Kembali ke Daftar KTI
2014 FAKTOR KONVERSI BERAT MENTAH - MASAK PADA LAUK HEWANI DI RSUD Dr. SOETOMO SURABAYA
Penulis: FAJAR ARDHINI
NIM: 1103000042
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Theresia Puspita, S.TP., MP dan Sugeng Iwan S. S.TP., M.Kes
Tahun: 2014
Tanggal Pengesahan: 2014-07-17
Kode KTI: 9300_8183 FAJ f-1
Subjek: konversi
Kata Kunci: teknik pengolahan, susut masak (cooking loss), faktor konversi berat mentah-masak
Bahasa: Indonesia
Abstraksi
ABSTRAK
Fajar Ardhini, 2014 โ โFaktor Konversi Berat Mentah-Masak pada Lauk Hewani
di RSUD Dr. Soetomo Surabaya.
(Dibawah bimbingan : Theresia Puspita, S.TP., MP dan Sugeng Iwan S.
S.TP., M.Kes)
Makanan merupakan salah satu kebutuhan pokok yang dibutuhkan tubuh
setiap hari dalam jumlah tertentu sebagai sumber energi dan zat gizi. Untuk
mengetahui kebutuhan maupun kecukupan energi dan zat gizi bagi tubuh,
diperlukan penilaian konsumsi pangan yg merupakan salah satu metode yang
digunakan dalam penentuan status gizi seseorang baik di masyarakat maupun di
rumah sakit. Pada setiap kegiatan penilaian konsumsi pangan diperlukan Daftar
Kandungan Zat Gizi Bahan Makanan (DKGM), Daftar Kandungan Zat Gizi
Makanan Jajanan (DKGJ), Daftar Konversi Berat Mentah-masak (DKMM) dan
Daftar Pnyerapan Minyak (DPM). Namun dalam melakukan survey konsumsi
pangan sering dijumpai makanan dalam bentuk olahan, dan bahan makanan
olahan tersebut tidak tersedia di dalam Daftar Kandungan Zat Gizi Makanan
Jajanan, sehingga untuk mengatasi hal tersebut bahan makanan dihitung dengan
mengkonversikan bahan makanan olahan ke bahan makanan mentah
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional yang
dilakukan untuk mengetahui faktor konversi berat mentah-masak menu lauk
hewani terhadap teknik pengolahan hidangan. Subyek penelitian yang digunakan
dalam penelitian ini adalah hidangan pada siklus menu ke 10 dan 11 di RSUD Dr.
Soetomo Surabaya, yang terdiri atas rawon daging dan bacem daging dengan
standar potongan 40 g dan 25 g yang kemudian hasilnya dianalisis secara
deskriptif.
Hasil penelitian yang didapat menunjukan bahwa teknik pengolahan dan
ukuran yang berbeda mempengaruhi susut masak lauk hewani, selain itu semakin
tinggi susut masak yang dialami oleh bahan makanan maka semakin besar pula
faktor konversi berat mentah-masak yang didapatkan dan sebaliknya semakin
rendah susut masak maka semakin kecil pula faktor konversi berat mentah-masak
yang didapatkan.
Kata kunci : teknik pengolahan, susut masak (cooking loss), faktor
konversi berat mentah-masak
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan hak_akses dikonfirmasi.