Kembali ke Daftar KTI
2013 PERBEDAAN MUTU PROTEIN MAKANAN ANTARA BALITA BGM DAN NON BGM TERHADAP PENYAKIT INFEKSI DI KECAMATAN WONOASIH KOTA PROBOLINGGO
Penulis: Melinda Dita Amelia
NIM: 1203400011
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV GIZI
Dosen Pembimbing: bimbingan Bernadus R. Sunindya, MPH dan Ir. AAG. Anom Aswin, MPS
Tahun: 2013
Tanggal Pengesahan: 2013-08-29
Kode KTI: 9300_8183 MEL p
Subjek: Status Gizi, Mutu Protein, Diare, ISPA
Kata Kunci: Status Gizi, Mutu Protein, Diare, ISPA
Bahasa: Indonesia
Abstraksi
ABSTRAKSI
Melinda Dita Amelia. 2013. Perbedaan Mutu Protein Makanan Antara Balita BGM dan Non BGM terhadap Penyakit Infeksi di Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo (di bawah bimbingan Bernadus R. Sunindya, MPH dan Ir. AAG. Anom Aswin, MPS)
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur, diketahui bahwa Kota Probolinggo memiliki prevalensi tertinggi dari seluruh kota dan kabupaten se-Jawa Timur yang berjumlah 38, prevalensinya yaitu 3,6%. Di Kota Probolinggo terdiri dari 6 puskesmas yaitu, Wonoasih, Ketapang, Sukabumi, Jati, Kedopok, dan Kanigaran. Prevalensi tertinggi berada di puskesmas Wonoasih dengan prevalensi 7,98%. Dari latar belakang tersebut maka perlu dilakukan penelitian tentang perbedaan mutu protein makanan balita BGM dan non BGM terhadap penyakit infeksi di Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo.
Penelitian ini dilaksanakan selama 2 minggu, yaitu pada tanggal 7 – 19 Juli 2013. Pengambilan data meliputi BB, TB, status gizi, jenis kelamin, mutu protein berdasarkan recall, dan kuisioner tentang penyakit infeksi. Balita yang dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah 40 balita dimana 20 balita BGM dan 20 balita non BGM. Pengumpulan data dengan cara wawancara langsung dengan ibu responden dan data dari puskesmas Wonoasih.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin responden 45% laki-laki dan 55% perempuan. Status gizi balita BGM memiliki status gizi kurang dan non BGM memilik status gizi normal. Mutu protein makanan yang dikonsumsi balita BGM dan non BGM rata-rata diatas nilai normal dari yang dianjurkan. Balita BGM yang menderita diare dalam sebulan terakhir ini adalah 9 responden mengalami diare dan 11 responden tidak mengalami diare sedangkan balita non BGM adalah 2 responden mengalami diare dan 18 responden tidak mengalami diare. Sedangkan balita BGM yang menderita ISPA sebulan terakhir sebanyak 2 responden dan 18 responden tidak menderita ISPA. Sedangkan balita non BGM tidak ada yang menderita ISPA sebulan terakhir.
Kata kunci : Status Gizi, Mutu Protein, Diare, ISPA.
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan hak_akses dikonfirmasi.