Karya Tulis
Karya Tulis Dosen
Jelajahi koleksi karya tulis dosen Poltekkes Kemenkes Malang.
Menampilkan
791–800
dari
1395
karya tulis dosen
2018
Buku Praktis Gizi Ibu Hamil
Lihat Detail Karya
Subjek:
Gizi
Lihat Abstraksi
KATA PENGANTAR
Puji syukur selayaknya kita panjatkan kehadapan Tuhan
Yang Maha Esa, karena berkat Rahmat dan HidayahNya sehingga
masih diberikan nikmat sehat untuk menyelesaikan “Buku Praktis
Ibu Hamil” ini.
Kehamilan merupakan proses fisiologis yang normal dan
alamiah bagi setiap wanita yang telah menikah sehingga berusaha
untuk dapat menjaga kehamilannya agar janin yang dikandung dan
ibu yang sedang hamil tetap sehat sampai saat melahirkan. Perhatian
yang ditujukan bukan hanya kesehatan ibu, tetapi kecukupan gizi
bagi janin dan ibu yang sedang hamil juga menjadi prioritas karena
gizi menunjang kesehatan ibu hamil sampai saat melahirkan tiba.
Buku Praktis Gizi Ibu Hamil ini menyajikan tentang teori
kehamilan, gizi pada ibu hamil, kelas ibu hamil, sampai dengan
pemberdayaan kelas ibu hamil, yang dimaksudkan agar ibu hamil
yang membaca buku Praktis ini dapat memperoleh informasi yang
lengkap sesuai dengan kebutuhan ibu hamil. Buku Praktis ini
disusun dengan bahasa yang sederhana agar mudah dimengerti oleh
semua ibu hamil dari berbagai kalangan sehingga dapat lebih mudah
memahami informasi yang disajikan dalam buku ini.
Tidak lupa kami sampaikan terima kasih kepada semua
pihak yang telah membantu dalam penyusunan buku Praktis ini yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu. Kami menyadari
bahwa buku Praktis ini masih jauh dari kesempurnaan sehingga
saran yang membangun sangat kami harapkan.
Akhir kata kami ucapkan syukur Alhamdulillah serta kami
berharap buku Praktis gizi ibu hamil ini dapat bermanfaat bagi
semua pembaca, khususnya ibu hamil dan keluarganya yang sedang
mempersiapkan kehamilan yang sehat sampai saat melahirkan.
Malang, Februari 2018
Penulis
Puji syukur selayaknya kita panjatkan kehadapan Tuhan
Yang Maha Esa, karena berkat Rahmat dan HidayahNya sehingga
masih diberikan nikmat sehat untuk menyelesaikan “Buku Praktis
Ibu Hamil” ini.
Kehamilan merupakan proses fisiologis yang normal dan
alamiah bagi setiap wanita yang telah menikah sehingga berusaha
untuk dapat menjaga kehamilannya agar janin yang dikandung dan
ibu yang sedang hamil tetap sehat sampai saat melahirkan. Perhatian
yang ditujukan bukan hanya kesehatan ibu, tetapi kecukupan gizi
bagi janin dan ibu yang sedang hamil juga menjadi prioritas karena
gizi menunjang kesehatan ibu hamil sampai saat melahirkan tiba.
Buku Praktis Gizi Ibu Hamil ini menyajikan tentang teori
kehamilan, gizi pada ibu hamil, kelas ibu hamil, sampai dengan
pemberdayaan kelas ibu hamil, yang dimaksudkan agar ibu hamil
yang membaca buku Praktis ini dapat memperoleh informasi yang
lengkap sesuai dengan kebutuhan ibu hamil. Buku Praktis ini
disusun dengan bahasa yang sederhana agar mudah dimengerti oleh
semua ibu hamil dari berbagai kalangan sehingga dapat lebih mudah
memahami informasi yang disajikan dalam buku ini.
Tidak lupa kami sampaikan terima kasih kepada semua
pihak yang telah membantu dalam penyusunan buku Praktis ini yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu. Kami menyadari
bahwa buku Praktis ini masih jauh dari kesempurnaan sehingga
saran yang membangun sangat kami harapkan.
