Kembali ke Daftar KTI
2013 UPAYA PENCEGAHAN KEKAMBUHAN PENYAKIT HIPERTENSI MELALUI PENYULUHAN KESEHATAN PEMBATASAN KONSUMSI BAHAN MAKANAN YANG MENGANDUNG GARAM NATRIUM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEMBANTU TUNJUNGSEKAR -KOTA MALANG
Penulis: AGUS SUSANTO
NIM: 1001100044
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Sugianto Hadi, SKM. MPH, Imam Subekti, S.Kp. M.Kep. Sp.Kom
Tahun: 2013
Tanggal Pengesahan: 2013-07-23
Kode KTI: 9300_8183 AGU u
Subjek: Penyuluhan Kesehatan, Garam Natrium,Tekanan Darah
Kata Kunci: Penyuluhan Kesehatan, Garam Natrium, Pengetahuan, Kebiasaan,Tekanan Darah
Bahasa: Indonesia
Abstraksi
ABSTRAK
Upaya Pencegahan Kekambuhan Penyakit Hipertensi Melalui Penyuluhan
Kesehatan Pembatasan Konsumsi Bahan Makanan yang Mengandung Garam
Natrium di Wilayah Kerja Puskesmas Pembantu Tunjungsekar Kota Malang.
Karya Tulis Deskriptif Survei. Program Studi D III Keparawatan Malang, Jurusan
Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Agus Susanto (2013).
Pembimbing Utama : Sugianto Hadi, SKM. MPH. Pembimbing Pendamping :
Imam Subekti, S.Kp. M.Kep. Sp.Kom
Kata kunci : Penyuluhan Kesehatan, Garam Natrium, Pengetahuan,
Kebiasaan,Tekanan Darah
Tingkat kekambuhan penyakit Hipertensi sangat tinggi berpotensi terhadap
derajat kesehatan masyarakat, maka diperlukan Upaya Pencegahan Kekambuhan
Penyakit Hipertensi Melalui Penyuluhan Kesehatan Pembatasan Konsumsi Bahan
Makanan yang Mengandung Garam Natrium. Penyuluhan kesehatan adalah upaya
mengubah perilaku sasaran agar berperilaku sehat terutama pada aspek kognitif
(pengetahuan dan pemahaman sasaran). Penelitian dilaksanakan di Wilayah Kerja
Puskesmas Pembantu Tunjungsekar Kota Malang. Tujuan penelitian untuk
menganalisa pengaruh pemberian penyuluhan kesehatan pembatasan konsumsi
bahan makanan yang mengandung garam natrium terhadap perubahan
pengetahuan, kebiasaan, dan perubahan hasil pengukuran tekanan darah. Metode
yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif survei. Pengambilan sampel
menggunakan teknik total sampling, dengan responden sejumlah 31 penderita
hipertensi. Pengumpulan data dengan kuisioner, dan pengukuran tekanan darah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian penyuluhan kesehatan
pembatasan konsumsi bahan makanan yang mengandung garam natrium pada
tahap pertama, kedua, dan ketiga berhasil menigkatkan pengetahuan baik 1
penderita (3,23%) menjadi 25 penderita (80,65%), dari 31 penderita memiliki
kebiasaan baik 4 penderita (12,9 %) meningkat 7 penderita (22,58 %), dan dari
hasil pengukuran sistol 31 penderita hipertensi turun 28 penderita, sedangkan
diastole 31 penderita hipertensi turun 18 penderita. Rekomendasi penelitian ini
adalah mengembangkan penelitian lebih lanjut dalam pemberian penyuluhan
kesehatan pembatasan konsumsi bahan makanan yang mengandung garam
natrium dan diukur betul asupan garam natrium sesuai dengan standar minimal
dengan melibatkan variabel kontrol sebagai pembanding.
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan hak_akses dikonfirmasi.