Karya Tulis
Karya Tulis Dosen
Jelajahi koleksi karya tulis dosen Poltekkes Kemenkes Malang.
Menampilkan
821–830
dari
1395
karya tulis dosen
2018
KESESUAIAN WAKTU KERJA BERDASARKAN BEBAN KERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT LAVALETTE DAN PANTI NIRMALA MALANG
Lihat Detail KaryaLihat Abstraksi
Kesesuaian Waktu Kerja Berdasarkan Beban Kerja Perawat di Rumah Sakit
Lavalette dan Panti Nirmala Malang. Tutik Herawati, (Peneliti Utama,)
Kata Kunci : Waktu Kerja, Beban Kerja, Perawat .
Perawat merupakan bagian dari tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan di
bidang perawatan. Perawat dalam memberikan asuhan keperawatan pasien
membutuhkan waktu kerja sesuai dengan beban kerja yang diberikan untuk
diselesaikan secara tuntas. Beban kerja adalah sejumlahtarget pekerjaan atau
hasil yang harus dicapai dalam kurun waktu tertentu (Kep.Menpan no.75/2004).
Perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien menyesuaikan
dengan tingkat ketergantungan pasien. Tingkat ketergantungan pasien
menyesuaikan kondisi pasien yaitu dan berhubungan dengan penyelesaiaan beban
kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian waktu kerja
dan beban kerja perawat di Rumah Sakit Lavallette dan Panti Nirmala Malang.
Desain penelitian ini adalah korelasi. Populasi dan sampel sesuai dengan inklusi
adalah perawat di ruang rawat inap sebanyak 100 orang dengan masing-masing
rumah sakit 50 responden. Analisis yang digunakan adalah Pearson test.
Diperoleh hasil Ha diterima dengan signifikasi α = 0.000 < 0.05 dan Ho ditolak
yang berarti bahwa ada kesesuaian antara waktu kerja dengan beban kerja perawat
di Rumah Sakit Lavalette dan Panti Nirmala Malang. Rekomendasi dari penelitian
ini adalah penelitian ini bisa dikembangkan dengan penelitian korelasi hubungan
Beban Kerja dengan remunarasi perawat.
Lavalette dan Panti Nirmala Malang. Tutik Herawati, (Peneliti Utama,)
Kata Kunci : Waktu Kerja, Beban Kerja, Perawat .
Perawat merupakan bagian dari tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan di
bidang perawatan. Perawat dalam memberikan asuhan keperawatan pasien
membutuhkan waktu kerja sesuai dengan beban kerja yang diberikan untuk
diselesaikan secara tuntas. Beban kerja adalah sejumlahtarget pekerjaan atau
hasil yang harus dicapai dalam kurun waktu tertentu (Kep.Menpan no.75/2004).
Perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien menyesuaikan
dengan tingkat ketergantungan pasien. Tingkat ketergantungan pasien
menyesuaikan kondisi pasien yaitu dan berhubungan dengan penyelesaiaan beban
kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian waktu kerja
dan beban kerja perawat di Rumah Sakit Lavallette dan Panti Nirmala Malang.
Desain penelitian ini adalah korelasi. Populasi dan sampel sesuai dengan inklusi
adalah perawat di ruang rawat inap sebanyak 100 orang dengan masing-masing
rumah sakit 50 responden. Analisis yang digunakan adalah Pearson test.
Diperoleh hasil Ha diterima dengan signifikasi α = 0.000 < 0.05 dan Ho ditolak
yang berarti bahwa ada kesesuaian antara waktu kerja dengan beban kerja perawat
di Rumah Sakit Lavalette dan Panti Nirmala Malang. Rekomendasi dari penelitian
ini adalah penelitian ini bisa dikembangkan dengan penelitian korelasi hubungan
Beban Kerja dengan remunarasi perawat.
