Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 751–760 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2023

IMPLEMENTASI PROGRAM PROMOSI KESEHATAN PENYAKIT TIDAK MENULAR DI PUSKESMAS SISIR KOTA BATU

Lihat Detail Karya
Penulis: HANIDHAR MAURIN ISLAMIYAH
NIM: P17421191026
Program Studi: SARJANA TERAPAN PROMOSI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Dimas Dwi Yoga Saputra, SST, M.Kes
Subjek: Penyakit Tidak Menular, Implementasi Program, Promosi Kesehatan
Cover KTI
tidak tersedia
2023

IMPLEMENTASI PROGRAM UKS DI SDN SAPTORENGGO 4 KECAMATAN PAKIS KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: SILVI NURYANI
NIM: P17421191024
Program Studi: STR PROMOSI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Wandi S.Kep, NS, M.Pd, Drs. Moh.Zainol Rachman, S.ST, M.Kes
Subjek: Implementasi, program UKS
Lihat Abstraksi
Pendidikan merupakan proses yang dilakukan dengan sadar dan terencana. Untuk mencapai kondisi yang optimal dalam melaksanakan proses pembelajaran memerlukan lingkungan yang sehat guna meningkatkan prestasi. Oleh karena itu diperlukan upaya nyata untuk melaksanakan pembangunan pendidikan berbasis lingkungan sehat yang nantinya dapat berpengaruh pada pembangunan karakter siswa yang berkualitas. Salah satunya melalui pengembangan program UKS. Tujuan dari penelitaian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi program UKS di SDN Saptorenggo 4. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang bersifat deskriptif. Informan diambil dengan cara purposive sampling dan pengumpulan data berupa wawancara, dokumentasi dan observasi. Sedangkan analisis data menggunakan metode interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian didapatkan bahwa implementasi program UKS di SDN Saptorenggo 4 masih belum optimal di sebagian aspek yang merujuk pada pedoman pelaksanaan dan pembinaan UKS yang mencakup tiga program pokok yaitu pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sekolah. Adapun hambatan yang ditemui adalah kurangnya media kesehatan sehingga berdampak pada tingkat literasi siswa, pelaksanaan CTPS belum optimal dikarenakan siswa tidak menggunakan sabun saat mencuci tangan, tidak dilaksanakannya PSN secara berkala. Maka dari itu untuk meningkatkan implementasi program UKS di SDN saptorenggo 4 maka perlu kerjasama antar warga sekolah guna menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan harmonis. Kata kunci: Implementasi, program UKS
Cover KTI
tidak tersedia
2023

INOVASI USAHA COOKIES SUBSTITUSI BEKATUL BERAS PUTIH, TEPUNG UBI JALAR UNGU DAN TEPUNG TEMPE KEDELAI UNTUK PENDERITA OBESITAS

Lihat Detail Karya
Penulis: INDRA KURNIA BAGYO
NIM: P17110204124
Program Studi: Diploma 3 Gizi
Dosen Pembimbing: Theresia Puspita STP, MP,RD
Subjek: cookies, obesitas, tepung tempe, produk
Lihat Abstraksi
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan produk makanan bergisi yang seimbang yang dapat dikonsumsi oleh orang yang menderita obesitas. Untuk mengetahui seberapa baik produk pangan baru seperti cookies yang mengganti bekatul beras putih, tepung ubi jalar ungu, dan tepung tempe kedelai diterima oleh orang yang mengalami obesitas. Makanan ringan yang paling umum dikonsumsi oleh semua kelompok umur adalah cookies. Namun, cookies dengan kandungan serat tinggi dan rendah lemak masih belum populer di kalangan penderita obesitas. Oleh karena itu, diperlukan inovasi untuk membuat produk makanan ringan yang menggantikan bekatul beras putih, tepung ubi jalar ungu, dan tepung tempe kedelai yang sehat dan memiliki nilai gizi yang baik untuk penderita obesitas. Untuk penilaian harga produk cookies substitusi bekatul beras putih, tepung ubi jalar ungu dan tepung tempe kedelai, 5 orang memilih skala "suka" dan 39 orang memilih skala "sangat suka". Untuk penilaian cita rasa produk cookies substitusi bekatul beras putih, tepung ubi jalar ungu dan tepung tempe kedelai, 17 orang memilih skala "suka" dan 27 orang memilih skala "sangat suka". Kata Kunci: cookies, obesitas, tepung tempe, produk
Cover KTI
tidak tersedia
2023

INOVASI USAHA KEKIAN AYAM, JAMUR TIRAM, DAN DAUN KELOR SEBAGAI LAUK BERGIZI REMAJA PUTRI ANEMIA

Lihat Detail Karya
Penulis: YULI TIKA SARI
NIM: P17110201031
Program Studi: D3 GIZI
Dosen Pembimbing: Theresia Puspita, S.TP., MP., RD
Cover KTI
tidak tersedia
2023

