Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ ID | ๐Ÿ‡ฌ๐Ÿ‡ง EN

Karya Tulis Dosen

Jelajahi koleksi karya tulis dosen Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 771โ€“780 dari 1395 karya tulis dosen
Cover UPAYA MENINGKATKAN CAKUPAN KUNJUNGAN IBU HAMIL TRIMESTER III BERBASIS KETERLIBATAN MASYARAKAT BERDASARKAN ANALISIS FAKTOR DI PUSKESMAS  KABUPATEN JEMBER
2019

UPAYA MENINGKATKAN CAKUPAN KUNJUNGAN IBU HAMIL TRIMESTER III BERBASIS KETERLIBATAN MASYARAKAT BERDASARKAN ANALISIS FAKTOR DI PUSKESMAS KABUPATEN JEMBER

Lihat Detail Karya
Pengarang: Drs. Hendro Prasetyo, S.Kep, Ns, M.Kes.
Penerbit: Poltekkes Malang (Malang)
Subjek: Kebidanan
Lihat Abstraksi
Abstract

Kurangnya cakupan kujungan ibu hamil dapat menyebabkan kurangnya informasi yang diterima petugas kesehatan menyebabkan kesulitan dalam melakukan pertolongan saat persalinan. Hal ini sangat berbahaya bagi keselamatan ibu dan bayinya saat persalinan. puskesmas kabupaten Jember didapatkan informasi bahwa rendahnya kunjungan ibu hamil trimester III yang dibuktikan dengan rata-rata kunjungan ibu hamil trimester III kurang dari 4 kali. tujuan penelitian adalah upaya meningkatkan cakupan kunjungan ibu hamil Trimester III berbasis keterlibatan masyarakat berdasarkan analisis faktor di puskesmas kabupaten Jember. Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan crossectional. Jumlah sampel penelitian adalah 100 responden yaitu bumil trimester III. teknik sampling yang digunakan adalah cluster random sampling. Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat 6 variabel independent yang berpengaruh terhadap kunjungan bumil. Pengaruh yang terbesar adalah pengetahuan terhadap kunjungan bumil dengan nilai p= 0,003 < 0,05 Exp(B) 7,523 yang artinya 75%. Terdapat perbedaan yang signifikan antara puskesmas wilayah jember bagian selatan dengan puskesmas wilayah jember bagian utara yaitu pada pengetahuan, sosial budaya, dan letak geografis. Prioritas masalah yang ditetapkan dari proses FGD yaitu 1) tingkat pengetahuan; 2) sosial budaya; 3) letak geografis. Menurut peneliti saran yang tepat adalah melakukan penyuluhan rutin terkait pentingnya kunjungan ANC untuk bumil, mengevaluasi kehadiran kunjungan ANC dan menambahkan layanan jemput bola untuk bumil yang tidak berkunjung ANC sebagai upaya meningkatkan kunjungan ANC.

Keywordsโ€” Antenatal Care, Cakupan Kunjungan Ibu Hamil Trimester III
Cover Women Empowerment Dalam Konteks Kebidanan
2019

Women Empowerment Dalam Konteks Kebidanan

Lihat Detail Karya
Pengarang: Tim Dosen MK Prodi Pendidikan Profesi Bidan Jurusan Kebidanan
Penerbit: Poltekkes Kesehatan Malang (Malang)
Subjek: PEREMPUAN
Cover Women Empowerment Dalam Konteks Kebidanan
2019

Women Empowerment Dalam Konteks Kebidanan

Lihat Detail Karya
Pengarang: Tim Dosen MK Prodi Pendidikan Profesi Bidan Jurusan Kebidanan
Penerbit: Poltekkes Kesehatan Malang (Malang)
Subjek: PEREMPUAN
Cover ANALISA HUBUNGAN PERILAKU PETUGAS OPERATOR PENGISIAN BBM (FILLING POINT) TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP DALAM PENGGUNAAN APD PERILAKU PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI DI SPBU WILAYAH KABUPATEN BLITAR
2018

ANALISA HUBUNGAN PERILAKU PETUGAS OPERATOR PENGISIAN BBM (FILLING POINT) TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP DALAM PENGGUNAAN APD PERILAKU PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI DI SPBU WILAYAH KABUPATEN BLITAR

Lihat Detail Karya
Pengarang: Drs. Moh.Zainol Rachman.,SST.,M.Kes
Penerbit: Poltekkes Malang (Malang)
Cover ANALISA KANDUNGAN GIZI BISKUIT DAN SEREAL TEMPE KELOR
2018

ANALISA KANDUNGAN GIZI BISKUIT DAN SEREAL TEMPE KELOR

Lihat Detail Karya
Pengarang: Elok Widayanti, S.Si, M.Si
Penerbit: POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG (Malang)
Cover ANALISA KANDUNGAN LOGAM PADA BUBUR NASI YANG DIOLAH DENGAN BERBAGAI JENIS PERALATAN MEMASAK
2018

