Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 71–80 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
2024

FAKTOR YANG MEMBELAKANGI TERJADINYA POLISITEMIA PADA CALON PENDONOR LAKI-LAKI DI UTD PMI KOTA SURABAYA TAHUN 2024

Lihat Detail Karya
Penulis: BISMA KUMARA
NIM: P17440211013
Program Studi: D-III TEKNOLOGI BANK DARAH
Dosen Pembimbing: Hupitoyo, S.Kp., M.Kes
Cover KTI
2024

FAKTOR – FAKTOR PENYEBAB KEGAGALAN DONOR DARAH DI UDD PMI KOTA KEDIRI TAHUN 2023

Lihat Detail Karya
Penulis: DELLA SEPTIANA PUTRI
NIM: P17440211006
Program Studi: D-III TEKNOLOGI BANK DARAH MALANG
Dosen Pembimbing: Tanto Hariyanto, S.Kep.,Ns.,M.Biomed.
Cover KTI
tidak tersedia
2024

FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN LANSIA TERHADAP MINUM OBAT HIPERTENSI DI PUSKESMAS KECAMATAN REJOSO KABUPATEN PASURUAN

Lihat Detail Karya
Penulis: SYAFANA FITRI
NIM: P17211204140
Program Studi: SARJANA TERAPAN KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Joko Wiyono, S.Kp., M.Kep., Sp.Kom
Cover KTI
2024

FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI POLA ASUH PERMISIF ORANG TUA YANG MERAWAT ANAK DENGAN RETARDASI MENTAL

Lihat Detail Karya
Penulis: NUR WAFIQ ISTIQOMAH
NIM: P17211203100
Program Studi: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Joko Wiyono, S.KP., M.Kep., Sp.Kom
Lihat Abstraksi
Pola asuh permisif akan membuat kondisi anak retardasi mental semakin memburuk dan dapat menjadi masalah dimasa mendatang.Pola asuh oleh orang tua dipengaruhi beberapa faktor.Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor tingkat pendidikan, pengalaman, usia, lingkungan, sosial ekonomi dengan pola asuh permisif orang tua yang merawat anak dengan retardasi mental.Desain penelitian ini deskriptif analitik metode penelitian korelasional.Sampel penelitian ini sebanyak 37 orang tua dengan menggunakan total sampling.Analisa data yang digunakan adalah univariat, bivariat menggunakan uji chi-square, multivariat menggunakan uji regresi logistik.Penelitian ini menggunakan alat ukur kuisioner PSDQ dan Faktor yang mempengaruhi pola asuh permisif orang tua.Hasil penelitian, Adanya hubungan tingkat pendidikan dengan pola asuh permisif p value 0,002.Adanya hubungan pengalaman dengan pola asuh permisif p value 0,024.Adanya hubungan usia dengan pola asuh permisif p value 0,047.Tidak ada hubungan lingkungan dengan pola asuh permisif p value 0,447.Adanya hubungan sosial ekonomi dengan pola asuh permisif p value 0,00.Usia menjadi faktor yang paling berhubungan dengan pola asuh permisif nilai OR 4.982.Faktor yang berhubungan dengan pola asuh permisif orang tua yang merawat anak dengan reatardasi mental yaitu tingkat pendidikan, pengalaman, usia, sosial ekonomi dan yang tidak berhubungan yaitu faktor lingkungan.Faktor yang paling berhubungan dengan pola asuh permisif orang tua yang merawat anak dengan reatardasi mental adalah Usia.Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan sebagai alternatif untuk orang tua yang permisif dengan memperhatikan dukungan dari berbagai sumber dan pengembangan diri secara terus-menerus sehingga pola asuh permisif bisa ditangani.
Cover KTI
2024

FAKTOR-FAKTOR KEGAGALAN SELEKSI DONOR APHERESIS DI UNIT DONOR DARAH PALANG MERAH INDONESIA KABUPATEN SIDOARJO

Lihat Detail Karya
Penulis: SALMA AMALIA
NIM: P17440211001
Program Studi: D-III TEKNOLOGI BANK DARAH
Dosen Pembimbing: Sri Mudayatiningsih, S.Kp., M.Kes.
Cover KTI
tidak tersedia
2024

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PENOLAKAN SEMTARA PADA CALON PENSONOR SETELAH SELEKSI DONOR DARAH DI UTD PMI KOTA MALANG TAHUN 2023