JENIS BAHAN MARINASI JERUK NIPIS (Citrus aurantifiola Swingle), ASAM JAWA (Tamarindus inca), BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi) TERHADAP MUTU GIZI, NILAI ENERGI, DAN MUTU ORGANOLEPTIK HATI AYAM

Lihat Detail Karya
Penulis: JONATHAN SOEGIONO
NIM: P17111173030
Program Studi: DIPLOMA 4 GIZI
Dosen Pembimbing: Theresia Puspita, Maryam Razak
Subjek: Bahan Marinasi, Jeruk Nipis, Asam Jawa, Belimbing Wuluh, Hati Ayam
Lihat Abstraksi
Latar belakang: Aroma amis disebabkan oleh protein sarkoplasma dan darah berperan dalam menimbulkan aroma amis yang berasal dari asam amino myofibriler yang bersifat volatil. Asam sitrat akan bereaksi terhadap trimetilamin sehingga membentuk trimetil ammonium yang selanjutnya akan diubah menjadi bimetal amonium, sehingga aroma amis pada bahan pangan tersebut dapat berkurang. Sifat asam sitrat juga dapat menyebabkan denaturasi protein dan mengikat zat besi. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk menganalisis jenis bahan marinasi jeruk nipis, asam jawa, belimbing wuluh terhadap mutu gizi (protein, lemak, karbohidrat dan zat besi), nilai energi dan mutu organoleptik hati ayam. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan 4 taraf perlakuan, Kelompok P0: Tanpa marinasi; Kelompok P1: Marinasi jeruk nipis; Kelompok P2: Marinasi asam jawa; Kelompok P3: Marinasi belimbing wuluh. Setiap perlakuan terdapat 305 g hati ayam dengan konsentrasi jeruk nipis 20%, konsentrasi asam jawa 20% dan konsentrasi belimbing wuluh 40%. Hasil: Hati ayam yang dimarinasi dengan jeruk nipis memiliki mutu gizi terendah. Mutu gizi dan nilai energi hati ayam yang dimarinasi sudah memenuhi standar bahan penukar II sumber protein hewani lemak sedang. Mutu organoleptik hati ayam yang dimarinasi dengan asam jawa memiliki nilai tertinggi dan hati ayam yang dimarinasi dengan jeruk nipis memiliki nilai terendah. Kesimpulan: Secara empiris hati ayam yang dimarinasi dengan jeruk nipis, asam jawa, dan belimbing wuluh memberikan pengaruh terhadap mutu gizi, nilai energi, dan mutu organoleptik hati ayam. Kata kunci: Bahan Marinasi, Jeruk Nipis, Asam Jawa, Belimbing Wuluh, Hati Ayam
Cover KTI
tidak tersedia
2023

JUMLAH TERTOLAKNYA PENDONOR DARAH DI UTD PMI KOTA PROBOLINGGO

Lihat Detail Karya
Penulis: Sarah Dwi Masitha
NIM: P17440204102
Program Studi: D3 TEKNOLOGI BANK DARAH
Dosen Pembimbing: Sri Mudayatiningsih, S. Kp., M.Kes
Subjek: Donor darah, penolakan sementara, dan penolakan tertinggi.
Lihat Abstraksi
Penolakan donor adalah merespon sebuah penawaran calon pendonor darah yang ingin melakukan kegiatan penyaluran darah atau produk darah kepada orang lain yang memerlukannya dengan cara memberikan alasan tertentu sebagai bentuk penolakan seperti tidak memenuhi kriteria seleksi donor yang telah ditetapkan. Ketersediaan darah sangat penting bagi mereka yang memerlukan transfusi darah, namun masyarakat yang ingin mendonorkan darah tidak bisa begitu saja dapat mendonorkan darahnya karena terdapat tindakan seleksi donor yang bertujuan untuk melindungi pendonor dan pasien yang menerima darah. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif dengan jumlah tertolaknya pendonor darah di UTD PMI Kota Probolinggo pada Januari – Desember 2022. Hasil penelitian di dapatkan pada tahun 2022 penolakan pendonor sebanyak 850 pendonor yang mengalami penolakan sementara. Penolakan tertinggi terdapat pada Hemoglobin rendah yaitu 20,11% atau sebanyak 171 pendonor. Tekanan darah rendah 15,05% merupakan penyebab tertinggi kedua setelah Hemoglobin rendah. Hemoglobin tinggi juga merupakan penolakan tertinggi nomer tiga yaitu 13,53% atau sebanyak 115 pendonor. Kata kunci : Donor darah, penolakan sementara, dan penolakan tertinggi.
Cover KTI
tidak tersedia
2023

