ANALISA KANDUNGAN LOGAM PADA BUBUR NASI YANG DIOLAH DENGAN BERBAGAI JENIS PERALATAN MEMASAK
Informasi Publikasi
Pengarang
ELOK WIDAYANTI, S.Si, M.Si
Tahun Terbit
2018
Penerbit
Poltekkes Kemenkes Malang
Kota Terbit
Malang
Subjek
Kandungan,Bubur Nasi
Abstraksi
ABSTRAK
Kesehatan adalah hal yang sangat penting dapat dimulai dari menjaga asupan gizi yang
baik agar tubuh selalu sehat dan prima. Selain menjaga asupan gizi kita juga harus bisa
menghindari dan mencegah adanya bahan-bahan berbahaya untuk masuk ke dalam tubuh.
Penelitian ini menunjukkan bahwa peralatan masak tertentu juga dapat menyumbangkan
polutan beracun ke tubuh kita. Ada banyak jenis peralatan masak, yang terbuat dari aluminium,
stainless steel, Teflon dan enamel. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi
logam Pb dan Cr dalam bahan makanan yang dimasak menggunakan berbagai jenis peralatan
memasak menggunakan metode Atomic Absorption Spectrometry (AAS). Hasil yang diperoleh
dalam penelitian ini telah mengungkapkan peralatan memasak memiliki potensi yang berbeda
untuk menambahkan logam kedalam makanan tergantung pada jenis bahan peralatan memasak
yang digunakan. Peralatan memasak Teflon berperan menambahkan kadar logam Cr tertinggi
(0,14 mg/kg) dilanjutkan dengan stainless stell (0,06 mg/kg), enamel (0,03 mg/kg) dan
aluminium (0.01 mg/kg). Berbeda dengan kandungan timbal yang tidak terdeksi di dalam
makanan baik sebelum maupun setelah dilakukan proses pengolahan.
Kesehatan adalah hal yang sangat penting dapat dimulai dari menjaga asupan gizi yang
baik agar tubuh selalu sehat dan prima. Selain menjaga asupan gizi kita juga harus bisa
menghindari dan mencegah adanya bahan-bahan berbahaya untuk masuk ke dalam tubuh.
Penelitian ini menunjukkan bahwa peralatan masak tertentu juga dapat menyumbangkan
polutan beracun ke tubuh kita. Ada banyak jenis peralatan masak, yang terbuat dari aluminium,
stainless steel, Teflon dan enamel. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi
logam Pb dan Cr dalam bahan makanan yang dimasak menggunakan berbagai jenis peralatan
memasak menggunakan metode Atomic Absorption Spectrometry (AAS). Hasil yang diperoleh
dalam penelitian ini telah mengungkapkan peralatan memasak memiliki potensi yang berbeda
untuk menambahkan logam kedalam makanan tergantung pada jenis bahan peralatan memasak
yang digunakan. Peralatan memasak Teflon berperan menambahkan kadar logam Cr tertinggi
(0,14 mg/kg) dilanjutkan dengan stainless stell (0,06 mg/kg), enamel (0,03 mg/kg) dan
aluminium (0.01 mg/kg). Berbeda dengan kandungan timbal yang tidak terdeksi di dalam
makanan baik sebelum maupun setelah dilakukan proses pengolahan.