Akhir kata kami ucapkan syukur Alhamdulillah serta kami
berharap buku Praktis gizi ibu hamil ini dapat bermanfaat bagi
semua pembaca, khususnya ibu hamil dan keluarganya yang sedang
mempersiapkan kehamilan yang sehat sampai saat melahirkan.
Malang, Februari 2018
Penulis
Karya Tulis
Karya Tulis
Karya Tulis
2018
Efek Pemberian Massagecounterpressure Dan Aromaterapi Lavender Terhadap Tingkat Nyeri Dan Kadar Hormon Oksitosin Pada Kala I Fase Aktif Persalinan Normal
Lihat Detail KaryaLihat Abstraksi
ABSTRAK
Judul : “Efek Pemberian Massage counterpressure Dan Aromaterapi Lavender
Terhadap Tingkat Nyeri Dan Kadar Hormon Oksitosin Pada Kala I
Fase Aktif Persalinan Normal”.
Peneliti : Sumy Dwi Antono
Massage counterpressure dan Aromaterapi merupakan salah satu metode
nonfarmakologis untuk mengurangi rasa nyeri pada proses persalinan. Massage
counterpressure dapat menutup gerbang pesan nyeri yang akan dihantarkan menuju
medulla spinalis dan otak yang menyebabkan penurunan sensasi nyeri.
Aromaterapi/bau-bauan yang menyenangkan dan memberikan rasa nyaman serta
relaksasi pada tubuh dan pikiran ibu, rasa nyeri dan cemas akan tereduksi. Sehingga
nyeri akan berkurang.
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan tingkat nyeri kala I fase aktif
persalinan normal dengan pemberian massage counterpressure dan aromaterapi
lavender di Rumah Sakit Aura Syifa. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain
penelitian komparatif 2 sampel berpasangan, dimana terdapat dua kelompok yang
akan dibandingkan dan akan diberikan pretest sebelum diberikan perlakuan, dan
diberikan posttest setelah diberikan perlakuan. Alat pengumpulan data yang
digunakan dalam penelitian ini berupa lembar observasi yang berguna untuk
melakukan penilaian terhadap tingkat nyeri yang dialami oleh responden sebelum dan
sesudah diberikan perlakuan yaitu Lembar observasi pengukuran tingkat nyeri dengan
menggunakan skala nyeri Verbal Descriptor Scale (VDS).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan tingkat nyeri kala I fase
aktif persalinan normal dengan massagecounterpressure sebelum dan sesudah
pemberian, ada perbedaan tingkat nyeri kala I fase aktif persalinan normal dengan
aromaterapi lavender sebelum dan sesudah pemberian, tidak ada perbedaan tingkat
nyeri kala I fase aktifpersalinan normal kelompok control, tidak ada perbedaan kadar
oksitosin kala I fase aktif persalinan normal dengan massagecounterpressure sebelum
dan sesudah pemberian, tidak ada perbedaan kadar oksitosin kala I fase aktif
persalinan normal dengan aromaterapi lavender sebelum dan sesudah pemberian,
tidak ada perbedaan kadar oksitosin kala I fase aktif persalinan normal kelompok
control, tidak ada perbedaan pemberian massagecounterpressure dan aromaterapi
lavender terhadaptingkat nyeri kala I fase aktif persalinan normal dan tidak ada
perbedaan pemberian massagecounterpressure dan aromaterapi lavender
terhadapkadar oksitosin pada kala I fase aktif persalinan normal.
Kata kunci: Massage counterpressure, Aromaterapi Lavender
Judul : “Efek Pemberian Massage counterpressure Dan Aromaterapi Lavender
Terhadap Tingkat Nyeri Dan Kadar Hormon Oksitosin Pada Kala I
Fase Aktif Persalinan Normal”.
