PERAN KELUARGA DALAM PELAKSANAAN IMD DAN PEMBERIAN KOLOSTRUM PADA BUDAYA MADURA DI WILAYAH PUSKESMAS ARJASA JEMBER
Cover tidak tersedia
Informasi Publikasi
Pengarang
RIZA UMAMI, SST., M.Keb
Tahun Terbit
2018
Penerbit
Poltekkes Kemenkes Malang
Kota Terbit
Malang
Abstraksi
RINGKASAN PENELITIAN
Pemberian ASI sedini mungkin yang dimulai dari pelaksanaan Inisiasi
Menyusu Dini (IMD), pemberian kolostrum pada awal kehidupan bayi sampai
pemberian ASI secara eksklusif selama enam bulan pertama dapat
menurunkan angka kesakitan dan kematian pada bayi. Dorongan dan anjuran
dari orang dekat dan anggota keluarga untuk mencari pengobatan akan
berpengaruh besar terhadap keinginan dan motivasi untuk mendapatkan jasa
pelayanan kesehatan. Jenis dukungan keluarga ada empat yaitu dukungan
instrumental, informasional, appraisal dan emosional.
Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mengidentifikasi peran keluarga
dalam pelaksanaan IMD dan pemberian kolostrum pada budaya Madura.
Metode penelitian yang digunakan adalah analitik survey dengan
pendekatan kausatif komparatif. Sampel berjumlah 30 ibu nifas usia >4 hari
dengan melibatkan suami dan anggota kerabat keluarga yang tinggal dalam
satu rumah di wilayah Puskesmas Arjasa Kabupaten Jember.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan peran yang
diberikan oleh kerabat keluarga dibandingkan peran yang diberikan oleh ayah
dalam pelaksanaan IMD dan pemberian kolostrum, hal tersebut kemungkinan
dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, usia dan sosial budaya sekitarnya
sehingga untuk kedepannya Bidan dalam memberikan KIE harus
menggunakan metode dan media yang tepat sehingga efektif dan tepat sasaran
untuk meningkatkan tingkat pengetahuan masyarakat.
Pemberian ASI sedini mungkin yang dimulai dari pelaksanaan Inisiasi
Menyusu Dini (IMD), pemberian kolostrum pada awal kehidupan bayi sampai
pemberian ASI secara eksklusif selama enam bulan pertama dapat
menurunkan angka kesakitan dan kematian pada bayi. Dorongan dan anjuran
dari orang dekat dan anggota keluarga untuk mencari pengobatan akan
berpengaruh besar terhadap keinginan dan motivasi untuk mendapatkan jasa
pelayanan kesehatan. Jenis dukungan keluarga ada empat yaitu dukungan
instrumental, informasional, appraisal dan emosional.
Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mengidentifikasi peran keluarga
dalam pelaksanaan IMD dan pemberian kolostrum pada budaya Madura.
Metode penelitian yang digunakan adalah analitik survey dengan
pendekatan kausatif komparatif. Sampel berjumlah 30 ibu nifas usia >4 hari
dengan melibatkan suami dan anggota kerabat keluarga yang tinggal dalam
satu rumah di wilayah Puskesmas Arjasa Kabupaten Jember.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan peran yang
diberikan oleh kerabat keluarga dibandingkan peran yang diberikan oleh ayah
dalam pelaksanaan IMD dan pemberian kolostrum, hal tersebut kemungkinan
dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, usia dan sosial budaya sekitarnya
sehingga untuk kedepannya Bidan dalam memberikan KIE harus
menggunakan metode dan media yang tepat sehingga efektif dan tepat sasaran
untuk meningkatkan tingkat pengetahuan masyarakat.