Menampilkan
801–810
dari
1395
karya tulis dosen
Cover tidak tersedia
2018
EFEKTIFITAS PERGERAKAN SEDERHANA EKSTRIMITAS TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSDA PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2
Lihat Detail Karya
Pengarang:
Nurul Hidayah
Penerbit:
Polkesma
(Malang)
2018
EFEKTIFITAS TERAPI MUSIK TERHADAP PENCEGAHAN POSTPARTUM BLUES PADA IBU PRIMIPARA
Lihat Detail Karya
Pengarang:
Dwi Estuning Rahayu, Surachmindari
Penerbit:
Poltekkes Kemenkes Malang
(Malang)
Cover tidak tersedia
2018
Efektifitas Terapi Musik Terhadap Pencegahan Postpartum Blues Pada Ibu Primipara
Lihat Detail Karya
Pengarang:
Dwi Estuning Rahayu, SuracHmindari
Penerbit:
Poltekkes Kemenkes Malang
(Malang)
Cover tidak tersedia
2018
EFEKTIVITAS PROGRAM EDUKASI KOMIK GIZI BERBASIS PERMASALAHAN ZAT GIZI UTAMA MENURUT LINNEAR PROGRAMMING TERHADAP PERBAIKAN POLA MAKAN, ASUPAN ZAT GIZI YANG MENJADI MASALAH UTAMA DAN KADAR HEMOGLOBIN REMAJA PUTRI ANEMIA DI PESANTREN KOTA MALANG
Lihat Detail Karya
Pengarang:
Dr. Annasari Mustafa,SKM.,MSc , Sugeng Iwan, S.TP.,M.Kes., Carissa Cerdasari, S.Gz.,M.P.H., Rani Nurmayanti, S.ST. M.Gizi
Penerbit:
Poltekkes Kesehatan Malang
(Malang)
Subjek:
EDUKASI KOMIK GIZI,POLA MAKAN,KADAR HEMOGLOBIN,LINNEAR PROGRAMMING
Cover tidak tersedia
2018
English Fir Midwifery
Lihat Detail Karya
Pengarang:
Tim Dosen MK
Penerbit:
Poltekkes Kesehatan Malang
(Malang)
2018
FAKTOR RISIKO PASIEN STROKE YANG DIRAWAT DI RUANG NEURO RSU BANGIL KABUPATEN PASURUAN
Lihat Detail Karya
Pengarang:
MARSAID, S.Kep.Ns,M.Kep.
Penerbit:
Poltekkes Kemenkes Malang
(Malang)
Lihat Abstraksi
ABSTRAK
Penyakit stroke sampai saat ini masih merupakan masalah kesehatan yang utama baik di
negara maju maupun di negara berkembang, karena disamping menyebabkan angka
kematian yang tinggi, stroke juga sebagai penyebab kecacatan yang utama. Secara umum
faktor risiko dibagi dua yaitu faktor risiko yang tidak dapat diubah antara lain usia, jenis
kelamin, ras atau etnik, riwayat keluarga (keturunan) dan faktor risiko yang dapat diubah
antara lain hipertensi, merokok, diabetes melitus, kelainan jantung, dislipidemia, latihan
fisik, pola diit dan konsumsi alkohol yang berlebihan. Tujuan penelitian untuk
mengidentifikasi dan menjelaskan faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian stroke.