Peneliti : Sumy Dwi Antono
Massage counterpressure dan Aromaterapi merupakan salah satu metode
nonfarmakologis untuk mengurangi rasa nyeri pada proses persalinan. Massage
counterpressure dapat menutup gerbang pesan nyeri yang akan dihantarkan menuju
medulla spinalis dan otak yang menyebabkan penurunan sensasi nyeri.
Aromaterapi/bau-bauan yang menyenangkan dan memberikan rasa nyaman serta
relaksasi pada tubuh dan pikiran ibu, rasa nyeri dan cemas akan tereduksi. Sehingga
nyeri akan berkurang.
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan tingkat nyeri kala I fase aktif
persalinan normal dengan pemberian massage counterpressure dan aromaterapi
lavender di Rumah Sakit Aura Syifa. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain
penelitian komparatif 2 sampel berpasangan, dimana terdapat dua kelompok yang
akan dibandingkan dan akan diberikan pretest sebelum diberikan perlakuan, dan
diberikan posttest setelah diberikan perlakuan. Alat pengumpulan data yang
digunakan dalam penelitian ini berupa lembar observasi yang berguna untuk
melakukan penilaian terhadap tingkat nyeri yang dialami oleh responden sebelum dan
sesudah diberikan perlakuan yaitu Lembar observasi pengukuran tingkat nyeri dengan
menggunakan skala nyeri Verbal Descriptor Scale (VDS).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan tingkat nyeri kala I fase
aktif persalinan normal dengan massagecounterpressure sebelum dan sesudah
pemberian, ada perbedaan tingkat nyeri kala I fase aktif persalinan normal dengan
aromaterapi lavender sebelum dan sesudah pemberian, tidak ada perbedaan tingkat
nyeri kala I fase aktifpersalinan normal kelompok control, tidak ada perbedaan kadar
oksitosin kala I fase aktif persalinan normal dengan massagecounterpressure sebelum
dan sesudah pemberian, tidak ada perbedaan kadar oksitosin kala I fase aktif
persalinan normal dengan aromaterapi lavender sebelum dan sesudah pemberian,
tidak ada perbedaan kadar oksitosin kala I fase aktif persalinan normal kelompok
control, tidak ada perbedaan pemberian massagecounterpressure dan aromaterapi
lavender terhadaptingkat nyeri kala I fase aktif persalinan normal dan tidak ada
perbedaan pemberian massagecounterpressure dan aromaterapi lavender
terhadapkadar oksitosin pada kala I fase aktif persalinan normal.
Kata kunci: Massage counterpressure, Aromaterapi Lavender
2018
Efektifitas Gel Pad Tapioka Untuk Penyem uhan Luka Derajat 2 Di Puskesmas Lawang
Lihat Detail Karya
Karya Tulis
2018
EFEKTIFITAS GEL TAPIOKA UNTUK PENYEMBUHAN LUKA DERAJAT 2 DI PUSKESMAS LAWANG
Lihat Detail KaryaLihat Abstraksi
Abstrak
Terapi menggunakan kompres dingin pada jahitan dapat memati rasa di daerah tersebut dan mengurangi rasa sakit serta pembengkakan. Pemakaian kompres gel pad dapat dilakukan sebagai ganti kompres es dingin. Kompres gel pad tapioka dapat digunakan oleh pasien yang mengalami nyeri akibat luka terbuka. Kompres gel pad tapioka ini dapat bertahan selama 6 jam sehari. Pemakaian gel pad tapioka selama 10 menit tiap 3-4 jam. Kompres gel pad tapioka memberikan efek anesthesi lokal pada daerah nyeri. Kompres gel pad tapioka sangat aman dan nyaman, sehingga tidak mengganggu aktifitas pasien yang mengalami luka terbuka. Desain penelitian: non equivalent control group pretest and posttest design. Rancangan ini dengan menggunakan dua kelompok. Populasi penelitian ini adalah pasien luka terbuka derajat 2 di Puskesmas Lawang – Malang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 20 orang yang mengalami luka terbuka derajat 2 dan dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok 1 (perlakuan) dan kelompok 2 (kontrol). Menggunakan simple random sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan komputer digunakan uji t-test dengan tingkat kemaknaan yang ditentukan sebesar (α) 0,05. Gel pad tapioka diberikan sebagai kompres pada luka terbuka derajat 2 dapat membantu memberikan rasa nyaman karena rasa dingin yang tersimpan lebih lama di dalam jelli sehingga membantu mengurangi rasa nyeri serta kandungan tapioka yang dapat membantu proses penyembuhan luka terbuka derajat 2. Gel pad tapioka sangat efektif untuk mengurangi rasa nyeri dan membantu mempercepat proses penyembuhan luka pada luka terbuka derajat 2.
