Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 771–780 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2023

KARAKTERISTIK PENDONOR REAKTIF HEPATITIS B DAN C PADA TAHUN 2021-2022 DI UDD PMI KABUPATEN BOJONEGORO

Lihat Detail Karya
Penulis: FITRIA NUR AISAH
NIM: P17440203084
Program Studi: D3 TEKNOLOGI BANK DARAH
Dosen Pembimbing: Ni Luh Putu Eka Sudiwati, S.Kp, M.Kes
Subjek: Reaktif IMLTD, Hepatitis B dan C
Cover KTI
tidak tersedia
2023

KARAKTERISTIK PENDONOR REAKTIF HIV DI UDD PMI KABUPATEN BOJONEGORO TAHUN 2021-2022

Lihat Detail Karya
Penulis: PUTRI AYU ANDRIANI
NIM: P17440203054
Program Studi: D3 TEKNOLOGI BANK DARAH
Dosen Pembimbing: Dr. Ni Luh Putu Eka Sudiwati, S.Kp, M.Kes
Subjek: HIV, uji saring IMLTD, pendonor UDD PMI Kabupaten Bojonegoro
Lihat Abstraksi
Tranfusi darah harus berasal dari darah yang aman dan bebas dari IMLTD (Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah). Salah satu infeksi yang dapat menular melalui tranfusi darah yaitu HIV (Human Immunodeficiency Virus). Kasus HIV di Kabupaten Bojonegoro tahun 2021 mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2020. Dalam hal ini untuk mengantisipasi peningkatan status HIV di Kabupaten Bojonegoro, darah dengan hasil reaktif uji silang IMLTD di UDD PMI Kabupaten Bojonegoro tidak dipergunakan untuk transfusi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik pendonor reaktif HIV di UDD PMI Kabupaten Bojonegoro Tahun 2021-2022. Penelitian ini dilakukan di UDD PMI Kabupaten Bojonegoro dengan metode pengumpulan data deskriptif kuantitatif. Data yang dikumpulkan berupa jumlah, usia, jenis kelamin, golongan darah dan jenis pendonor hasil uji HIV reaktif pada pendonor tahun 2021-2022. Teknik sampling yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah teknik total sampling. Pendonor di UDD PMI Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2021-2022 tercatat sebanyak 44.811 pendonor. Hasil pemeriksaan uji saring IMLTD yang reaktif HIV sebanyak 64 pendonor (0.14%), dimana usia dengan hasil reaktif infeksi HIV paling banyak pada usia 25 – 44 tahun dengan prevalensi sebanyak 35 pendonor (55 %). Pada jenis kelamin dengan hasil reaktif infeksi HIV paling banyak yaitu laki-laki sebanyak 47 pendonor (73 %) dari total yang reaktif HIV. Sedangkan untuk golongan darah terbanyak yang hasil IMLTD HIV reaktif yaitu golongan darah O. Dari data yang didapat jenis pendonor hasil reaktif terhadap infeksi HIV terbanyak berasal dari pendonor ulang sebanyak 41 pendonor dengan prevalensi 64%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa persentase hasil reaktif HIV yang ditemukan cukup tinggi, dapat diperkirakan bahwa ada masyarakat yang belum mengetahui dirinya terinfeksi sehingga mendonorkan darahnya. Diperlukan penelitian lebih lanjut sehingga dapat memperkirakan rencana dan kebijakan untuk meningkatkan ketersediaan darah yang aman. Kata kunci : HIV, uji saring IMLTD, pendonor UDD PMI Kabupaten Bojonegoro
Cover KTI
tidak tersedia
2023

KARAKTERISTIK PENDONOR REAKTIF HIV DI UTD PMI KOTA MADIUN

Lihat Detail Karya
Penulis: BUNGA JUNIARTI SETYANINGRUM
NIM: P17440203088
Program Studi: ANALIS FARMASI DAN MAKANAN
Dosen Pembimbing: Nia Lukita Ariani, S.Si, M.Sc
Subjek: Karakteristik HIV, Donor darah
Cover KTI
tidak tersedia
2023

