Kembali ke Daftar KTI
2013 HUBUNGAN STATUS GIZI BERDASARKAN SUBJECTIVE GLOBAL ASSESSMENT (SGA) DENGAN TINGKAT KONSUMSI ENERGI DAN STATUS PULANG PADA PASIEN RAWAT INAP DI BAGIAN PENYAKIT DALAM RSUD GAMBIRAN KOTA KEDIRI
Penulis: ASEP FERY DENI SEPTIAN
NIM: 1203400006
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV GIZI
Dosen Pembimbing: Pembimbing I : Endang Widajati, SST., M.Kes, pembimbing II : Drg. Rinawati Basuki, M.Kes
Tahun: 2013
Tanggal Pengesahan: 2013-08-26
Kode KTI: 9300_8184 ASE h
Subjek: gizi,energi
Kata Kunci: status gizi berdasarkan SGA, tingkat konsumsi energi, status pulang
Bahasa: Indonesia
Abstraksi
ABSTRAK
Septian, Asep Fery Deni (2013). Hubungan Status Gizi Berdasarkan Subjective
Global Assessment (SGA) Dengan Tingkat Konsumsi Energi Dan Status Pulang
Pada Pasien Rawat Inap Di Bagian Penyakit Dalam RSUD Gambiran Kota Kediri.
Skripsi, Program Studi D-IV Gizi Klinik Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan
Kemenkes Malang. Pembimbing I : Endang Widajati, SST., M.Kes, pembimbing II :
Drg. Rinawati Basuki, M.Kes.
Prevalensi Undernutrition pada pasien rawat inap di rumah sakit ditemukan masih
relatif tinggi. Keadaan Undernutrition dapat menyebabkan rendahnya tingkat
konsumsi energi selama perawatan, lama hari rawat yang semakin panjang dan
cenderung menyebabkan pulang dalam keadaan tidak sembuh, sehingga skrining gizi
diperlukan untuk mendeteksi dan menghindari resiko undernutrition. Subjective
Global Assessment (SGA) merupakan salah satu alat ukur status gizi yang efektif dan
efisien, akan tetapi masih jarang digunakan di Indonesia. RSUD Gambiran Kota
Kediri merupakan salah satu rumah sakit tipe B milik Pemerintah Kota Kediri yang
menjadi pusat rujukan pelayanan kesehatan Kota Kediri dan sekitarnya. Berdasarkan
survei pendahuluan diketahui skreening gizi pada pasien rawat inap masih belum
dilakukan. Tujuan penelitian menganalisis hubungan status gizi berdasarkan
Subjective Global Assessment (SGA) dengan tingkat konsumsi energi dan status
pulang pada pasien rawat inap di bagian Penyakit Dalam RSUD Gambiran Kota
Kediri. Metode penelitian adalah observasional dengan rancangan studi cross
sectional di RSUD Gambiran Kota Kediri pada bulan Juni-Juli 2013. Sampel
penelitian 30 pasien. Data yang dikumpulkan adalah karakteristik pasien (usia, jenis
kelamin dan diagnosis penyakit), status gizi pasien berdasarkan SGA, kebutuhan
energi pasien, terapi diet (jenis dan jumlah energi) yang diberikan rumah sakit,
memberikan edukasi awal, tingkat konsumsi energi, status pulang pasien berdasarkan
hasil pemeriksaan. Cara pengumpulan data dengan wawancara, pengamatan dan
pengukuran secara langsung, melihat rekam medik dan melihat preskripsi diet yang
diterima pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia sebagian besar pasien
>50 tahun (63%), jenis kelamin laki-laki (53%), diagnosis penyakit diabetes melitus
(43%), status gizi berdasarkan SGA dalam kategori undernutrition atau kurang dan
buruk (60%), kebutuhan energi <2.000 Kkal (53%), mendapat jenis diet diabetes
melitus (47%), mendapat jumlah energi 2.100 Kkal ( 37%), semua pasien telah
mendapatkan edukasi awal sesuai dengan jenis diet yang diterima pasien, tingkat
konsumsi energi dalam kategori good diet atau baik (53%) dan pulang dalam
keadaan sembuh (67%). Hasil analisis statistik Fisher Exact Test dengan tingkat
signifikansi 0,05 menunjukkan hubungan yang signifikan antara status gizi awal
berdasarkan SGA dengan tingkat konsumsi energi (p=0,011) dan status pulang
pasien (p=0,024). Saran penelitian , sebaiknya perlu dilakukan skreening gizi pada
pasien baru.
Kata Kunci : status gizi berdasarkan SGA, tingkat konsumsi energi, status
pulang
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan hak_akses dikonfirmasi.