RISBINAKES RESEARCH
HEALTH POLITECHNIC OF THE MINISTRY OF HEALTH, MALANG
2018
Research Title
Pad Tapioca Gel As A Therapy For Wound Healing Process Degree 2
Abstract
Therapy using cold compresses on the sutures can nourish the area and reduce pain and swelling. The use of compress gel pad can be done instead of cold ice compresses. Gel compresses on tapioca can be used by patients who experience pain due to open wounds. This gel pad compresses tapioca can last for 6 hours a day. Use gel on tapioca for 10 minutes every 3-4 hours. Gel compresses on tapioca provide local anesthetic effects on the area of pain. Gel compresses on tapioca are very safe and comfortable, so they do not interfere with the activities of patients who experience open wounds. Research design: non equivalent control group pretest and posttest design. This design uses two groups. The population of this study was 2nd degree open wound patients at Lawang Health Center - Malang. The sample in this study amounted to 20 people who suffered 2nd degree open wounds and were divided into 2 groups, namely group 1 (treatment) and group 2 (control). Using simple random sampling. Data analysis was performed using a computer using the t-test with a significance level determined at (α) 0.05. The tapioca gel pad given as a compress on the 2nd degree open wound can help provide a sense of comfort because the cold feeling is stored longer in the jelly so that it helps reduce pain and tapioca content which can help open wound healing degrees 2. Tapioca gel pad is very effective for reduce pain and help speed up the healing process of wounds in 2nd degree open wounds.
Terapi menggunakan kompres dingin pada jahitan dapat memati rasa di daerah tersebut dan mengurangi rasa sakit serta pembengkakan. Pemakaian kompres gel pad dapat dilakukan sebagai ganti kompres es dingin. Kompres gel pad tapioka dapat digunakan oleh pasien yang mengalami nyeri akibat luka terbuka. Kompres gel pad tapioka ini dapat bertahan selama 6 jam sehari. Pemakaian gel pad tapioka selama 10 menit tiap 3-4 jam. Kompres gel pad tapioka memberikan efek anesthesi lokal pada daerah nyeri. Kompres gel pad tapioka sangat aman dan nyaman, sehingga tidak mengganggu aktifitas pasien yang mengalami luka terbuka. Desain penelitian: non equivalent control group pretest and posttest design. Rancangan ini dengan menggunakan dua kelompok. Populasi penelitian ini adalah pasien luka terbuka derajat 2 di Puskesmas Lawang – Malang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 20 orang yang mengalami luka terbuka derajat 2 dan dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok 1 (perlakuan) dan kelompok 2 (kontrol). Menggunakan simple random sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan komputer digunakan uji t-test dengan tingkat kemaknaan yang ditentukan sebesar (α) 0,05. Gel pad tapioka diberikan sebagai kompres pada luka terbuka derajat 2 dapat membantu memberikan rasa nyaman karena rasa dingin yang tersimpan lebih lama di dalam jelli sehingga membantu mengurangi rasa nyeri serta kandungan tapioka yang dapat membantu proses penyembuhan luka terbuka derajat 2. Gel pad tapioka sangat efektif untuk mengurangi rasa nyeri dan membantu mempercepat proses penyembuhan luka pada luka terbuka derajat 2.