ANALISA KANDUNGAN LOGAM PADA BUBUR NASI YANG DIOLAH DENGAN BERBAGAI JENIS PERALATAN MEMASAK

Lihat Detail Karya
Pengarang: ELOK WIDAYANTI, S.Si, M.Si
Penerbit: Poltekkes Kemenkes Malang (Malang)
Subjek: Kandungan,Bubur Nasi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK
Kesehatan adalah hal yang sangat penting dapat dimulai dari menjaga asupan gizi yang
baik agar tubuh selalu sehat dan prima. Selain menjaga asupan gizi kita juga harus bisa
menghindari dan mencegah adanya bahan-bahan berbahaya untuk masuk ke dalam tubuh.
Penelitian ini menunjukkan bahwa peralatan masak tertentu juga dapat menyumbangkan
polutan beracun ke tubuh kita. Ada banyak jenis peralatan masak, yang terbuat dari aluminium,
stainless steel, Teflon dan enamel. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi
logam Pb dan Cr dalam bahan makanan yang dimasak menggunakan berbagai jenis peralatan
memasak menggunakan metode Atomic Absorption Spectrometry (AAS). Hasil yang diperoleh
dalam penelitian ini telah mengungkapkan peralatan memasak memiliki potensi yang berbeda
untuk menambahkan logam kedalam makanan tergantung pada jenis bahan peralatan memasak
yang digunakan. Peralatan memasak Teflon berperan menambahkan kadar logam Cr tertinggi
(0,14 mg/kg) dilanjutkan dengan stainless stell (0,06 mg/kg), enamel (0,03 mg/kg) dan
aluminium (0.01 mg/kg). Berbeda dengan kandungan timbal yang tidak terdeksi di dalam
makanan baik sebelum maupun setelah dilakukan proses pengolahan.
Karya Tulis
2018

ANALISA PAPARAN POLUTAN UDARA TERHADAP FUNGSI PERNAFASAN PADA KARYAWAN SPBU DI WILAYAH MALANG RAYA

Lihat Detail Karya
Pengarang: Rudi Hamarno, S. Kep, Ns, M. Kep Setyo Harsoyo, SKM, M.Kes Afnani Toyibah, A.Per.Pen, M.Pd
Penerbit: Poltekkes Kemenkes Malang (Malang)
Subjek: pernapasan,polutan udara
Lihat Abstraksi
ABSTRAK
Hamarno R, Harsoyo S, Toyibah A,. 2018. Analisa Paparan Polutan Udara terhadap Fungsi Pernafasan Karyawan SPBU di Malang Raya. Penelitian, Program Studi DIV Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang.
Kata Kunci : Lama Kerja, Kapasitas Inspirasi, Arus Puncak Ekspirasi, Hemoglobin, Saturasi Oksigen, Karyawan SPBU
Kesehatan merupakan suatu investasi yang sangat mahal, salah satu penyebabnya adalah paparan polusi udara. Terpapar polusi udara dalam jangka lama dapat menyebabkan penyakit kanker paru-paru, kanker darah, stroke, penyakit jantung dan sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa paparan polutan udara terhadap fungsi pernafasan karyawan SPBU di Malang Raya. Desain penelitian ini adalah diskriptik analitik dengan pendekatan cross sectional. Besar sampel sejumlah 103 yang terdiri dari karyawan sebagai operator dan non operator. Tehnik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling. Penelitian dilakukan pada bulan September โ€“ Oktober 2018. Hasil penelitian dianalisis dengan uji Korelasi Cramer dan Kendall, adapun hasilnya adalah 1) tidak ada hubungan antara lama kerja dengan kapasitas inspirasi baik pada karyawan operator maupun non operator 2) tidak ada hubungan antara lama kerja dengan arus puncak ekspirasi baik pada karyawan operator maupun non operator 3) tidak ada hubungan antara lama kerja dengan hemoglobin baik pada karyawan operator maupun non operator 4) ada hubungan antara lama kerja dengan saturasi oksigen pada karyawan operator 5) tidak ada hubungan antara lama kerja dengan saturasi oksigen pada karyawan non operator. Rekomendasi bagi penelitian selanjutnya adalah alat spirometer dan peak flow meter sebaiknya digital sehingga mendapatkan hasil yang lebih teliti.
Karya Tulis
2018

ANALISIS FAKTOR BUDAYA DAN SOSIAL EKONOMI TERHADAP KEBERHASILAN ASI EKSLUSIF PADA BAYI 0-6 BULAN DI WILAYAH PUSKESMAS PATRANG KABUPATEN JEMBER

