2024
Karya Ilmiah Mahasiswa
Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.
Menampilkan 71–80 dari 5188 KTI mahasiswa
2024
FAKTOR – FAKTOR PENYEBAB KEGAGALAN DONOR DARAH DI UDD PMI KOTA KEDIRI TAHUN 2023
Lihat Detail KaryaCover KTI
tidak tersedia
tidak tersedia
2024
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN LANSIA TERHADAP MINUM OBAT HIPERTENSI DI PUSKESMAS KECAMATAN REJOSO KABUPATEN PASURUAN
Lihat Detail Karya
2024
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI POLA ASUH PERMISIF ORANG TUA YANG MERAWAT ANAK DENGAN RETARDASI MENTAL
Lihat Detail KaryaLihat Abstraksi
Pola asuh permisif akan membuat kondisi anak retardasi mental semakin memburuk dan dapat menjadi masalah dimasa mendatang.Pola asuh oleh orang tua dipengaruhi beberapa faktor.Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor tingkat pendidikan, pengalaman, usia, lingkungan, sosial ekonomi dengan pola asuh permisif orang tua yang merawat anak dengan retardasi mental.Desain penelitian ini deskriptif analitik metode penelitian korelasional.Sampel penelitian ini sebanyak 37 orang tua dengan menggunakan total sampling.Analisa data yang digunakan adalah univariat, bivariat menggunakan uji chi-square, multivariat menggunakan uji regresi logistik.Penelitian ini menggunakan alat ukur kuisioner PSDQ dan Faktor yang mempengaruhi pola asuh permisif orang tua.Hasil penelitian, Adanya hubungan tingkat pendidikan dengan pola asuh permisif p value 0,002.Adanya hubungan pengalaman dengan pola asuh permisif p value 0,024.Adanya hubungan usia dengan pola asuh permisif p value 0,047.Tidak ada hubungan lingkungan dengan pola asuh permisif p value 0,447.Adanya hubungan sosial ekonomi dengan pola asuh permisif p value 0,00.Usia menjadi faktor yang paling berhubungan dengan pola asuh permisif nilai OR 4.982.Faktor yang berhubungan dengan pola asuh permisif orang tua yang merawat anak dengan reatardasi mental yaitu tingkat pendidikan, pengalaman, usia, sosial ekonomi dan yang tidak berhubungan yaitu faktor lingkungan.Faktor yang paling berhubungan dengan pola asuh permisif orang tua yang merawat anak dengan reatardasi mental adalah Usia.Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan sebagai alternatif untuk orang tua yang permisif dengan memperhatikan dukungan dari berbagai sumber dan pengembangan diri secara terus-menerus sehingga pola asuh permisif bisa ditangani.
2024
FAKTOR-FAKTOR KEGAGALAN SELEKSI DONOR APHERESIS DI UNIT DONOR DARAH PALANG MERAH INDONESIA KABUPATEN SIDOARJO
Lihat Detail KaryaCover KTI
tidak tersedia
tidak tersedia
2024
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PENOLAKAN SEMTARA PADA CALON PENSONOR SETELAH SELEKSI DONOR DARAH DI UTD PMI KOTA MALANG TAHUN 2023
Lihat Detail Karya
2024
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN BURNOUT SYNDROME PADA PERAWAT KAMAR OPERASI DI INSTALASI BEDAH SENTRAL (IBS) RSUD JOMBANG
Lihat Detail KaryaLihat Abstraksi
Peningkatan beban kerja dan tekanan kerja pada perawat kamar operasi dapat menimbulkan kelelahan kerja hingga mencapai burnout syndrome. Burnout syndrome dipengaruhi oleh beberapa faktor di antaranya perilaku tipe A, neurotisme, dan ekspektasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian burnout syndrome pada perawat kamar operasi di Intalasi Bedah Sentral (IBS) RSUD Jombang. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan korelasi cross sectional. Metode pengambilan data menggunakan total sampling yaitu seluruh perawat kamar operasi di IBS RSUD Jombang dengan jumlah 35 orang. Pengumpulan data dilakukan dalam bentuk kuesioner yaitu menggunakan kuesioner kepribadian Bortner, kuesioner Big Five Personality, kuesioner ekspektasi oleh Synder, dan kuesioner Maslach Burnout Inventory-Human Service Survey-Medical Personnel (MBI-HSS-MP). Penelitian ini menggunakan uji Spearman rank correlation. Hasil penelitian didapatkan nilai p-value 0,01 pada variabel perilaku tipe A dan burnout syndrome, p-value 0,000 pada variabel neurotisme dan burnout syndrome, dan p-value 0,023 pada variabel ekspektasi dan burnout syndrome. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara perilaku tipe A, neurotisme, dan ekspektasi dengan kejadian burnout syndrome pada perawat kamar operasi di IBS RSUD Jombang. Diperlukan tindakan pencegahan terhadap perawat kamar operasi dari pihak manajemen rumah sakit agar kejadian burnout syndrome tidak mengalami peningkatan.
