ANALISIS KARAKTERISTIK DAN PERAN ORANGTUA DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN GIZI TERHADAP STATUS GIZI REMAJA PUTRI DI KOTA MALANG
Cover tidak tersedia
Informasi Publikasi
Pengarang
WAHYU SETYANINGSIH, S.ST, M.Kes
Tahun Terbit
2018
Penerbit
POLITEKNIK KESEHATAN MALANG JURUSAN KEBIDANAN
Kota Terbit
Malang
Abstraksi
ABSTRAK
Permasalahan gizi remaja perlu menjadi fokus perhatian karena status gizi
remaja putri (pranikah) memiliki pengaruh besar pada kesehatan kehamilan dan
kelahiran bila remaja tersebut menjadi ibu. Penelitian ini dilakukan untuk
menganalisis karakteristik dan peran orangtua dalam pemenuhan kebutuhan gizi
terhadap status gizi remaja putri di kota malang. Penelitian ini merupakan
penelitian cross-sectional yang dilaksanakan di SMA Negeri 3 Kota Malang,
dengan subjek 75 remaja putri yang dipilih dengan metode simple random
sampling. Data tentang karakteristik dan peran orangtua dalam pemenuhan gizi,
serta usia menarche dan pola menstruasi diperoleh dengan menggunakan
kuesioner dengan wawancara terstruktur. Data tentang BB, TB, LILA dan lingkar
perut didapatkan dengan pengukuran. Analisis data dilakukan secara univariat dan
bivariat (chi-square). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 14,67% remaja putri
termasuk dalam status gizi kurang, 13,33% status gizi lebih (IMT/U), 25,33%
mengalami KEK, dan 22,67% status gizi lebih (lingkar perut >80cm). Dari hasil
analisis tidak terdapat hubungan bermakna antara umur ibu, pendidikan ibu dan
status pekerjaan ibu dengan status gizi (p>0,05). Penelitian ini menunjukkan tidak
terdapat hubungan bermakna antara usia menarche dengan status gizi(p>0,05).,
namun terdapat hubungan bermakna antara pola menstruasi dengan status gizi
(p<0,05). Terdapat hubungan bermakna antara peran orangtua dalam pemenuhan
kebutuhan gizi dengan status gizi berdasarkan IMT/U dan lingkar lengan
(p<0,05), namun tidak berdasarkan lingkar perut (p>0,05). Upaya peningkatan
status gizi untuk berkualitas harus dimulai sedini mungkin terutama pada anak
sekolah sebagai generasi penerus bangsa.
Permasalahan gizi remaja perlu menjadi fokus perhatian karena status gizi
remaja putri (pranikah) memiliki pengaruh besar pada kesehatan kehamilan dan
kelahiran bila remaja tersebut menjadi ibu. Penelitian ini dilakukan untuk
menganalisis karakteristik dan peran orangtua dalam pemenuhan kebutuhan gizi
terhadap status gizi remaja putri di kota malang. Penelitian ini merupakan
penelitian cross-sectional yang dilaksanakan di SMA Negeri 3 Kota Malang,
dengan subjek 75 remaja putri yang dipilih dengan metode simple random
sampling. Data tentang karakteristik dan peran orangtua dalam pemenuhan gizi,
serta usia menarche dan pola menstruasi diperoleh dengan menggunakan
kuesioner dengan wawancara terstruktur. Data tentang BB, TB, LILA dan lingkar
perut didapatkan dengan pengukuran. Analisis data dilakukan secara univariat dan
bivariat (chi-square). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 14,67% remaja putri
termasuk dalam status gizi kurang, 13,33% status gizi lebih (IMT/U), 25,33%
mengalami KEK, dan 22,67% status gizi lebih (lingkar perut >80cm). Dari hasil
analisis tidak terdapat hubungan bermakna antara umur ibu, pendidikan ibu dan
status pekerjaan ibu dengan status gizi (p>0,05). Penelitian ini menunjukkan tidak
terdapat hubungan bermakna antara usia menarche dengan status gizi(p>0,05).,
namun terdapat hubungan bermakna antara pola menstruasi dengan status gizi
(p<0,05). Terdapat hubungan bermakna antara peran orangtua dalam pemenuhan
kebutuhan gizi dengan status gizi berdasarkan IMT/U dan lingkar lengan
(p<0,05), namun tidak berdasarkan lingkar perut (p>0,05). Upaya peningkatan
status gizi untuk berkualitas harus dimulai sedini mungkin terutama pada anak
sekolah sebagai generasi penerus bangsa.