FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BIAYA PELAYANAN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT PERMATA BUNDA MALANG
Informasi Publikasi
Pengarang
PUGUH PRIYO WIDODO, Amd. RMIK., S.Si., MMRS
Tahun Terbit
2018
Penerbit
Polkesma Jurusan PMIK
Kota Terbit
Malang
Subjek
Asuransi Kesehatan
Abstraksi
ABSTRAK
PUGUH PRIYO WIDODO, 88.06.1.214, Prodi DIII Asuransi Kesehatan. Jurusan Kesehatan Terapan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Biaya Pelayanan Kesehatan Rawat Inap Di RSPB.
Latar belakang penelitian ini adalah peningkatan biaya kesehatan rawat inap yang terus meningkat sedangkan tarif INA-CBGs yang kecil. Sehingga memerlukan analisis yang lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan biaya kesehatan kesehatan rawat inap. Penelitian ini menggunakan studi crosssectional dengan metode kuantitatif, dengan melihat faktor-faktor yang mempengaruhi biaya pelayanan kesehatan rawat inap di RSPB berdasarkan hasil penelitian, faktor yang mempengaruhi biaya pelayanan kesehatan rawat inap adalah biaya obat dengan nilai absolute standardized coefficient 0,650 .Sehingga menyikapi permasalahan tersebut, diperlukan kebijakan tentang penggunaan obat sesuia dengan formularium RS dan Panduan praktik klinis.
PUGUH PRIYO WIDODO, 88.06.1.214, Prodi DIII Asuransi Kesehatan. Jurusan Kesehatan Terapan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Biaya Pelayanan Kesehatan Rawat Inap Di RSPB.
Latar belakang penelitian ini adalah peningkatan biaya kesehatan rawat inap yang terus meningkat sedangkan tarif INA-CBGs yang kecil. Sehingga memerlukan analisis yang lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan biaya kesehatan kesehatan rawat inap. Penelitian ini menggunakan studi crosssectional dengan metode kuantitatif, dengan melihat faktor-faktor yang mempengaruhi biaya pelayanan kesehatan rawat inap di RSPB berdasarkan hasil penelitian, faktor yang mempengaruhi biaya pelayanan kesehatan rawat inap adalah biaya obat dengan nilai absolute standardized coefficient 0,650 .Sehingga menyikapi permasalahan tersebut, diperlukan kebijakan tentang penggunaan obat sesuia dengan formularium RS dan Panduan praktik klinis.