KARAKTERISTIK PENDONOR REAKTIF HIV DI UTD PMI KOTA MADIUN

Lihat Detail Karya
Penulis: BUNGA JUNIARTI S
NIM: P17440203088
Program Studi: D3 TEKNOLOGI BANK DARAH
Dosen Pembimbing: Nia Lukita Ariani, S.Si., M.Sc.
Subjek: Karakteristik HIV, Donor darah
Cover KTI
tidak tersedia
2023

KARAKTERISTIK PENDONOR REAKTIF SIFILIS TAHUN 2017-2021 DI UNIT DONOR DARAH PALANG MERAH INDONESIA KABUPATEN JEMBER

Lihat Detail Karya
Penulis: RIFALDI YUSUF AL AYYUBI
NIM: P17440203082
Program Studi: D3 TEKNOLOGI BANK DARAH
Dosen Pembimbing: Dr. Ni Luh Putu Eka Sudiwati, S.Kp, M.Kes
Subjek: Reaktif IMLTD, Sifilis
Lihat Abstraksi
Pelayanan transfusi darah sangat membutuhkan ketersediaan darah atau komponen darah yang cukup, aman, mudah diakses dan terjangkau oleh masyarakat. Pelayanan transfusi darah beresiko menularkan infeksi HIV/AIDS, Hepatitis C, Hepatitis B, Sifilis, Malaria, dan Demam Berdarah Dangue. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik pendonor reaktif sifilis pada tahun 2017-2021 di UDD PMI Kabupaten Jember. Populasi penelitian ini adalah pendonor dengan hasil reaktif Sifilis di UDD PMI Kabupaten Jember Tahun 2017-2021 tercatat 559 kasus. Sampel peneliti adalah seluruh pendonor dengan hasil uji saring reaktif Sifilis di UDD PMI Kabupaten Jember tahun 2017-2021 jumlah sampel 559 pendonor. Dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang diambil dalam penelitian ini adalah studi dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Analisis data sekunder yang diambil peneliti yaitu diambil dari data Sistem Manjemen Donor Darah (SIMDONDAR) di UDD PMI Kabupaten Jember yang merupakan subyek dari penelitian yaitu, karakteristik pendonor darah dengan hasil reaktif skrining infeksi menular lewat transfusi darah Sifilis. Meliputi usia, jenis kelamin, golongan darah, pekerjaan, status perkawinan. Hasil penelitian ini menunjukkan kejadian Sifilis dari karakteristik kelompok usia, jenis kelamin, golongan darah, jenis pekerjaan, dan status perkawinan pada tahun 2017-2021, didapatkan hasil paling banyak terjadi tahun 2018 dari karakteristik usia 18-44 tahun, jenis kelamin laki- laki, golongan darah O, jenis pekerjaan Mahasiswa, dan status perkawinan pada belum kawin. Upaya dalam menekan angka kejadian penyakit sifilis yaitu dengan cara pada saat melakukan seleksi donor lebih ditekankan kejujuran untuk mengurangi resiko yang tidak diinginkan. Melakukan sosialisai tentang penyakit sifilis sehingga para orang dewasa mengerti bagaimana bahaya serta tindakan apa saja yang perlu dilakukan untuk mencegah penyakit isifilis, untuk mereka yang melakukan aktivitas tinggi di luar rumah khususnya laki-laki dengan angka kejadian yang tinggi diharapkan memiliki kesadaran akan pola hidup yang sehat Kata Kunci: Reaktif IMLTD, Sifilis
Cover KTI
tidak tersedia
2023