Penelitian ini menggunakan rancangan studi potong lintang, dengan jumlah sampel
sebanyak 88 responden. Teknik pengambilan sampel dengan consecutive sampling. Analisa
data yang digunakan adalah analisa multivariat (regresi logistik). Hasil analisis hubungan
antara factor resiko stroke yang tidak dapat dimodifikasi dengan kejadian stroke hemoragik
yang mempunyai hubungan yang signifikan yaitu factor resiko umur (nilai p=0,036) dan
riwayat keturunan (nilai p=0,045). Sedangkan hasil analisis hubungan antara factor resiko
stroke yang dapat dimodifikasi dengan kejadian stroke hemoragik yang mempunyai
hubungan yang signifikan yaitu factor resiko hipertensi (nilai p=0,027), DM (nilai p=0,023),
dislipidemia (nilai p=0,038) dan pola diit (nilai p=0,031). Faktor risiko hipertensi
merupakan faktor risiko yang paling dominan dengan OR = 22,767. Untuk mencegah dan
menurunkan kejadian penyakit stroke dibutuhkan berbagai upaya antara lain melalui
kegiatan promotif dan penelitian tentang analisis faktor risiko pasien stroke.
Kata kunci: factor resiko stroke
2018
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA MAHASISWI POLTEKKES KEMENKES MALANG
Lihat Detail Karya
Pengarang:
CARISSA CERDASARI, S.Gz., MPH
Penerbit:
Poltekkes Kemenkes Malang
(Malang)
Lihat Abstraksi
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan faktor-faktor yang berhubungan dengan kadar hemoglobin pada mahasiswi Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Malang. Kadar hemoglobin yang rendah dari normal terbukti dapat menurunkan tingkat konsentrasi, produktivitas, dan prestasi mahasiswa. Melalui kajian ini diharapkan dapat diketahui penyebab terjadinya hemoglobin yang rendah sehingga dapat ditingkatkan upaya-upaya untuk pencegahannya.
Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross–sectional untuk melihat ada tidaknya hubungan kebiasaan sarapan dan asupan makan (energi, protein, zat besi, vitamin A, vitamin B12, vitamin C dan asam folat) terhadap kadar hemoglobin pada mahasiswi. Variabel bebas dan terikat dikumpulkan dan dianalisa secara bersamaan. Pada penelitian ini dilakukan wawancara untuk menggali kebiasaan sarapan dan asupan makan (energi, protein, zat besi, vitamin A, vitamin B12, vitamin C dan asam folat). Selain itu dilakukan pengukuran kadar hemoglobin dengan metode cyanmethemoglobin. Data konsumsi makan dikumpulkan melalui wawancara menggunakan form food recall 3x24 jam, yang kemudian diolah sehingga diperoleh data asupan makan.
Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis secara statistik untuk melihat hubungan antara dua variabel, yaitu: untuk melihat hubungan antara kebiasaan sarapan dan asupan zat gizi dengan kadar hemoglobin menggunakan menggunakan Spearman test. Selanjutnya juga dilihat perbedaan kebiasaan sarapan dan asupan zat gizi berdasarkan kadar Hb menggunakan uji t tidak berpasangan dan uji Mann-Whitney.
Tidak ditemukan hubungan antara kebiasaan sarapan dan asupan zat gizi dengan kadar Hb (p>0,05). Meski tidak tampak perbedaan secara signifikan, terdapat kecenderungan asupan energi, zat besi, dan vitamin C yang lebih tinggi pada mahasiswi dengan kadar Hb yang normal.
Cover tidak tersedia
2018
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BIAYA PELAYANAN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT PERMATA BUNDA MALANG
Lihat Detail Karya
Pengarang:
PUGUH PRIYO WIDODO, Amd. RMIK., S.Si., MMRS
Penerbit:
Polkesma Jurusan PMIK
(Malang)
Subjek:
Asuransi Kesehatan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK
PUGUH PRIYO WIDODO, 88.06.1.214, Prodi DIII Asuransi Kesehatan. Jurusan Kesehatan Terapan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Biaya Pelayanan Kesehatan Rawat Inap Di RSPB.
