PENGARUH PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TERHADAP PELAKSANAAN MANAJEMEN DIABETES MELLITUS DI DESA MALANGSUKO TUMPANG KABUPATEN MALANG
Cover tidak tersedia
Informasi Publikasi
Pengarang
Tavip Dwi Wahyuni, M.Kes
Tahun Terbit
2018
Penerbit
Poltekkes Kemenkes Malang
Kota Terbit
Malang
Abstraksi
ABSTRAK
“Pengaruh Pemberdayaan Masyarakat Terhadap Pelaksanaan Manajemen
Diabetes Mellitus Di Desa Malangsuko Tumpang Kabupaten Malang”
Penelitian Risbinakes Hibah Bersaing Poltekkes Kemenkes Malang 2018. Peneliti
Utama : Tavip Dwi Wahyuni, M.Kes.,
Upaya penanganan penyakit DM diperlukan dukungan dari berbagai pihak
terutama masyarakat dan keluarga selain dari diri penderita sendiri. Masyarakat
dalam upaya penurunan risiko penyakit DM antara lain dengan memberikan
pengetahuan dan pengertian kepada keluarga dan penderita secara langsung,
antara lain pemberdayaan masyarakat tersebut. Pada penelitian ini dilakukan
dengan cara pemberdayaan kader kesehatan dengan cara pelatihan pengetahuan dan
ketrampilan dalam pemeriksaan kesehatan, mulai pemeriksaan tekanan darah,
antropometri (TB. BB dan lingkar perut) dan gula darah. Tujuan dari penelitian ini
adalah menganalisis Pengaruh Pemberdayaan Masyarakat Terhadap Pelaksanaan
Manajemen Diabetes Mellitus Di Desa Malangsuko Tumpang Kabupaten Malang.
Desain penelitian ini adalah Quasi Eksperimen. Jumlah Sampel sebanyak 30
orang Kader dan dibagi dalam 15 responden kelompok control dan 15 responden
kelompok perlakuan. Teknik pengambilan sampel menggunakan Total Sampling..
Variabel independen adalah Pemberdayaan masyarakatdan variabel dependen
adalah pelaksanaan manajemen DM. Metode pengumpulan data menggunakan
wawancara dan observasi dengan instrumen berupa lembar kuesioner Pre Test dan
Post Test dan lembar observasi hasil ketrampilan. Analisis data menggunakan
distribusi frekuensi dan Uji Wilcoxon dengan α = 0.05. Hasil penelitian
menunjukkan nilai pengetahuan pos tes kelompok control sebagian besar
responden (73,3%) cukup baik. Sedangkan pada kelompok perlakuan pengetahuan
pos tes sebagian besar responden (73,3%) baik. Hasil observasi pos tes
ketrampilan kelompok control hampir seluruh responden (80%) kurang baik.
sedangkan ketrampilan pos tes kelompok perlakuan seluruh responden (100%)
baik. Kesimpulan penelitian ini adalah Pemberdayaan Kader Kesehatan Desa
Malangsuko efektif dilakukan karena berdampak positif terhadap pengetahuan dan
ketrampilan dalam mendeteksi secara dini terhadap penyakit DM.
Kata Kunci : Model Edukasi Knowledge Management DM , Pencegahan
Komplikasi DM , diabetes mellitus tipe 2
“Pengaruh Pemberdayaan Masyarakat Terhadap Pelaksanaan Manajemen
Diabetes Mellitus Di Desa Malangsuko Tumpang Kabupaten Malang”
Penelitian Risbinakes Hibah Bersaing Poltekkes Kemenkes Malang 2018. Peneliti
Utama : Tavip Dwi Wahyuni, M.Kes.,
Upaya penanganan penyakit DM diperlukan dukungan dari berbagai pihak
terutama masyarakat dan keluarga selain dari diri penderita sendiri. Masyarakat
dalam upaya penurunan risiko penyakit DM antara lain dengan memberikan
pengetahuan dan pengertian kepada keluarga dan penderita secara langsung,
antara lain pemberdayaan masyarakat tersebut. Pada penelitian ini dilakukan
dengan cara pemberdayaan kader kesehatan dengan cara pelatihan pengetahuan dan
ketrampilan dalam pemeriksaan kesehatan, mulai pemeriksaan tekanan darah,
antropometri (TB. BB dan lingkar perut) dan gula darah. Tujuan dari penelitian ini
adalah menganalisis Pengaruh Pemberdayaan Masyarakat Terhadap Pelaksanaan
Manajemen Diabetes Mellitus Di Desa Malangsuko Tumpang Kabupaten Malang.
Desain penelitian ini adalah Quasi Eksperimen. Jumlah Sampel sebanyak 30
orang Kader dan dibagi dalam 15 responden kelompok control dan 15 responden
kelompok perlakuan. Teknik pengambilan sampel menggunakan Total Sampling..
Variabel independen adalah Pemberdayaan masyarakatdan variabel dependen
adalah pelaksanaan manajemen DM. Metode pengumpulan data menggunakan
wawancara dan observasi dengan instrumen berupa lembar kuesioner Pre Test dan
Post Test dan lembar observasi hasil ketrampilan. Analisis data menggunakan
distribusi frekuensi dan Uji Wilcoxon dengan α = 0.05. Hasil penelitian
menunjukkan nilai pengetahuan pos tes kelompok control sebagian besar
responden (73,3%) cukup baik. Sedangkan pada kelompok perlakuan pengetahuan
pos tes sebagian besar responden (73,3%) baik. Hasil observasi pos tes
ketrampilan kelompok control hampir seluruh responden (80%) kurang baik.
sedangkan ketrampilan pos tes kelompok perlakuan seluruh responden (100%)
baik. Kesimpulan penelitian ini adalah Pemberdayaan Kader Kesehatan Desa
Malangsuko efektif dilakukan karena berdampak positif terhadap pengetahuan dan
ketrampilan dalam mendeteksi secara dini terhadap penyakit DM.
Kata Kunci : Model Edukasi Knowledge Management DM , Pencegahan
Komplikasi DM , diabetes mellitus tipe 2