Lihat Detail Karya
Penulis: PUTRI NUR ANISA
NIM: P17440213043
Program Studi: D-III TEKNOLOGI BANK DARAH
Dosen Pembimbing: Dr. Roni Yuliwar, S.Kp, Ns, M.Ked
Cover KTI
2024

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN BURNOUT SYNDROME PADA PERAWAT KAMAR OPERASI DI INSTALASI BEDAH SENTRAL (IBS) RSUD JOMBANG

Lihat Detail Karya
Penulis: SHOFIYAH KARIMAH
NIM: P17211203043
Program Studi: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Imam Subekti, S.Kp., M.Kep., Sp.Kom
Lihat Abstraksi
Peningkatan beban kerja dan tekanan kerja pada perawat kamar operasi dapat menimbulkan kelelahan kerja hingga mencapai burnout syndrome. Burnout syndrome dipengaruhi oleh beberapa faktor di antaranya perilaku tipe A, neurotisme, dan ekspektasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian burnout syndrome pada perawat kamar operasi di Intalasi Bedah Sentral (IBS) RSUD Jombang. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan korelasi cross sectional. Metode pengambilan data menggunakan total sampling yaitu seluruh perawat kamar operasi di IBS RSUD Jombang dengan jumlah 35 orang. Pengumpulan data dilakukan dalam bentuk kuesioner yaitu menggunakan kuesioner kepribadian Bortner, kuesioner Big Five Personality, kuesioner ekspektasi oleh Synder, dan kuesioner Maslach Burnout Inventory-Human Service Survey-Medical Personnel (MBI-HSS-MP). Penelitian ini menggunakan uji Spearman rank correlation. Hasil penelitian didapatkan nilai p-value 0,01 pada variabel perilaku tipe A dan burnout syndrome, p-value 0,000 pada variabel neurotisme dan burnout syndrome, dan p-value 0,023 pada variabel ekspektasi dan burnout syndrome. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara perilaku tipe A, neurotisme, dan ekspektasi dengan kejadian burnout syndrome pada perawat kamar operasi di IBS RSUD Jombang. Diperlukan tindakan pencegahan terhadap perawat kamar operasi dari pihak manajemen rumah sakit agar kejadian burnout syndrome tidak mengalami peningkatan.
Cover KTI
2024

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PRODUKSI SEROMA PADA PASIEN POST-OP LAPARATOMI YANG TERPASANG DRAIN DI RUANG BIMA RSUD KABUPATEN JOMBANG

Lihat Detail Karya
Penulis: DIAJENG MERINDA
NIM: P17211204115
Program Studi: SARJANA TERAPAN KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Dr. Kissa Bahari, S.Kep., Ns., M.Kep
Cover KTI
2024

FORMULASI DAN UJI EFEKTIVITAS SEDIAAN SABUN PADAT EKSTRAK UMBI BENGKOANG Pachyrhizus erosus (L.) Urb. TERHADAP Salmonella typhi