Latar belakang penelitian ini adalah peningkatan biaya kesehatan rawat inap yang terus meningkat sedangkan tarif INA-CBGs yang kecil. Sehingga memerlukan analisis yang lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan biaya kesehatan kesehatan rawat inap. Penelitian ini menggunakan studi crosssectional dengan metode kuantitatif, dengan melihat faktor-faktor yang mempengaruhi biaya pelayanan kesehatan rawat inap di RSPB berdasarkan hasil penelitian, faktor yang mempengaruhi biaya pelayanan kesehatan rawat inap adalah biaya obat dengan nilai absolute standardized coefficient 0,650 .Sehingga menyikapi permasalahan tersebut, diperlukan kebijakan tentang penggunaan obat sesuia dengan formularium RS dan Panduan praktik klinis.
2018
Fitness and Learning Performance among Polytechnic Students
Lihat Detail Karya
Pengarang:
Sri Rahayu
Penerbit:
Poltekkes Kemenkes Malang
(Malang)
2018
GAMBARAN PELAKSANAAN PENINGKATAN PELAYANAN KESEHATAN IBU DAN ANAK DI PUSKESMAS SEMPU KABUPATEN BANYUWANGI
Lihat Detail Karya
Pengarang:
Susilawati, SST,M.Kes
Penerbit:
Poltekkes Kemenkes Malang
(Malang)
Subjek:
Kesehatan,Ibu Anak
Lihat Abstraksi
ABSTRAK
Penelitian ini dilatar belakangi oleh keberhasilan Puskesmas Sempu dengan berbagai
inovasi yang mendorong tercapainya target-target pencapaian MDGS Puskesmas Sempu
dimana salah satu target MDGs adalah penurunan angka kematian ibu (AKI). Puskesmas
Sempu Kabupaten Banyuwangi adalah Puskesmas yang mengembangkan inovasi
pelayanan kesehatan jemput bola mencari warga yang sakit kemudian langsung diberi
perawatan di rumahnya tanpa harus mengunjungi Puskesmas. Inovasi tersebut diberi nama
Pencari Mas, akronim dari Pencari Masyarakat Sakit dan program Stop Angka Kematian
Ibu dan Anak disingkat Sakina, Pemburu Ibu Hamil Risiko Tinggi (Bumil Risti),Ayo
kembali ke Asi yang di promotori loper koran .
Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan gambaran inovasi yang dilakukan oleh
Puskesmas Sempu pada pelayanan ibu hamil, bersalin, nifas dan neonatus. Penelitian ini
menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan informan Bidan, dokter, perawat dan
masyarakat yang terlibat dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak.
Hasil Penelitian diadapatkan bahwa di dalam upaya pelaksanaan peningkatan kesehatan
ibu dan anak di Puskesmas sempu dengan meningkatkan pemeberdayaan masyarakat
dengan melakukan inovasi program – program kesehatan ibu dan anak diantaranya ;
Program SAKINA ( Stop Kematian Ibu dan Anak ), Generasi Anak Top (Gerakan
Memberikan ASI Ibu dan Anak Tumbuh Optimal) serta Kampung KB. Kegiatan utama
dalam peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak adalah program SAKINA yang dari program
itu terbenyuk pemburu ibu hamil yang dilakukan oleh pedagang Sayur “Mlijo”, Laskar Ibu
hamil yang anggotanya adalah kader dan Layanan Jemput Ibu (LAJU) serta Kolaborasi
engan Bhabinkamtibmas dalam evakuasi ibu hamil di daerah terpencil dngan medan
tersulit.
Kesimpulan penelitian ini bahwa dalam pelaksanaan peningkatan kesehatan ibu dan
anak dibutuhkan pemberdayaan masyarakat untuk dapat berperanserta aktif dalam
membantu kesehatan masyarakat, juga dibutuhkan kerjasama yang baik antara masyarakat,
petugas kesehatan, aparat pemerintah dan petugas terkait yang merupakan pendukung
kesehatan misalnya BPJS. Sehingga upaya yang dilakukan di puskesmas sempu dapat
dijadikan contoh dan dapat diterapkan di Puskesmas lain agar dapat tercapainya
peningkatan pelaksanaan kesehatan ibu dan anak.