Karya Tulis
2018
Klasifikasi Kandungan Nitrogen berdasarkan Warna Daun melalui Color Clustering menggunakan Metode Fuzzy C Means dan Hybrid PSO K-Means
Lihat Detail Karya
Karya Tulis
2018
KOMPARASI DAYA ADSORPSI SILIKA ABU SEKAM PADI DAN SILIKA AMPAS TEBU DALAM ADSORPSI ION Pb(II)
Lihat Detail KaryaLihat Abstraksi
ABSTRAK
Pencemaran lingkungan merupakan salah satu masalah utama yang dihadapi saat ini. Logam berat, yang merupakan polutan utama saat ini, jumlahnya semakin meningkat seiring semakin meningkatnya kegiatan industri. Timbal merupakan logam berat yang memiliki toksisitas tinggi apabila masuk ke dalam tubuh manusia. Hal ini ditunjukkan dengan nilai LD 50 Pb yaitu 500 mg/kg berat badan. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2001, konsentrasi maksimum Pb(II) yang diijinkan di perairan adalah 0,03 mg/L. Oleh karena itu, keberadaan Pb(II) di perairan perlu dikendalikan agar pencemaran di perairan dapat berkurang Berbagai metode telah banyak dikembangkan untuk mengurangi kadar logam berat di perairan salah satunya adalah adsorpsi. Adsorben yang banyak digunakan untuk ekstraksi logam berat adalah silika. Salah satu sumber silika yang sangat potensial adalah abu sekam padi dan abu ampas tebu. Abu sekam padi mengandung silika sebesar 86,9% - 97,3% sedangkan abu ampas tebu mempunyai kandungan silika (SiO2) sebesar71%. Pada penelitian ini, akan dibandingkan daya adsorpsi silika dari abu sekam padi dan ampas tebu terhadap adsorpsi Pb(II). Kapasitas tukar kation pada masing – masing adsorben akan diteliti untuk mengetahui kemampuan ikatan silika dengan ion logam dan juga untuk mengetahui seberapa mudah ion terikat dapat tertukar. Karakterisasi kedua adsorben dilakukan dengan analisis gugus aktif menggunakan instrument FT-IR dan analisis permukaan adsorben menggunakan SEM. Kapasistas adsorpsi dan recovery akan dianalisis dengan mengukur absorbansi larutan rendemen menggunakan instrumen AAS.
Pencemaran lingkungan merupakan salah satu masalah utama yang dihadapi saat ini. Logam berat, yang merupakan polutan utama saat ini, jumlahnya semakin meningkat seiring semakin meningkatnya kegiatan industri. Timbal merupakan logam berat yang memiliki toksisitas tinggi apabila masuk ke dalam tubuh manusia. Hal ini ditunjukkan dengan nilai LD 50 Pb yaitu 500 mg/kg berat badan. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2001, konsentrasi maksimum Pb(II) yang diijinkan di perairan adalah 0,03 mg/L. Oleh karena itu, keberadaan Pb(II) di perairan perlu dikendalikan agar pencemaran di perairan dapat berkurang Berbagai metode telah banyak dikembangkan untuk mengurangi kadar logam berat di perairan salah satunya adalah adsorpsi. Adsorben yang banyak digunakan untuk ekstraksi logam berat adalah silika. Salah satu sumber silika yang sangat potensial adalah abu sekam padi dan abu ampas tebu. Abu sekam padi mengandung silika sebesar 86,9% - 97,3% sedangkan abu ampas tebu mempunyai kandungan silika (SiO2) sebesar71%. Pada penelitian ini, akan dibandingkan daya adsorpsi silika dari abu sekam padi dan ampas tebu terhadap adsorpsi Pb(II). Kapasitas tukar kation pada masing – masing adsorben akan diteliti untuk mengetahui kemampuan ikatan silika dengan ion logam dan juga untuk mengetahui seberapa mudah ion terikat dapat tertukar. Karakterisasi kedua adsorben dilakukan dengan analisis gugus aktif menggunakan instrument FT-IR dan analisis permukaan adsorben menggunakan SEM. Kapasistas adsorpsi dan recovery akan dianalisis dengan mengukur absorbansi larutan rendemen menggunakan instrumen AAS.
Karya Tulis
2018