HUBUNGAN KADAR GLUKOSA DARAH ACAK, DAN WOUND DRESSING TERHADAP KESEMBUHAN LUKA KAKI DIABETIKUM DI KOTA MALANG
Cover tidak tersedia
Informasi Publikasi
Pengarang
Taufan Arif, S.Kep., Ns., M.Kep
Tahun Terbit
2018
Penerbit
Poltekkes Kemenkes Malang
Kota Terbit
Malang
Abstraksi
ABSTRAK
HUBUNGAN KADAR GLUKOSA DARAH ACAK DAN WOUND DRESSING TERHADAP KESEMBUHAN LUKA KAKI DIABETIKUM DI KOTA MALANG
Oleh: Taufan Arif
Pendahuluan: Perubahan gaya hidup terutama dikota besar, menyebabkan peningkatan prevalensi penyakit degeneratif seperti Diabetes Mellitus. Luka kaki diabetik merupakan salah satu komplikasi diabetes mellitus yang paling ditakuti. Tungkai kaki yang sirkulasinya tidak lancar akan beresiko terjadi ulkus dan nekrosis. Tujuan penelitian untuk menjelaskan hubungan kadar glukosa darah acak dan wound dressing terhadap kesembuhan kaki diabetikum. Metode: Penelitian menggunakan cross sectiona design. Responden yang digigunakan sebanyak 60 orang. Penelitian ini berada di Klinik Pedis Care Malang. Variabel Independen terdiri atas 1) kadar glukosa darah acak, dan 2) wound dressing. Variabel dependen adalah tingkat kesembuhan luka kaki diabetikum. Analisis data menggunakan uji pearson, spearman, dan regresi linier ganda. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan 1) ada hubungan kadar glukosa darah acak terhadap kesembuhan luka, 2) ada hubungan wound dressing terhadap kesembuhan luka, 3) ada hubungan kadar glukosa darah acak dan wound dressing secara bersama-sama terhadap kesembuhan luka, 4) hubungan wound dressing terhadap kesembuhan luka lebih kuat daripada kadar glukosa darah acak. Diskusi: dengan kondisi glukosa yang dalam keadaan normal akan meningkatkan Nitric Oxode Syntesis sehingga terjadi vasodilatasi arteri. Menjaga kelembapan luka menggunakan modern dressing akan meningkatkan proses autolisis debridement dengan meningkatkan enzim proteoliti. Saran penelitian adalah mengembangkan model pencegahan impairment ulkus diabetikum berdasarkan teori keperawatan lainnya.
Kata Kunci: kadar glukosa darah, wound dressing, luka kaki diabetikum
HUBUNGAN KADAR GLUKOSA DARAH ACAK DAN WOUND DRESSING TERHADAP KESEMBUHAN LUKA KAKI DIABETIKUM DI KOTA MALANG
Oleh: Taufan Arif
Pendahuluan: Perubahan gaya hidup terutama dikota besar, menyebabkan peningkatan prevalensi penyakit degeneratif seperti Diabetes Mellitus. Luka kaki diabetik merupakan salah satu komplikasi diabetes mellitus yang paling ditakuti. Tungkai kaki yang sirkulasinya tidak lancar akan beresiko terjadi ulkus dan nekrosis. Tujuan penelitian untuk menjelaskan hubungan kadar glukosa darah acak dan wound dressing terhadap kesembuhan kaki diabetikum. Metode: Penelitian menggunakan cross sectiona design. Responden yang digigunakan sebanyak 60 orang. Penelitian ini berada di Klinik Pedis Care Malang. Variabel Independen terdiri atas 1) kadar glukosa darah acak, dan 2) wound dressing. Variabel dependen adalah tingkat kesembuhan luka kaki diabetikum. Analisis data menggunakan uji pearson, spearman, dan regresi linier ganda. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan 1) ada hubungan kadar glukosa darah acak terhadap kesembuhan luka, 2) ada hubungan wound dressing terhadap kesembuhan luka, 3) ada hubungan kadar glukosa darah acak dan wound dressing secara bersama-sama terhadap kesembuhan luka, 4) hubungan wound dressing terhadap kesembuhan luka lebih kuat daripada kadar glukosa darah acak. Diskusi: dengan kondisi glukosa yang dalam keadaan normal akan meningkatkan Nitric Oxode Syntesis sehingga terjadi vasodilatasi arteri. Menjaga kelembapan luka menggunakan modern dressing akan meningkatkan proses autolisis debridement dengan meningkatkan enzim proteoliti. Saran penelitian adalah mengembangkan model pencegahan impairment ulkus diabetikum berdasarkan teori keperawatan lainnya.
Kata Kunci: kadar glukosa darah, wound dressing, luka kaki diabetikum