RISBINAKES RESEARCH
HEALTH POLITECHNIC OF THE MINISTRY OF HEALTH, MALANG
2018
Research Title
Pad Tapioca Gel As A Therapy For Wound Healing Process Degree 2
Abstract
Therapy using cold compresses on the sutures can nourish the area and reduce pain and swelling. The use of compress gel pad can be done instead of cold ice compresses. Gel compresses on tapioca can be used by patients who experience pain due to open wounds. This gel pad compresses tapioca can last for 6 hours a day. Use gel on tapioca for 10 minutes every 3-4 hours. Gel compresses on tapioca provide local anesthetic effects on the area of pain. Gel compresses on tapioca are very safe and comfortable, so they do not interfere with the activities of patients who experience open wounds. Research design: non equivalent control group pretest and posttest design. This design uses two groups. The population of this study was 2nd degree open wound patients at Lawang Health Center - Malang. The sample in this study amounted to 20 people who suffered 2nd degree open wounds and were divided into 2 groups, namely group 1 (treatment) and group 2 (control). Using simple random sampling. Data analysis was performed using a computer using the t-test with a significance level determined at (α) 0.05. The tapioca gel pad given as a compress on the 2nd degree open wound can help provide a sense of comfort because the cold feeling is stored longer in the jelly so that it helps reduce pain and tapioca content which can help open wound healing degrees 2. Tapioca gel pad is very effective for reduce pain and help speed up the healing process of wounds in 2nd degree open wounds.
Karya Tulis
2018
Efektifitas NEP (Nutrition Education Program) terhadap intake zat gizi pada pasien DM tipe 2 rawat jalan
Lihat Detail Karya
Subjek:
asupan serat, MUFA, PUFA, dan asam amino lysin
Lihat Abstraksi
Latar belakang penelitian ini berdasarkan dari meningkatnya insiden penyakit degeneratif, khususnya Diabetes Melitus tipe 2 di kota Malang. Intervensi edukasi gizi rawat jalan yang selama ini berjalan hanya pada penyuluhan di Puskesmas atau Konseling di klinik gizi Rumah Sakit. Oleh karena itu, pada penelitian ini bertujuan untuk menentukan efektifitas pendidikan gizi terprogram (NEP) terhadap perubahan intake zat gizi pada pasien Diabetes Melitus tipe 2. Desain penelitian ini merupakan studi quasi-eksperimental menggunakan perbandingan kelompok kontrol-perlakuan. Lokasi penelitian di wilayah Puskesmas Kedungkandang kota Malang, dilaksanakan pada bulan Agustus – Oktober 2018. Total partisipan sebanyak 72 orang dengan diabetes melitus tipe 2 rawat jalan (40 orang perlakuan dan 32 orang kontrol). Intervensi dilakukan dengan memberikan konseling individu intensif selama 50 menit dan pendampingan memasak pada pasien dan keluarga dengan diabetes melitus tipe 2. Hasil yang diukur adalah empat hari dietary records selama 3 hari biasa dan 1 hari libur/weekend selama 24 jam. DR ini digunakan untuk mengukur perubahan intake energi dan zat gizi. Analisis statistik yang digunakan yaitu frekuensi deskriptif dan independent t-test (jika data terdistribusi normal), dan Wilcoxon Mann Whitney U test (jika data tidak terdistribusi normal). Mayoritas penderita DMT2 mengalami obesitas. Hasil asupan serat, MUFA, PUFA, dan asam amino lysin yang lebih tinggi pada kelompok intervensi. Selain itu, asupan natrium yang lebih rendah pada kelompok intervensi. Namun, terjadi kelebihan intake karbohidrat pada kelompok intervensi. Serta, hasil intake asam amino glutamin yang lebih rendah pada kelompok intervensi, yang mana tidak diharapkan.