Lihat Detail Karya
Penulis: FEBIOLA MENA AMANDA
NIM: P17120211023
Program Studi: PROGRAM STUDI D3 ANALISIS FARMASI DAN MAKANAN
Dosen Pembimbing: Apt. Lukky Jayadi, S.Farm., M.Farm
Lihat Abstraksi
Kosmetik menjadi kebutuhan primer karena menjadi kebutuhan yang sangat diperlukan bagi semua kalangan, contoh jenis kosmetik yang sering digunakan untuk kebutuhan sehari-hari yaitu sabun. Sabun digunakan dengan tujuan dapat membersihkan kotoran badan pada kulit, kulit menjadi pertahanan pertama terhadap mikroorganisme. bengkoang mampu mengatasi permasalah pada kulit Penambahan bahan alami yang memiliki khasiat di harapkan mampu menghambat pertumbuhan bakteri. Penelitian ini membuat formulasi sabun padat dengan menambahkan konsentrasi ekstrak bengkoang 4%, 8% dan 12%. Ekstrak bengkoang diperoleh dengan metode maserasi. Sabun dievaluasi dengan acuan SNI 3532:2021 meliputi pengujian organoleptis, pH, Uji Stabilitas Busa, Uji Kadar Air, Uji Total Lemak, Bahan tidak larut dalam etanol, Uji Alkali bebas/Asam lemak bebas, Uji Kadar Klorida, Uji Lemak tidak tersabunkan dan menguji efektivitas antibakteri terhadap Salmonella typhi. Hasil yang diperoleh setelah evaluasi pengujian persyaratan mutu dengan acuan SNI 3532:2021 tentang sabun mandi padat yang memenuhi mutu SNI pada uji pH, Stabilitas Busa dan pengujian kadar klorida. Sabun padat yang tidak memenuhi yaitu pada uji Total Lemak dan Uji Lemak tidak tersabunkan. Pengujian Kadar Air rata-rata persentase F0=22%; F1=26%; F2=23%; F4=23% dengan persyaratan mutu maksimal 23% maka pada F1 tidak memenuhi persyaratan mutu SNI. Hasil uji bahan tidak larut etanol sabun padat F0=5,7%; F1=9,2%; F2=13,6%; F3=18,8%, dengan persyaratan mutu SNI maksimal 10% maka pada formulasi F2 dan F3 tidak memenuhi. Pengujian Alkali Bebas/ Asam Lemak Bebas sabun padat diperoleh hasil F0=2,5%; F1=3,3%; F2=3,9%; F3=3,6%, peryasaratan mutu SNI maksimal 2,5% maka, F0 memenuhi. Hasil pengujian aktivitas antibakteri terhadap Salmonella typhi, diameter zona hambat tidak terlihat di daerah kertas cakram pada setiap variasi konsentrasi sabun dengan hasil diameter dan kontrol positif yang digunakan yaitu amoxicillin, hasil zona diameter daya hambat yang diperoleh, kontrol positif= 4 cm; kontrol negatif=0; F0=0; F1=0; F2=0; F3=0, banyak faktor yang dapat memperngaruhi pengujian seperti pada kandungan sabun yang tidak mencukupi untuk melawan pertumbuhan bakteri, bakteri mampu berkembang biak walaupun terpapar sabun antibakteri kesimpulannya sabun tidak memiliki potensi menjadi sabun antibakteri karena tidak memiliki aktivitas terhadap bakteri Salmonella typhi.
Cover KTI
2024

FORMULASI DAN UJI SEDIAAN KRIM BODY SCRUB BERAS MERAH (Oryza nivara) DAN YOGURT DENGAN VARIASI KONSENTRASI EKSTRAK PEGAGAN (Centella asiatica) SEBAGAI BAHAN AKTIF

Lihat Detail Karya
Penulis: LINA DWI WAHYUNINGSIH
NIM: P17120214068
Program Studi: PRODI D-III ANALISIS FARMASI DAN MAKANAN
Dosen Pembimbing: Lukky Jayadi, S.Farm, M.Farm, Apt.
Lihat Abstraksi
Pegagan (Centella asiatica L) merupakan tanaman yang tumbuh subur di Indonesia yang dapat dimanfaatkan sebagai obat herbal ataupun dapat dimanfaatkan dalam kosmetik. Kandungan senyawa asiatikosida dalam herba pegagan dapat membantu pembentukan kolagen pada kulit. Pada penelitian ini ekstrak herba pegagan ditambahkan dalam sediaan krim body scrub beras merah (Oryza nivara) dan yogurt. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi sediaan krim body scrub beras merah (Oryza nivara) dan yogurt dengan variasi konsentrasi ekstrak pegagan (Centella asiatica L) 4,4% , 8,8% dan 13,3% yang dapat memenuhi uji mutu sediaan. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan pengujian mutu sediaan meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji stabilitas, uji daya sebar, uji daya lekat, uji tipe emulsi, uji pH dan uji kesukaan. Pada ekstrak pegagan dilakukan uji skrining fitokimia untuk mengetahui senyawa yang terdapat pada ekstrak herba pegagan. Hasil penelitian menunjukkan dari keempat formulasi F0 (0%), F1 (4,4%), F2 (8,8%) dan F3 (13,3% )memenuhi uji mutu sediaan dengan tekstur semi padat dengan warna merah muda hingga hijau muda, memiliki tipe emulsi m/a, memenuhi pH yang baik dengan rentang pH 6,93-7,59, memenuhi pesyaratan daya sebar dan memiliki stabilitas yang cukup baik. Pada uji kesukaan F2 (8,8%), lebih disukai dari parameter tekstur, F3 lebih disukai dari parameter aroma dan F0 (0%) lebih disukai dari parameter warna. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu formulasi 3 dengan penambahan ekstrak pegagan 13,3% memiliki mutu sediaan yang paling baik berdasarkan uji pH, uji stabilitas, uji daya sebar, uji tipe emulsi, uji homogenitas dan uji organoleptik. Pada uji kesukaan tidak terdapat pengaruh yang signifikan penambahan ekstrak pegagan dalam sediaan krim body scrub terhadap parameter aroma dan tekstur (sig>0,05).
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan