FAKTOR RISIKO PASIEN STROKE YANG DIRAWAT DI RUANG NEURO RSU BANGIL KABUPATEN PASURUAN
Cover tidak tersedia
Informasi Publikasi
Pengarang
MARSAID, S.Kep.Ns,M.Kep.
Tahun Terbit
2018
Penerbit
Poltekkes Kemenkes Malang
Kota Terbit
Malang
Abstraksi
ABSTRAK
Penyakit stroke sampai saat ini masih merupakan masalah kesehatan yang utama baik di
negara maju maupun di negara berkembang, karena disamping menyebabkan angka
kematian yang tinggi, stroke juga sebagai penyebab kecacatan yang utama. Secara umum
faktor risiko dibagi dua yaitu faktor risiko yang tidak dapat diubah antara lain usia, jenis
kelamin, ras atau etnik, riwayat keluarga (keturunan) dan faktor risiko yang dapat diubah
antara lain hipertensi, merokok, diabetes melitus, kelainan jantung, dislipidemia, latihan
fisik, pola diit dan konsumsi alkohol yang berlebihan. Tujuan penelitian untuk
mengidentifikasi dan menjelaskan faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian stroke.
Penelitian ini menggunakan rancangan studi potong lintang, dengan jumlah sampel
sebanyak 88 responden. Teknik pengambilan sampel dengan consecutive sampling. Analisa
data yang digunakan adalah analisa multivariat (regresi logistik). Hasil analisis hubungan
antara factor resiko stroke yang tidak dapat dimodifikasi dengan kejadian stroke hemoragik
yang mempunyai hubungan yang signifikan yaitu factor resiko umur (nilai p=0,036) dan
riwayat keturunan (nilai p=0,045). Sedangkan hasil analisis hubungan antara factor resiko
stroke yang dapat dimodifikasi dengan kejadian stroke hemoragik yang mempunyai
hubungan yang signifikan yaitu factor resiko hipertensi (nilai p=0,027), DM (nilai p=0,023),
dislipidemia (nilai p=0,038) dan pola diit (nilai p=0,031). Faktor risiko hipertensi
merupakan faktor risiko yang paling dominan dengan OR = 22,767. Untuk mencegah dan
menurunkan kejadian penyakit stroke dibutuhkan berbagai upaya antara lain melalui
kegiatan promotif dan penelitian tentang analisis faktor risiko pasien stroke.
Kata kunci: factor resiko stroke
Penyakit stroke sampai saat ini masih merupakan masalah kesehatan yang utama baik di
negara maju maupun di negara berkembang, karena disamping menyebabkan angka
kematian yang tinggi, stroke juga sebagai penyebab kecacatan yang utama. Secara umum
faktor risiko dibagi dua yaitu faktor risiko yang tidak dapat diubah antara lain usia, jenis
kelamin, ras atau etnik, riwayat keluarga (keturunan) dan faktor risiko yang dapat diubah
antara lain hipertensi, merokok, diabetes melitus, kelainan jantung, dislipidemia, latihan
fisik, pola diit dan konsumsi alkohol yang berlebihan. Tujuan penelitian untuk
mengidentifikasi dan menjelaskan faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian stroke.
Penelitian ini menggunakan rancangan studi potong lintang, dengan jumlah sampel
sebanyak 88 responden. Teknik pengambilan sampel dengan consecutive sampling. Analisa
data yang digunakan adalah analisa multivariat (regresi logistik). Hasil analisis hubungan
antara factor resiko stroke yang tidak dapat dimodifikasi dengan kejadian stroke hemoragik
yang mempunyai hubungan yang signifikan yaitu factor resiko umur (nilai p=0,036) dan
riwayat keturunan (nilai p=0,045). Sedangkan hasil analisis hubungan antara factor resiko
stroke yang dapat dimodifikasi dengan kejadian stroke hemoragik yang mempunyai
hubungan yang signifikan yaitu factor resiko hipertensi (nilai p=0,027), DM (nilai p=0,023),
dislipidemia (nilai p=0,038) dan pola diit (nilai p=0,031). Faktor risiko hipertensi
merupakan faktor risiko yang paling dominan dengan OR = 22,767. Untuk mencegah dan
menurunkan kejadian penyakit stroke dibutuhkan berbagai upaya antara lain melalui
kegiatan promotif dan penelitian tentang analisis faktor risiko pasien stroke.
Kata kunci: factor resiko stroke