KARAKTERISTIK PENDONOR SUKARELA DENGAN SKRINING ANTIBODI POSITIF DI UDD PMI KABUPATEN BOJONEGORO TAHUN 2022

Lihat Detail Karya
Penulis: SAYYIDATI LILLAH HAKIM
NIM: 17440203061
Program Studi: D3 TEKNOLOGI BANK DARAH
Dosen Pembimbing: Dr. Ni Luh Putu Eka Sudiwati, S.Kp, M.Kes
Subjek: UDD, Donor darah sukarela, Skrining antibodi
Lihat Abstraksi
Donor darah sukarela adalah orang yang memberikan darah, plasma atau komponen darah lainnya atas kerelaan sendiri dan tidak menerima uang atau bentuk pembayaran lainnya. Untuk menjamin keamanan darah yang akan ditransfusikan ke pasien yang membutuhkan dilakukan pemeriksaan transfusi termasuk diantaranya adalah skrining antibodi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hasil skrining antibodi pada pendonor sukarela di UDD PMI Kabupaten Bojonegoro. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan crosssectional. Sampel pemeriksaan yang digunakan adalah serum yang didapat dari 646 pendonor sukarela. Pemeriksaan skrining antibodi menggunakan medote QWALYS-3. Hasil penelitian antibodi positif sebesar (0,6%) dan hasil antibodi negatif sebesar (99,4%); berdasarkan golongan darah sistem ABO dari 133 golongan darah A, 1 (0,6%) positif dan 155 (99,4%) negatif. Dari 160 golongan darah B, 1 (0,6%) positif dan 159 (99,4%) negatif. Dari golongan darah O, 2 (0,7%) positif dan 258 (99,3%) negatif. Sedangkan dari 60 golongan darah darah AB semuanya (100%) negatif; berdasarkan jenis kelamin laki-laki 4 (100%) positif dan 492 (99,2%) negatit, sedangkan dari 150 berjenis kelamin perempuan semuanya (100%) negatif; berdasarkan umur dari 240 dengan kategori umur dewasa muda (17-25 tahun), 2 (0,8%) positif dan 238 (99,2%) negatif. Dari 403 dengan kategori dewasa tua (26-60 tahun), 2 (0,5%) positif dan 401 (99,5%) negatif. Sedangkan dari 3 dengan kategori umur lanjut usia (>60 tahun) diperoleh semuanya (100%) negatif. Dengan demikian dapat disimpulkan hasil skrining antibodi positif ditemukan (0,62%) pada pendonor darah sukarela. UDD PMI Kabupaten Bojonegoro sudah memenuhi standar kelayakan sebagai penyediaan darah yang aman untuk ditransfungsikan. Kata kunci ; UDD, Donor darah sukarela, Skrining antibodi
Cover KTI
2023

KARAKTERISTIK PENDONOR YANG DITOLAK KARENA TEKANAN DARAH TIDAK SESUAI DENGAN STANDAR DONOR DI UNIT DONOR DARAH (UDD) PMI KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: NADHIFA NANDA BIMASYA
NIM: P17440203059
Program Studi: D3 TEKNOLOGI BANK DARAH
Dosen Pembimbing: Tanto Hariyanto, S.Kep.,Ns., M.Biomed
Subjek: Karakteristik pendonor yang ditolak karena tekanan darah tidak sesuai dengan standar donor
Lihat Abstraksi
Sebelum calon pendonor melakukan donor darah setidaknya ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh calon pendonor. Syarat tersebut salah satunya adalah tekanan darah normal atau tidak mengalami Hipertensi maupun Hipotensi. Dengan banyaknya penderita Hipertensi maupun Hipotensi di Indonesia, hal tersebut merupakan salah satu hal yang cukup serius.Tujuan penelitian untuk mengetahui karakteristik calon pendonor yang tertolak saat tahap seleksi donor karena permasalahan tekanan darah yang tidak sesuai dengan standar donor di UDD PMI Kabupaten Malang. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Subjek pendonor darah sukarela pada bulan Oktober 2022 – Desember 2022. Analisa data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan jika karakteristik pendonor yang ditolak karena tekanan darah rendah (Hipotensi) adalah perempuan, rentan usia 17-25 tahun, berat badan 45- 60 kg, dan pekerjaan mayoritas pelajar/mahasiswa. Dan pendonor yang ditolak karena tekanan darah tinggi (Hipertensi) adalah laki-laki, rentan usia 56-60 tahun, berat badan 81-100 kg, dan pekerjaan mayoritas pegawai swasta. l .Kesimpulan 1) Karakter pendonor yang ditolak karena tekanan darah rendah (Hipotensi) di Unit Transfusi Darah PMI Kabupaten Malang mayoritas perempuan, dengan jumlah 390 pendonor (71%). 2) Karakter pendonor yang ditolak karena tekanan darah tinggi (Hipertensi) di Unit Transfusi Darah PMI Kabupaten Malang mayoritas laki-laki, dengan jumlah 215 pendonor (80%). Saran penelitian ini adalah memberikan sosialisasi/edukasi tentang pentingnya menjaga pola hidup dan pengarahan mengenai syarat donor darah khususnya tekanan darah agar meningkatkan jiwa sosial dan keasadaran diri dalam mendonorkan darah dan bisa menjadi pendonor rutin yang sehat jasmani. Kata kunci : Karakteristik pendonor yang ditolak karena tekanan darah tidak sesuai dengan standar donor
Cover KTI
tidak tersedia
2023