Lihat Detail Karya
Pengarang: ENI SUBIASTUTIK, S.Kep. Ns, M.Sc., GUMIARTI, SST., MPH, SYISKA ATIK MARYANTI, SSiT.,M.Keb
Penerbit: POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG (Malang)
Subjek: Faktor sosial budaya, sosial ekonomi, ASI Eksklusif
Lihat Abstraksi
ABSTRAK
Tidak diragukan lagi bahwa ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi, karena kandungan nutriennya sangat sesuai dengan apa yang dibutuhkan bayi. ASI juga mengandung zat kekebalan, sehingga melindungi bayi dari beberapa penyakit. Berdasarkan data di wilayah Puskesmas Patrang Kabupaten Jember tercatat pada tahun 2016, cakupan ASI esklusif sebesar 58%. dan pada tahun 2017 cakupan ASI sebesar 62%. Selanjutnya dari hasil studi pendahuluan pada tanggal 16 April 2018 melalui metode wawancara terstruktur tentang pemberian ASI pada neonatus pada 10 ibu nifas, sebanyak 7 ibu tidak memberikan ASI secara maksimal, 3 ibu memberikan cairan madu/ gula/ susu formula karena merasa ASInya tidak keluar banyak dan bayi rewel, dan pada usia bayi 4 bulan sudah diberikan makanan tambahan bubur cair dan pisang. Tidak memberikan ASI tepat waktu dengan alasan merasa ASI dianggap tidak mencukupi dan ada sebagian yang mengatakan kolostrum harus dibuang karena kotor. Serta pemberian makanan sebelum bayi usia < 6 bulan karena menurut ibu bayi sering menangis. Bayi yang tidak diberikan ASI secara optimal antara lain ; bayi mudah sakit sehingga mengganggu pertumbuhan dan perkembangan bayi ( stunting ), alergi, diare, konstipasi, bounding ibu-bayi kurang, pengeluaran keluarga meningkat untuk membeli susu fomula (Roesli U,2004). Keberhasilan pemberian ASI sangat perlu dukungan dari pasangan, keluarga, petugas kesehatan, serta pihak lain yang dapat meningkatkan progran peningkatan ASI. Desain yang digunakan adalah Analitik dengan metode pengambilan sampel secara Simple Random Sampling, populasi sebanyak 57 ibu yang mempunyai bayi 0-6 bulan, jumlah sampel 50 orang yang sudah memenuhi kriteria inklusi. Uji statistik menggunakan Chi Square dengan nilai p =0,096 untuk sosial budaya, yang berarti tidak ada hubungan dengan keberhasilan ASI eksklusif, sedangkan nilai p=0,05 untuk sosial ekonomi yang berarti ada hubungan dengan nilai keeratan sedang ( KK= 0,5). Pemberian ASI eksklusif minimal 6 bulan kepada bayi penting ditekankan kepada ibu melalui penyuluhan secara rutin, dukungan dari suami dan keluarga, serta masyarakat yang ada dilingkungannya. Pemberian ASI secara eksklusif terbukti dapat membantu perekonomian keluarga, karena tidak usah membeli, meningkatkan imunitas bayi, mencerdaskan, serta meningkatkan ikatan ibu dan bayi.
Kata Kunci: Faktor sosial budaya, sosial ekonomi, ASI Eksklusif
Karya Tulis
2018

ANALISIS FAKTOR DETERMINAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN HASIL INSPEKSI VISUAL ASAM ASETAT (IVA)

Lihat Detail Karya
Pengarang: SUSANTI PRATAMANINGTYAS, M.Keb
Penerbit: POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG (Malang)
Subjek: WUS, pemeriksaan IVA, umur, riwayat paparan asap rokok, kontrasepsi hormonal
Lihat Abstraksi
ABSTRAK
Pratamaningtyas, Susanti. 2018. Analisis Faktor Determinan Yang Berpengaruh Terhadap Hasil Inspeksi Visual Asam Asetat Di Desa Petok Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri
Kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan kanker ganas yang paling sering mengincar wanita. Pemeriksaan dini atau pencegahan sekunder adalah pemeriksaan atau tes yang di lakukan pada orang yang belum tentu menunjukkan gejala penyakit untuk menemukan penyakit yang belum terlihat atau masih berada pada stadium pra klinik. Data Riset Kesehatan Dasar 2013, estimasi jumlah kasus kanker servik 21.313 dengan dan yang telah dilakukan skrining 92.345 orang. Cakupan hasil kegiatan dari 2007 sampai 2014, yaitu telah dilakukan skrining terhadap 904.099 orang (2,45%), hasil IVA positif sebanyak 44.654 orang (4,94%), suspek kanker leher rahim sebanyak 1.056 orang (1,2 per 1.000 orang) , dan tumor payudara sebanyak 2.368 orang (2,6 per 1.000 orang). Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk Mengetahui analisis faktor determinan yang berpengaruh terhadap hasil inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) di Desa Petok Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri tahun 2018.
Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sejumlah 106 responden yang diambil dengan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar dokumentasi. Data di analisa menggunakan chi square (X2)
Dari hasil penelitian ini, terdapat hubungan antara faktor umur, riwayat paparan asap rokok, kontrasepsi hormonal, usia pertama kali menikah, dan paritas dengan hasil pemeriksaan IVA. Sedangkan, tidak ada hubungan antara ras dan jumlah pasangan seksual dengan hasil pemeriksaan IVA. Faktor yang paling mempengaruhi hasil IVA adalah lamanya menikah.
Kata Kunci : WUS, pemeriksaan IVA, umur, riwayat paparan asap rokok, kontrasepsi hormonal, usia pertama kali menikah, paritas
Karya Tulis
2018

ANALISIS FAKTOR PENGASUHAN ORANG TUA DALAM MEMBERIKAN STIMULASI PERKEMBANGAN PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH

Lihat Detail Karya
Pengarang: HERAWATI MANSUR.,S.ST.,M.Pd,.M.Psi
Penerbit: POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG JURUSAN KEBIDANAN (Malang)
Subjek: Faktor usia ibu dan ayah, pendidikan ibu dan ayah, pekerjaan ibu dan ayah
Lihat Abstraksi
ABSTRAK
Masa balita merupakan masa yang sangat penting bagi kehidupan dan
pertumbuhan selanjutnya untuk seorang anak manusia, karena masa tersebut
merupakan masa bagi seorang anak dalam membentuk pondasi kehidupan
pertumbuhan baik fisik maupun mentalnya, pembentukan kepribadian, dimulai
pada masa ini. Perkembangan anak akan optimal bila interaksi diusahakan sesuai
dengan kebutuhan anak pada berbagai tahap perkembangannya, bahkan sejak
masih dalam kandungan. Stimulasi perkembangan pada anak dilakukan oleh ibu
dan ayah - yang merupakan orang terdekat dengan anak, pengganti ibu/pengasuh
anak, anggota keluarga lain dan kelompok masyarakat di lingkungan rumah tangga
masing-masing dan dalam kehidupan sehari-hari. Kurangnya stimulasi dapat
menyebabkan penyimpangan tumbuh kembang anak bahkan gangguan yang
menetap. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor pengasuhan orang
tua dalam memberikan stimulasi perkembangan pada anak usia pra sekolah. Desain
penelitian yang digunakan adalah deskriftif korelasi, dengan pendekatan cross
sectional study. Populasinya ibu yang memiliki balita, sampling total sampel
dengan jumlah 120 ibu.. Uji hipotesis menggunakan analisis regresi logistik,
dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian dari factor karakteristik ibu
didapatkan umur ibu (p=0,021) dan status pekerjaan ibu (p=0,049) . Sedangkan
variabel lainnya dinyatakan Ho diterima, artinya tidak ada hubungan dalam
memberikan stimulasi pada balita, variable tersebut adalah pendidikan ibu
(p=0,953). Sedangkan dari karakteristik ayah didapatkan hasil umur ayah
(p=0,587), pendidikan ayah (p=0,830) dan status pekerjaan ibu (p=0,619)
.sehingga dinyatakan ketiga variabel tersebut dinyatakan Ho diterima, artinya tidak
ada hubungan dalam memberikan stimulasi pada balita. hasil analisis multivariat
didapatkan diantara beberapa faktor yang secara independen berhubungan dengan
stimulasi yang diberikan orangtua (p>0,05) yaitu umur ibu (p=0,329), keterlibatan
ayah (P=0, 084), pengetahuan (p= 0, 701), dan pola asuh (0, 396) sedangkan status
status pekerjaan ibu didapatkan (p = 0,029), artinya bahwa status pekerjaan orang
tua khususnya ibu mempengaruhi terhadap pemberian stimulasi orangtua terhadap
anak. Dengan ibu tidak bekerja maka bisa memberikan perhatian lebih banyak
kepada anaknya, khususnya dalam memberikan stimulasi perkembangan pada
balita. Posisi kunci dalam mendidik anak ada di tangan ibu, dengan demikian ibu
memainkan peranan yang sangat penting di dalam mendidik anaknya. Kegiatan
pengasuhan merupakan sarana interaksi antara ibu dan anak.
Kata Kunci :Faktor usia ibu dan ayah, pendidikan ibu dan ayah, pekerjaan
ibu dan ayah, keterlibatan ayah, pengetahuan, stimulasi perkembangan,
Anak Prasekolah
Chatbot Perpustakaan
๐Ÿ“š

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo ๐Ÿ‘‹

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
โ€ข cara menjadi anggota perpustakaan
โ€ข cara cek plagiarisme
โ€ข Jam buka perpustakaan