Karya Tulis
2018
EFEKTIFITAS PENDAMPINGAN BERBASIS CONTINUM OF CARE TERHADAP KEMANDIRIAN KELUARGA DALAM MENGATASI MASALAH KESEHATAN IBU HAMIL
Lihat Detail KaryaLihat Abstraksi
Abstrak
Rita Yulifah, Efektifitas Pendampingan Berbasis Continum Of Care
Terhadap Kemandirian Keluarga Dalam Mengatasi Masalah Kesehatan Ibu
Hamil (Penelitian Tahap 1)
Kehamilan merupakan proses alamiah yang dialami oleh setiap wanita dalam
siklus kehidupannya, selama kehamilan tidak menutup kemungkinan terjadi
permasalahan atau komplikasi yang dapat menganggu kesehatan. Dilaporkan 85%
kehamilan berjalan normal, 15% komplikasi selama kehamilan tidak dapat
diprediksi. Penelitian ini merupakan pengembangan standar minimal kunjungan
pada ibu hamil (4 kali), dengan memberdayakan keluarga agar lebih mandiri
sebagai pemberi asuhan kepada ibu hamil dan bertindak sebagai penjemput bola.
Kunjungan dilakukan secara berkelanjutan sebanyak 15 kali selama kehamilan
dan melakukan komunikasi selama kehamilan sampai ibu melahirkan. Penelitian
ini menggunakan rancangan eksperimen dengan kelompok Kontrol. Populasi
diambil secara simple random sampling sebanyak 120 orang yang dibagi menjadi
60 orang kelompok dampingan dan 60 orang kelompok kontrol. Data dianalisis
dengan menggunakan rumus logaritma (Log10), kemudian dilakukan perhitungan
persentasi. Hasil ada peningkatan tingkat kemandirian keluarga dalam
mengenali komplikasi selama kehamilan sebesar 45%, kemandirian keluarga
dalam mengatasi keluhan ringan dalam kehamilan sebesar 36%, kemandirian
dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi ibu hamil sebesar 45%, kemandirian keluarga
dalam melakukan pemeriksaan kehamilan sebesar 22%, kemandirian keluarga
dalam memberikan tablet tambah darah sebesar 39%. Rata-rata perubahan
kemandirian sebesar 37.4%, pendampingan berbasis continuum of care efektif
meningkatkan kemandirian keluarga dalam mengatasi masalah kesehatan ibu
hamil, mampu menurunkan self care deficit, meningkatkan kemampuan keluarga
dalam memenuhi tuntutan self care dan keluarga mampu memberikan asuhan
kepada ibu hamil secara mandiri.
Kata Kunci: Pendampingan, Continuum Of Care, Kemandirian Keluarga
Rita Yulifah, Efektifitas Pendampingan Berbasis Continum Of Care
Terhadap Kemandirian Keluarga Dalam Mengatasi Masalah Kesehatan Ibu
Hamil (Penelitian Tahap 1)
Kehamilan merupakan proses alamiah yang dialami oleh setiap wanita dalam
siklus kehidupannya, selama kehamilan tidak menutup kemungkinan terjadi
permasalahan atau komplikasi yang dapat menganggu kesehatan. Dilaporkan 85%
kehamilan berjalan normal, 15% komplikasi selama kehamilan tidak dapat
diprediksi. Penelitian ini merupakan pengembangan standar minimal kunjungan
pada ibu hamil (4 kali), dengan memberdayakan keluarga agar lebih mandiri
sebagai pemberi asuhan kepada ibu hamil dan bertindak sebagai penjemput bola.
Kunjungan dilakukan secara berkelanjutan sebanyak 15 kali selama kehamilan
dan melakukan komunikasi selama kehamilan sampai ibu melahirkan. Penelitian
ini menggunakan rancangan eksperimen dengan kelompok Kontrol. Populasi
diambil secara simple random sampling sebanyak 120 orang yang dibagi menjadi
60 orang kelompok dampingan dan 60 orang kelompok kontrol. Data dianalisis
dengan menggunakan rumus logaritma (Log10), kemudian dilakukan perhitungan
persentasi. Hasil ada peningkatan tingkat kemandirian keluarga dalam
mengenali komplikasi selama kehamilan sebesar 45%, kemandirian keluarga
dalam mengatasi keluhan ringan dalam kehamilan sebesar 36%, kemandirian
dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi ibu hamil sebesar 45%, kemandirian keluarga
dalam melakukan pemeriksaan kehamilan sebesar 22%, kemandirian keluarga
dalam memberikan tablet tambah darah sebesar 39%. Rata-rata perubahan
kemandirian sebesar 37.4%, pendampingan berbasis continuum of care efektif
meningkatkan kemandirian keluarga dalam mengatasi masalah kesehatan ibu
hamil, mampu menurunkan self care deficit, meningkatkan kemampuan keluarga
dalam memenuhi tuntutan self care dan keluarga mampu memberikan asuhan
kepada ibu hamil secara mandiri.