KARAKTERISTIK PENDONOR YANG MENGALAMI PENOLAKAN SELEKSI DONOR DARAH AKIBAT KADAR HEMOGLOBIN DI UDD PMI KABUPATEN BOJONEGORO TAHUN 2019-2022

Lihat Detail Karya
Penulis: ANNISA TARWIYANIDA
NIM: P17440203065
Program Studi: D3 TEKNOLOGI BANK DARAH
Dosen Pembimbing: Ni Luh Putu Eka Sudiwati, S.Kp, M.Kes
Subjek: Karakteristik Pendonor, Penolakan Kadar Hemoglobin
Cover KTI
tidak tersedia
2023

KEAKURATAN KODE DIAGNOSIS PENYAKIT DIABETES MELLITUS BERDASARKAN ICD-10 PADA REKAM MEDIS RAWAT INAP DI RSUD dr. ISKAK TULUNGAGUNG TAHAUN 2022

Lihat Detail Karya
Penulis: ARINA SABILA
NIM: P17410203120
Program Studi: D3 REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Prima Soultoni Akbar, SST. MPH
Subjek: Faktor penyebab, Diabetes Mellitus, Rekam Medis, Keakuratan.
Cover KTI
tidak tersedia
2023

KEMAMPUAN ARANG AKTIF AMPAS KOPI SEBAGAI ADSORBEN LOGAM Fe (BESI) DENGAN KONSENTRASI TERTENTU

Lihat Detail Karya
Penulis: ALLYSA SEPTYA ARIANTI
NIM: P17120201018
Program Studi: D3 ANAFARMA
Dosen Pembimbing: Sandry Kesuma, S.T., M.Si.
Subjek: Ampas kopi, Arang aktif, Logam Besi, Adsopsi
Lihat Abstraksi
Ampas Kopi merupakan limbah akhir dari proses penyeduhan kopi yang dapat dimanfaatkan sebagai adsorben. Salah satunya adalah dapat menyerap logam besi dengan cara diaktivasi menggunakan larutan asam klorida. Arang aktif yang terbuat dari ampas kopi telah diteliti mampu menurunkan kadar rodhamin B, ammonia, nitrit, nitrat, kadmiun, dan tembaga pada larutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan adsorpsi arang aktif ampas kopi arabika teraktivasi asam klorida (HCl) 1 N terhadap logam besi secara kolorimetri dengan tiosianat. Kondisi penyerapan dilakukan dengan menambahkan arang aktif ampas kopi arabika berbeda yaitu, 5 gram, 10 gram, dan 15 gram pada masa kontak yang sama yaitu kecepatan pengadukan 200 rpm selama 45 menit terhadap larutan uji standar besi 50 ppm dan larutan uji air sumur 50 ppm. Pengujian arang aktif ampas kopi arabika pada larutan standar besi 50 ppm yaitu untuk memperkirakan sisa kadar besi tertinggal tetap dapat dianalisis oleh spektrofotoemter UV-Vis. Sedangkan larutan air sumur 50 ppm untuk mengetahui kemampuan adsorpsi terhadap air sumur sebagai sampel pengaplikasian arang aktif ampas kopi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi adsorpsi yang paling baik terhadap larutan standar besi 50 ppm terjadi pada penambahan massa arang aktif 15 gram (rata-rata kadar besi tertinggal 3,197 ppm) dan pada larutan uji air sumur mengandung 50 ppm besi terjadi pada penambahan massa arang aktif 15 gram (kadar besi tertinggal 4,03 ppm). Sedangkan hasil kapasitas adsorpsi arang aktif menunjukkan hasil terbaik pada penambahan massa 5 gram pada kedua larutan uji, yaitu pada larutan stadar besi 50 ppm sebesar 1,36 mg/g dan pada larutan air sumur 50 ppm besi sebesar 1,35 mg/g. Kata Kunci : Ampas kopi, Arang aktif, Logam Besi, Adsopsi
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan