan Luka Perineum di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ngudi Waluyo Wlingi. Karya Tulis Ilmiah Deskriptif Survei. Program Studi D-III Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing (Utama) Dra. Goretti Maria Sindharti., M.Kes, (Pendamping) Ngesti W. Utami, S.Kp, M.Pd.
Kata Kunci: Masa Nifas, Perawatan Luka Perineum.
Masa nifas adalah masa dimulai beberapa jam sesudah lahirnya plasenta sampai enam minggu setelah melahirkan. Perawatan luka perineum adalah pemenuhan kebutuhan untuk menyehatkan daerah perineum sampai dengan kembalinya organ genetik seperti waktu sebelum hamil. Desain penelitian ini deskriptif survei dengan pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Responden yang digunakan berjumlah 44 ibu nifas dengan luka perineum. Pengambilan data menggunakan instrumen kuisioner untuk melihat data pengetahuan ibu nifas dan lembar observasi untuk melihat data kemampuan dalam meyiapkan alat dan bahan serta tindakan dalam melaksanakan perawatan luka perineum. Data yang didapatkan dianalisa secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan ibu tentang perawatan luka perineum, paling banyak adalah berpengetahuan baik 75% (33 orang), berpengetahuan cukup baik 21% (9 orang), dan berpengetahuan kurang baik 4,45% (2 orang). Kemampuan ibu nifas untuk menyiapkan alat dan bahan dalam melaksanakan perawatan luka perineum, paling banyak adalah tidak baik 64% (28 orang), kemudian kemampuan baik 36% (16 orang). Kemampuan melaksanakan tindakan perawatan luka perineum sebanyak 52% (23 orang) memiliki kemampuan tidak baik, sedangkan 48% (21 orang) memiliki kemampuan baik. Rekomendasi penelitian selanjutnya dapat dilakukan penelitian tentang perawatan luka perineum dengan menggunakan metode observasi langsung kepada responden sehingga didapatkan data yang lebih akurat.
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan hak_akses dikonfirmasi.