Kembali ke Daftar KTI
2014 KARAKTERISTIK AKSEPTOR ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM DI R. 10 RUMAH SAKIT dr. SAIFUL ANWAR (RSSA) MALANG
Penulis: IDA HARTININGSIH
NIM: 1101100139
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing : Isnaeni DTN, SKM, M.Kes, Tutik Herawati, S.Kp, MM
Tahun: 2014
Tanggal Pengesahan: 2014-01-04
Kode KTI: 9300_8183_139 HAR k
Subjek: Karakteristik, Akseptor, AKDR,keperawatan
Kata Kunci: Karakteristik, Akseptor, AKDR
Bahasa: Indonesia
Abstraksi
ABSTRAK
Karakteristik Akseptor Alat Kontrasepsi Dalam Rahim di R.10 Rumah Sakit dr.
Saiful Anwar (RSSA) Malang. Ida Hartiningsih (2014). Karya Tulis Ilmiah
Deskriptif Survey, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan
Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing : Isnaeni
DTN, SKM, M.Kes, Tutik Herawati, S.Kp, MM
AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim) sebagai alat kontrasepsi yang efektif
mempunyai angka kegagalan rendah yaitu terjadi 1-3 kehamilan/100 perempuan
dapat digunakan untuk menekan jumlah kelahiran sehingga nantinya dapat
mempengaruhi jumlah penduduk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
karakteristik akseptor AKDR di Ruang 10 Rumah Sakit dr. Saiful Anwar Malang.
Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan metode pengumpulan data survey
pada 7 orang responden sesuai kriteria inklusi. Penelitian ini dilaksanakan pada
bulan Desember 2013 bertempat di Ruang 10 Rumah Sakit dr. Saiful Anwar
Malang. Pengambilan data dilakukan dengan cara membagi angket kuesioner.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia akseptor adalah antara 20-35 tahun
sebanyak 5 responden (71%), pendidikan terakhir akseptor AKDR SD sebanyak 3
responden (43%), tingkat pengetahuan akseptor adalah baik sebanyak 6 responden
(86%), seluruh akseptor AKDR 7 responden (100%) mendapatkan dukungan dari
suami dalam memilih AKDR..Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya disarankan
untuk memperluas penelitian ini, seperti menggunakan kuesioner terbuka untuk
mengidentifikasi karakteristik akseptor AKDR, responden disarankan untuk tetap
menghubungi petugas kesehatan setempat apabila terjadi efek samping ataupun
gejala abnormal dalam penggunaan AKDR dan tetap menjaga komunikasi dengan
orang terdekat jika terjadi hal yang tidak diinginkan dalam masa penggunaan
AKDR, dan rumah sakit disarankan terus meningkatkan kualitas tenaga kesehatan
melalui pelatihan, terutama untuk pemberi pelayanan KB yang secara langsung
berhubungan dengan pasien.
Kata Kunci : Karakteristik, Akseptor, AKDR
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan hak_akses dikonfirmasi.