Kembali ke Daftar KTI
2013 HUBUNGAN JENIS, JUMLAH DAN FREKUENSI KONSUMSI MAKANAN KARIOGENIK SERTA WAKTU, CARA DAN FREKUENSI MENGGOSOK GIGI DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI DI SDN WAJAK 1 KECAMATAN WAJAK KABUPATEN MALANG
Penulis: MUTHYA OCTAVIANTY
NIM: 1003000023
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Pembimbing : I Dewa Nyoman Supariasa, Rinawati Basuki dan Dwie Soelistyorini
Tahun: 2013
Tanggal Pengesahan: 2013-07-18
Kode KTI: 9300_8183 OCT h
Subjek: Gizi,Gosok Gigi
Kata Kunci: Karies gigi,Jenis,Waktu
Bahasa: Indonesia
Abstraksi
ABSTRAKSI
Octavianty, Muthya (2013). Hubungan Jenis, Jumlah dan Frekuensi
Konsumsi Makanan Kariogenik serta Waktu, Cara dan Frekuensi Menggosok
Gigi dengan Kejadian Karies Gigi di SDN Wajak 1 Kecamatan Wajak Kabupaten
Malang. Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Malang. Pembimbing : I Dewa
Nyoman Supariasa, Rinawati Basuki dan Dwie Soelistyorini.
Penyakit gigi dan mulut yang paling banyak terjadi adalah karies gigi.
Karies gigi merupakan suatu kerusakan jaringan keras gigi (email, dentin dan
sementum) yang bersifat kronis progresif dan disebabkan oleh aktifitas jasad renik
dalam karbohidrat yang dapat diragikan dengan demineralisasi jaringan keras dan
diikuti kerusakan organik. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya
karies gigi, diantaranya adalah kebersihan gigi, pola makan dan perilaku. Pola
makan pada makanan kariogenik (jenis, jumlah dan frekuensinya) serta perilaku
menggosok gigi (waktu, cara dan frekuensinya) yang dapat mempengaruhi terjadi
karies gigi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan jenis, jumlah
dan frekuensi konsumsi makanan kariogenik serta waktu, cara dan frekuensi
menggosok gigi dengan kejadian karies gigi di SDN Wajak 1 Kecamatan Wajak
Kabupaten Malang. Data yang dikumpulkan meliputi data umum dan khusus.
Penelitian ini dilakukan dengan studi Case Control dengan pengolahan data
menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Berdasarkan hasil
uji statistic diperoleh bahwa tidak ada hubungan jenis makanan kariogenik dengan
kejadian karies gigi (p = 0,573). Ada hubungan jumlah dan frekuensi konsumsi
makanan kariogenik dengan kejadian karies gigi (p = 0,44) dan (p = 0,00). Ada
hubungan antara waktu, cara dan frekuensi menggosok gigi dengan kejadian
karies gigi (p = 0,003) (p = 0,00) dan (p = 0,006). Saran dalam penelitian ini
adalah perlu ada sosialisasi hasil penelitian ini kepada pihak sekolah dan siswa
SD. Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menggosok gigi
setelah makan dan sebelum tidur dengan menggunakan pasta gigi yang
mengandung flour. Setelah mengkonsumsi makanan kariogenik minimal
berkumur dengan air dan lebih baik jika menggosok gigi untuk mengurangi resiko
terkena karies gigi.
Kata Kunci : Karies gigi; Jenis, Jumlah dan Frekuensi Konsumsi
Makanan Kariogenik; Waktu, Cara dan Frekuensi Menggosok Gigi.
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan hak_akses dikonfirmasi.