Kata Kunci: Pendampingan, Continuum Of Care, Kemandirian Keluarga
Karya Tulis
2018
Efektifitas Penguatan Ulama Terhadap Perilaku Pencegahan Penyakit Demam Berdarah berbasis Islami di Pakis Kabupaten Malang
Lihat Detail KaryaLihat Abstraksi
EFEKTIFITAS PENGUATAN ULAMA TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH BERBASIS ISLAMI
DI PAKIS KABUPATEN MALANG
ABSTRAK
Sugianto HadiÂą
Latar Belakang: Secara nasional angka DBD cenderung meningkat dari tahun ke tahun, Kementerian Kesehatan RI mencatat jumlah penderita DBD di Indonesia pada bulan Januari-Februari 2016 sebanyak 8.487 orang penderita DBD dengan jumlah kematian 108 orang. Di Jawa Timur, ada lima daerah yang sejak lama dikenal sebagai wilayah endemis demam berdarah, yaitu Malang, Jember, Banyuwangi, Jombang, dan Sumenep (Koran Sindo, Edisi: 3-2-2016). Data di Dinkes Kabupaten Malang tahun 2017 ada 451 kasus DBD yang tersebar di 39 wilayah kerja Puskesmas Kabupaten Malang 7 diantaranya meninggal dunia. Lima Kecamatan kasus DBD terbesar di Kabupaten Malang pada tahun 2017 secara berurutan, Kecamatan Turen 58 kasus, Sumbermanjing wetan 31 kasus, Bululawang 27 kasus, Pakisaji dan Wajak masing-masing 25 kasus, Pakis dan Kepanjen masing-masing 22 kasus (P2M Dinkes Kabupaten Malang, 09/2/2018). Data PSN di Indonesia dilakukan baru 31,2%, Jawa timur 40%, Tingkat Kota 32,7% dan Pedesaan 29,4% (Riskesdas, 2018). Ulama belum pernah dilibatkan dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam Berdarah di Pakis Kabupaten Malang.
Tujuan: Analisis perbedaan perilaku (pengetahuan,sikap dan praktek) ulama antara sebelum dan sesudah diberikan pemahaman Demam Berdarah melalui 3M Plus berbasis Islami di Kecamatan Pakis Kabupaten Malang.
Metode Penelitian: Jenis penelitian quasi experimental dengan pretest-posttest with control group design. Sampel penelitian 60 orang ulama di Kecamatan Pakis Kabupaten Malang, diambil menggunakan Accidental sampling. Data diperoleh melalui observasi, pengisian kuesioner dan wawancara. Analisis data menggunakan bantuan program SPSS dengan T-test independen dan T-test Dependen (derajat kemaknaan 0,05).
Hasil penelitian: Setelah 6 minggu perlakuan dan dilakukan post tes didapatkan hasil: Tidak ada perbedaan yang signifikan antara pengetahuan (p=0.628), sikap (p=0.637) dan praktek (p=0.716) ulama kelompok sebelum penyuluhan dengan kelompok kontrol-1. Ada perbedaan yang signifikan antara pengetahuan (p=0.000), sikap (p=0.000) dan praktek (p=0.000) ulama sebelum penyuluhan dengan sesudah penyuluhan. Ada perbedaan yang signifikan antara pengetahuan (p=0.000), sikap (p=0.000) dan praktek (p=0.000) ulama sesudah penyuluhan dengan kelompok kontrol-2. Ulama sanggup membentuk Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J).
