Kembali ke Daftar KTI
2013 HUBUNGAN MASA ANAK DITAHAN DENGAN TINGKAT KONSUMSI (ENERGI DAN PROTEIN) DAN STATUS GIZI NARAPIDANA GOLONGAN B.I DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN ANAK KELAS IIA BLITAR
Penulis: IRKA DWI FATMAWATI
NIM: 1003000072
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Dibawah Bimbingan: Sugeng Iwan dan Hasan Aroni
Tahun: 2013
Tanggal Pengesahan: 2013-07-22
Kode KTI: 9300_8183 IRK h
Subjek: status gizi, energi
Kata Kunci: Masa Anak Ditahan, Tingkat Konsumsi Energi dan Protein, Status Gizi
Bahasa: Indonesia
Abstraksi
ABSTRAK
Irka Dwi Fatmawati, 2013. Hubungan Masa Anak Ditahan dengan Tingkat
Konsumsi (Energi Dan Protein) dan Status Gizi Narapidana Golongan B.I Di
Lembaga Pemasyarakatan Anak Kelas IIA Blitar. Karya Tulis Ilmiah, Program
Studi DIII Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang.
(Dibawah Bimbingan: Sugeng Iwan dan Hasan Aroni).
Anak binaan adalah remaja yang secara fisiologis sedang berada dalam
tahap pertumbuhan dan perkembangan, sehingga memerlukan asupan yang cukup
agar kebutuhan gizinya terpenuhi. Menurut Tri Retnaningtyas (2002), keadaan
gizi pada masa ini memberikan sumbangan bagi perkembangan organ pada masa
selanjutnya (masa dewasa). Status gizi ini dipengaruhi oleh tingkat konsumsi zat
gizi, sedang tingkat konsumsi, ditentukan oleh jumlah makanan yang
dikonsumsinya. Apalagi keadaan ini tidak dalam kurun waktu yang singkat, akan
tetapi sesuai dengan masa tahanan anak. Penelitian tentang masa anak ditahan
dengan tingkat konsumsi (energi dan protein) dan status gizi narapidana
diperlukan untuk mendukung tugas pokok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)
yakni pembinaan, pelayanan dan keamanan.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan masa anak ditahan
dengan tingkat konsumsi (energi dan protein) dan status gizi narapidana golongan
B.I di Lapas Anak Kelas IIA Blitar. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat
mendukung tugas pokok Lapas yakni pembinaan, pelayanan dan keamanan.
Jenis penelitian ini adalah observational dengan desain penelitian cross
sectional. Penelitian dilakukan di Lapas Anak Kelas IIA Blitar pada bulan
Februari 2013. Pengolahan dan analisis data menggunakan uji statistik Korelasi
Spearman dan Chi Square.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari ke 30 responden, responden
dengan usia 16 hingga 22 tahun telah menjalani masa tahanan selama 1 tahun, 2
tahun dan 3 tahun. Tingkat konsumsi energi dan protein sebagian besar responden
termasuk dalam kategori defisit berat. Responden masa anak ditahan 1 dan 2
tahun, sebagian besar status gizi responden dalam kategori normal. Berdasarkan
uji statistik korelasi Spearman pada tingkat kepercayaan 95%, variabel masa anak
ditahan tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat konsumsi energi
dan protein narapidana. Serta berdasarkan uji statistik Chi Square pada tingkat
kepercayaan 95%, variabel tingkat konsumsi energi dan protein tidak memiliki
hubungan yang signifikan dengan status gizi narapidana.
Asupan makanan narapidana disarankan sesuai dengan standar sehingga
dapat mencapai tingkat konsumsi energi dan protein yang dianjurkan, yang
selanjutnya dapat mepertahankan atau meningkatkan status gizi. Untuk merubah
asupan makanan responden maka dapat dilakukan edukasi kepada keluarga serta
pihak Lapas memperhatikan penyelenggaraan makanan yang disesuaikan oleh
Pedoman Pelayanan Kesehatan Anak di Lapas tahun 2009.
Kata kunci: Masa Anak Ditahan, Tingkat Konsumsi Energi dan Protein, Status
Gizi
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan hak_akses dikonfirmasi.