2024
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PRODUKSI SEROMA PADA PASIEN POST-OP LAPARATOMI YANG TERPASANG DRAIN DI RUANG BIMA RSUD KABUPATEN JOMBANG
Lihat Detail Karya
2024
FORMULASI DAN UJI EFEKTIVITAS SEDIAAN SABUN PADAT EKSTRAK UMBI BENGKOANG Pachyrhizus erosus (L.) Urb. TERHADAP Salmonella typhi
Lihat Detail KaryaLihat Abstraksi
Kosmetik menjadi kebutuhan primer karena menjadi kebutuhan yang sangat diperlukan bagi semua kalangan, contoh jenis kosmetik yang sering digunakan untuk kebutuhan sehari-hari yaitu sabun. Sabun digunakan dengan tujuan dapat membersihkan kotoran badan pada kulit, kulit menjadi pertahanan pertama terhadap mikroorganisme. bengkoang mampu mengatasi permasalah pada kulit Penambahan bahan alami yang memiliki khasiat di harapkan mampu menghambat pertumbuhan bakteri. Penelitian ini membuat formulasi sabun padat dengan menambahkan konsentrasi ekstrak bengkoang 4%, 8% dan 12%. Ekstrak bengkoang diperoleh dengan metode maserasi. Sabun dievaluasi dengan acuan SNI 3532:2021 meliputi pengujian organoleptis, pH, Uji Stabilitas Busa, Uji Kadar Air, Uji Total Lemak, Bahan tidak larut dalam etanol, Uji Alkali bebas/Asam lemak bebas, Uji Kadar Klorida, Uji Lemak tidak tersabunkan dan menguji efektivitas antibakteri terhadap Salmonella typhi. Hasil yang diperoleh setelah evaluasi pengujian persyaratan mutu dengan acuan SNI 3532:2021 tentang sabun mandi padat yang memenuhi mutu SNI pada uji pH, Stabilitas Busa dan pengujian kadar klorida. Sabun padat yang tidak memenuhi yaitu pada uji Total Lemak dan Uji Lemak tidak tersabunkan. Pengujian Kadar Air rata-rata persentase F0=22%; F1=26%; F2=23%; F4=23% dengan persyaratan mutu maksimal 23% maka pada F1 tidak memenuhi persyaratan mutu SNI. Hasil uji bahan tidak larut etanol sabun padat F0=5,7%; F1=9,2%; F2=13,6%; F3=18,8%, dengan persyaratan mutu SNI maksimal 10% maka pada formulasi F2 dan F3 tidak memenuhi. Pengujian Alkali Bebas/ Asam Lemak Bebas sabun padat diperoleh hasil F0=2,5%; F1=3,3%; F2=3,9%; F3=3,6%, peryasaratan mutu SNI maksimal 2,5% maka, F0 memenuhi. Hasil pengujian aktivitas antibakteri terhadap Salmonella typhi, diameter zona hambat tidak terlihat di daerah kertas cakram pada setiap variasi konsentrasi sabun dengan hasil diameter dan kontrol positif yang digunakan yaitu amoxicillin, hasil zona diameter daya hambat yang diperoleh, kontrol positif= 4 cm; kontrol negatif=0; F0=0; F1=0; F2=0; F3=0, banyak faktor yang dapat memperngaruhi pengujian seperti pada kandungan sabun yang tidak mencukupi untuk melawan pertumbuhan bakteri, bakteri mampu berkembang biak walaupun terpapar sabun antibakteri kesimpulannya sabun tidak memiliki potensi menjadi sabun antibakteri karena tidak memiliki aktivitas terhadap bakteri Salmonella typhi.
2024
FORMULASI DAN UJI SEDIAAN KRIM BODY SCRUB BERAS MERAH (Oryza nivara) DAN YOGURT DENGAN VARIASI KONSENTRASI EKSTRAK PEGAGAN (Centella asiatica) SEBAGAI BAHAN AKTIF
Lihat Detail KaryaLihat Abstraksi
Pegagan (Centella asiatica L) merupakan tanaman yang tumbuh subur di
Indonesia yang dapat dimanfaatkan sebagai obat herbal ataupun dapat
dimanfaatkan dalam kosmetik. Kandungan senyawa asiatikosida dalam herba
pegagan dapat membantu pembentukan kolagen pada kulit. Pada penelitian ini
ekstrak herba pegagan ditambahkan dalam sediaan krim body scrub beras merah
(Oryza nivara) dan yogurt. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi
sediaan krim body scrub beras merah (Oryza nivara) dan yogurt dengan variasi
konsentrasi ekstrak pegagan (Centella asiatica L) 4,4% , 8,8% dan 13,3% yang
dapat memenuhi uji mutu sediaan. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental
dengan pengujian mutu sediaan meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji
stabilitas, uji daya sebar, uji daya lekat, uji tipe emulsi, uji pH dan uji kesukaan.
Pada ekstrak pegagan dilakukan uji skrining fitokimia untuk mengetahui senyawa
yang terdapat pada ekstrak herba pegagan. Hasil penelitian menunjukkan dari
keempat formulasi F0 (0%), F1 (4,4%), F2 (8,8%) dan F3 (13,3% )memenuhi uji
mutu sediaan dengan tekstur semi padat dengan warna merah muda hingga hijau
muda, memiliki tipe emulsi m/a, memenuhi pH yang baik dengan rentang pH
6,93-7,59, memenuhi pesyaratan daya sebar dan memiliki stabilitas yang cukup
baik. Pada uji kesukaan F2 (8,8%), lebih disukai dari parameter tekstur, F3 lebih
disukai dari parameter aroma dan F0 (0%) lebih disukai dari parameter warna.
Kesimpulan pada penelitian ini yaitu formulasi 3 dengan penambahan ekstrak
pegagan 13,3% memiliki mutu sediaan yang paling baik berdasarkan uji pH, uji
stabilitas, uji daya sebar, uji tipe emulsi, uji homogenitas dan uji organoleptik.
Pada uji kesukaan tidak terdapat pengaruh yang signifikan penambahan ekstrak
pegagan dalam sediaan krim body scrub terhadap parameter aroma dan tekstur
(sig>0,05).