Rekomendasi: Petugas promkes/P2M dan kader kesehatan diharapkan bekerjasama dengan para ulama di dalam memberikan penyuluhan PSN DBD, para ulama supaya memberdayakan diri dalam PSN DBD menggunakan dalail-dalil Al-Qur’an dan Al-Hadist kepada masyarakat sekitar dan secara mandiri mau teratur melaksanakan kegiatan 3M+, serta sanggup membentuk Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J) terhadap jamaahnya/pengikutnya.
Kata kunci: Penyuluhan, Dalil Al-ur’an Al-Hadist, PSN DBD, perilaku.
DI PAKIS KABUPATEN MALANG
ABSTRAK
Sugianto HadiÂą
Latar Belakang: Secara nasional angka DBD cenderung meningkat dari tahun ke tahun, Kementerian Kesehatan RI mencatat jumlah penderita DBD di Indonesia pada bulan Januari-Februari 2016 sebanyak 8.487 orang penderita DBD dengan jumlah kematian 108 orang. Di Jawa Timur, ada lima daerah yang sejak lama dikenal sebagai wilayah endemis demam berdarah, yaitu Malang, Jember, Banyuwangi, Jombang, dan Sumenep (Koran Sindo, Edisi: 3-2-2016). Data di Dinkes Kabupaten Malang tahun 2017 ada 451 kasus DBD yang tersebar di 39 wilayah kerja Puskesmas Kabupaten Malang 7 diantaranya meninggal dunia. Lima Kecamatan kasus DBD terbesar di Kabupaten Malang pada tahun 2017 secara berurutan, Kecamatan Turen 58 kasus, Sumbermanjing wetan 31 kasus, Bululawang 27 kasus, Pakisaji dan Wajak masing-masing 25 kasus, Pakis dan Kepanjen masing-masing 22 kasus (P2M Dinkes Kabupaten Malang, 09/2/2018). Data PSN di Indonesia dilakukan baru 31,2%, Jawa timur 40%, Tingkat Kota 32,7% dan Pedesaan 29,4% (Riskesdas, 2018). Ulama belum pernah dilibatkan dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam Berdarah di Pakis Kabupaten Malang.
Tujuan: Analisis perbedaan perilaku (pengetahuan,sikap dan praktek) ulama antara sebelum dan sesudah diberikan pemahaman Demam Berdarah melalui 3M Plus berbasis Islami di Kecamatan Pakis Kabupaten Malang.
Metode Penelitian: Jenis penelitian quasi experimental dengan pretest-posttest with control group design. Sampel penelitian 60 orang ulama di Kecamatan Pakis Kabupaten Malang, diambil menggunakan Accidental sampling. Data diperoleh melalui observasi, pengisian kuesioner dan wawancara. Analisis data menggunakan bantuan program SPSS dengan T-test independen dan T-test Dependen (derajat kemaknaan 0,05).
Hasil penelitian: Setelah 6 minggu perlakuan dan dilakukan post tes didapatkan hasil: Tidak ada perbedaan yang signifikan antara pengetahuan (p=0.628), sikap (p=0.637) dan praktek (p=0.716) ulama kelompok sebelum penyuluhan dengan kelompok kontrol-1. Ada perbedaan yang signifikan antara pengetahuan (p=0.000), sikap (p=0.000) dan praktek (p=0.000) ulama sebelum penyuluhan dengan sesudah penyuluhan. Ada perbedaan yang signifikan antara pengetahuan (p=0.000), sikap (p=0.000) dan praktek (p=0.000) ulama sesudah penyuluhan dengan kelompok kontrol-2. Ulama sanggup membentuk Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J).
Rekomendasi: Petugas promkes/P2M dan kader kesehatan diharapkan bekerjasama dengan para ulama di dalam memberikan penyuluhan PSN DBD, para ulama supaya memberdayakan diri dalam PSN DBD menggunakan dalail-dalil Al-Qur’an dan Al-Hadist kepada masyarakat sekitar dan secara mandiri mau teratur melaksanakan kegiatan 3M+, serta sanggup membentuk Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J) terhadap jamaahnya/pengikutnya.
Kata kunci: Penyuluhan, Dalil Al-ur’an Al-Hadist, PSN DBD, perilaku.