Kembali ke Daftar KTI
2014 KEMAMPUAN MOBILISASI PASIEN FRAKTUR EKSTREMITAS BAWAH SETELAH MENDAPAT PENDIDIKAN KESEHATAN DI RSUD KANJURUHAN KEPANJEN
Penulis: AHMAD HAMIDI
NIM: 1101100009
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing (utama) Tavip Dwi Wahyuni S.Kep, Ns, M.Kes. (Pendamping) Ngesti Wahyu Utami S.Kp., M.Pd
Tahun: 2014
Tanggal Pengesahan: 2013-07-29
Kode KTI: 9300_8183 AHM k
Subjek: Mobilisasi, fraktur ekstremitas bawah, pendidikan kesehatan
Kata Kunci: Mobilisasi, fraktur ekstremitas bawah, pendidikan kesehatan
Bahasa: Indonesia
Abstraksi
ABSTRAK
Kemampuan mobilisasi pasien fraktur pada ekstremitas bawah setelah mendapatkan pendidikan kesehatan di RSUD Kanjuruhan Kepanjen. Ahmad Hamidi (2014). Karya Tulis Ilmiah deskriptif studi kasus, Program studi Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing (utama) Tavip Dwi Wahyuni S.Kep, Ns, M.Kes. (Pendamping) Ngesti Wahyu Utami S.Kp., M.Pd
Kata kunci: Mobilisasi, fraktur ekstremitas bawah, pendidikan kesehatan
Mobilisasi pasca pembedahan merupakan latihan bergerak secara bertahap yang dilakukan setelah pembedahan bertujuan untuk mencegah terjadinya komplikasi. Tujuan penelitian adalah melakukan observasi dan mengetahui kemampuan mobilisasi terutama ROM dan ADL (Activity Daily Living) pasien fraktur pada ekstremitas bawah. Metode penelitian yang digunakan adalah Deskiptif studi kasus. Responden dalam studi kasus ini adalah pasien fraktur ekstremitas bawah sebanyak 2 orang responden. Sdri. S (14 tahun) dengan diagnosa post OREF cruris dextra dan ORIF cruris sinistra. Tn. N (30 tahun) dengan diagnosa post ORIF cruris dextra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sdri. S sampai hari ke 14 belum dapat latihan berjalan dan belum dapat turun dari tempat tidur, dan Tn N sampai hari ke 14 sudah dapat melakukan latihan berjalan menggunakan alat batu kruk. Rekomendasi dari penelitian ini diharapkan klien fraktur ekstremitas bawah melakukan latihan mobilisasi untuk mempercepat proses penyembuhan yang optimal. Saran bagi peneliti selanjutnya data ini bisa menjadi data awal untuk penelitian selanjutnya yang akan mengadakan penelitian dengan variabel yang sama dapat merencanakan penelitian dengan mempertimbangkan jumlah responden, waktu dan tempat penelitian.
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan hak_akses dikonfirmasi.