Kembali ke Daftar KTI
2013 PENGARUH METODE PEMANASAN DAN PENGERINGAN TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KEMAMPUAN REHIDRASI DAN MUTU ORGANOLEPTIK WORTEL INSTAN
Penulis: Aries Tika Windawati
NIM: 1003000050
Program Studi: POLTEKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Dibawah Bimbingan Bapak Agus Heri Santoso dan Ibu Sulistiastutik.
Tahun: 2013
Tanggal Pengesahan: 2013-07-31
Kode KTI: 9300_8183 ARE p
Subjek: antioksidan
Kata Kunci: wortel, instanisasi, antioksidan, rehidrasi, organoleptik
Bahasa: Indonesia
Abstraksi
ABSTRAKSI
ARIES TIKA WINDAWATI, 2013. Pengaruh Metode Pemanasan dan
Pengeringan Terhadap Aktivitas Antioksidan, Kemampuan Rehidrasi, dan Mutu
Organoleptik Wortel Instan. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi, Jurusan
Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Dibawah Bimbingan Bapak Agus
Heri Santoso dan Ibu Sulistiastutik.
Proses pemanasan dan pengeringan dapat memberikan dampak yang positif
terhadap nilai gizi dan mutu organoleptik sayuran. Namun proses pemanasan dan
pengeringan dapat merusak zat gizi yang terkandung di dalamnya.Wortel
memiliki kandungan beta karoten (provitamin A), vitamin B dan E yang dikenal
sebagai zat antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh
metode pemanasan dan pengeringan terhadap aktivitas antioksidan, kemampuan
rehidrasi, dan mutu organoleptik wortel instan.
Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen laboratorium dengan
desain percobaan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RAL Faktorial) dengan
metode pemanasan (tanpa pemanasan, air, dan uap) dan pengeringan (air dan
vakum). Dengan demikian didapatkan banyaknya perlakuan 2x3yaitu X
0Y1
(tanpa
pemanasan, pengeringan oven), X
0Y2
(tanpa pemanasan, pengeringan vakum),
X1Yz (pemanasan air, pengeringan oven), X
1Y2
(pemanasan air, pengeringan
vakum), X
2Y1 ( pemanasan uap, pengeringan oven), dan X
2Y2
(pemanasan uap,
pengeringan vakum). Penelitian ini menggunakan uji Statistik Two Way Anova
dan uji hedonic scale pada skala 1-4 pada tingkat kepercayaan 0,05. Penelitian
dilaksanakan pada bulan Februari-Juli 2013.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pemanasan dan pengeringan
memberikan pengarunh secara signifikan terhadap aktivitas antioksidan dan mutu
organoleptik meliputi warna, tekstur, dan rasa. Namun metode pemanasan dan
pengeringan memberikan pengaruh tidak signifikan terhadap kemampuan
rehidrasi, kadar air dan nilai mutu organoleptik berupa aroma. Pada perlakuan
X1Y2
(pemanasan air, pengeringan vakum) paling banyak disukai oleh panelis
baik warna, aroma, tekstur, dan rasa serta memiliki aktivitas antioksidan 81,3%,
kemampuan rehidrasi 457%, dan kadar air 7,2%.
Saran dalam penelitian ini adalah dalam membuat wortel instan diberikan
perlakuan pemanasan media air dan pengeringan vakum. Untuk lebih mudah
dalam mengkonsumsi, wortel instan dapat diolah menjadi sup, kue basah,
campuran mie, dan lain sebagainya dengan menambahkan beberapa sayuran yang
lain.
Kata kunci : wortel, instanisasi, antioksidan, rehidrasi, organoleptik
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan hak_akses dikonfirmasi.