Kembali ke Daftar KTI
2013 PENGARUH JARAK DAN WAKTU LATIHAN FISIK BERJALAN KAKI CEPAT (BRISK WALKING EXERCISE) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JANTI KOTA MALANG
Penulis: MUCHAMMAD CHANIF LUTFI
NIM: 1201440007
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Pembimbing Utama Djoko Setyono, SKM, M.Kes. Pembimbing Kedua Ns. Maria Diah C.T, M.Kep. Sp.KMB.
Tahun: 2013
Tanggal Pengesahan: 2013-08-22
Kode KTI: 9300_8183 MUC p
Subjek: Jalan Kaki Cepat, Penurunan Kadar Glukosa, Diabetes Melitus
Kata Kunci: Jalan Kaki Cepat, Penurunan Kadar Glukosa, Diabetes Melitus
Bahasa: Indonesia
Abstraksi
ABSTRAK
Muchammad Chanif Lutfi (2013). Pengaruh Jarak Dan Waktu Latihan Fisik
Jalan Kaki Cepat Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Sewaktu Pada
Penerita Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Janti Kota
Malang. Tugas Akhir Program Studi DIV Keperawatan Malang, Jurusan DIV
Keperawatan Medikal Bedah, Minat Diabetes Mellitus dan Edukator, Politeknik
Kesehatan Kementerian Kesehatan Malang. Pembimbing Utama Djoko Setyono,
SKM, M.Kes. Pembimbing Kedua Ns. Maria Diah C.T, M.Kep. Sp.KMB.
Kata Kunci : Jalan Kaki Cepat, Penurunan Kadar Glukosa, Diabetes Melitus.
Latihan fisik merupakan salah satu terapi non farmakologis diabetes mellitus
(DM). Jalan kaki cepat merupakan salah satu latihan fisik yang cocok untuk
dilakukan secara rutin karena dapat membantu ambilan glukosa darah dalam otot
dan mengembalikan sensitifitas insulin dalam pankreas. Tujuan penelitian ini
menganalisis pengaruh jarak dan waktu latihan fisik jalan kaki cepat terhadap
penurunan kadar glukosa darah sewaktu pada penderita DM tipe 2. Jenis
penelitian yang digunakan adalah pre - post test eksperimen dengan 2 kelompok
perlakuan. Populasi dalam penelitian ini terhitung sebanyak 153 penderita
diabetes melitus tipe 2, jumlah sampel 30 dengan teknik purposive sampling,
kemudian dibagi menjadi dua kelompok perlakuan, kelompok pertama jalan kaki
cepat selama 30 menit (1500 meter), dan kelompok kedua jalan kaki cepat selama
60 menit (3000 meter). Data glukosa darah sewaktu diukur sebelum dan setelah
jalan kaki dan selanjutnya dicatat dalam lembar observasi. Hasil dalam penelitian
ini menunjukkan bahwa dengan jalan kaki cepat sejauh 1500 meter selama 30
menit dan 3000 meter selama 60 menit mempunyai signifikasi yang besar dalam
penurunan kadar glukosa darah sewaktu, dibuktikan dengan ρ value 0,031 (α =
0,05). Saran dalam penelitian ini adalah untuk diadakanya program latihan fisik
setiap minggu yang bertujuan untuk menekan angka komplikasi sebagai akibat
dari glukosa darah yang tidak terkontrol dari diabetes melitus tipe 2.
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan hak_akses dikonfirmasi.