KAJIAN ASUPAN PROTEIN SEBELUM DAN SESUDAH HEMODIALISIS DENGAN KADAR KREATININ DAN KADAR BUN PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK (PGK) DI RSUD dr.R.KOESMA TUBAN

Lihat Detail Karya
Penulis: NELLA WINDALIA PUTRI
NIM: P17110201023
Program Studi: DIPLOMA 3 GIZI
Dosen Pembimbing: Endang Widajati, SST., M.Kes., RD
Subjek: PGK, Asupan Protein, Hemodialisis, Kadar Kreatinin, Kadar BUN.
Lihat Abstraksi
Latar Belakang: Penyakit Gagal Ginjal Kronik (PGK) merupakan proses patofisiologi yang menyebabkan penurunan fungsi ginjal. Berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 prevalensi PGK di Indonesia dengan populasi umur ≥ 15 tahun yang terdiagnosis PGK. Kadar BUN dan kreatinin pada pasien gagal ginjal kronis menunjukkan prevalensi 82,7%, hal ini menunjukan bahwa prevalensi kasus gagal ginjal kronis masih cukup tinggi. Anjuran untuk mengkonsumsi protein hendaknya 50% berasal dari protein dengan nilai biologis tinggi karena lebih lengkap kandungan asam amino esensialnya. Jadi pasien gagal ginjal kronis harus memperhatikan asupan proteinnya, sehingga tidak memberikan kerja yang lebih berat terhadap ginjal untuk menyaring sebagian protein yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan. Metode: Jenis penelitian ini observasional dengan menggunakan metode penelitian studi kasus (study case), dilakukan pada tanggal 28 April-10 Mei 2023 di Instalasi Hemodialisis RSUD dr.R. koesma Tuban. Besar sampel yang diteliti berjumlah 3 responden yang terdiagnosis PGK dan menjalani hemodialisis rawat jalan dengan teknik pengambilan purposive random sampling. Data yang diambil berupa karakteristik, data asupan protein, data kadar kreatinin, data kadar BUN. Hasil: Rata-rata tingkat asupan protein sebelum hemodialisis yaitu 0,5 g/KgBB/hr, nilai tersebut masih dibawah standar yang dipakai oleh RSUD dr.R.Koesma Tuban dan masih di bawah rekomendasi Pernefri. Rata-rata tingkat asupan protein sesudah hemodialisis yaitu 0,8 g/KgBB/hr, nilai tersebut masih dibawah standar yang dipakai oleh RSUD dr.R.Koesma Tuban dan masih di bawah rekomendasi Pernefri. Seluruh responden memiliki kadar kreatinin yang optimal. Seluruh responden memiliki kadar BUN yang melebihi kadar BUN yang normal. Simpulan: Rata-rata asupan protein sebelum dan sesudah hemodialisis masih dalam kategori kurang. Rata-rata hasil kadar kreatinin responden menujukkan kadar kreatinin yang optimal. Rata-rata hasil kadar BUN responden menujukkan kadar BUN yang melebihi kadar BUN normal. Kata Kunci: PGK, Asupan Protein, Hemodialisis, Kadar Kreatinin, Kadar BUN.
Cover KTI
tidak tersedia
2023

Kajian Faktor Ridiko Kanker Payudara Terhadap Kejadian Kanker Payudara pada Wanita

Lihat Detail Karya
Penulis: RISNA PRIYASTANTI
NIM: P17111205010
Program Studi: DIPLOMA 4 GIZI
Dosen Pembimbing: Dr. Nur Rahman, S.TP., MP., RD, Dr. Annasari Mustafa, SKM., M.Sc., RD
Subjek: Fakror Risiko Kanker Payudara, Usia Menarch,Riwayat Keluarga, Usia Menyusui, Penggunaan Kontrasepsi
Lihat Abstraksi
Risiko kanker payudara pada wanita 100 kali lebih tinggi dibandingkan laki-laki dan akan semakin meningkat seiring bertambahnya usia. Faktor risiko lain yang diduga meningkatkan risiko kanker payudara adalah riwayat keluarga dengan penderita kanker payudara (15,79%), menarche dini (8,77%), multipara (7,02%) dan pemakaian pil yang mengandung estrogen jangka panjang (42,11%), faktor menopause terlambat, riwayat pemberian ASI, dan obesitas.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang mempengaruhi terjadinya kanker payudara pada wanita. Manfaat : informasi serta acuan dalam meningkatkan pengetahuan penderita kanker payudara tentang faktor risiko terjadinya kanker payudara. Metode : Penelitian ini menggunakan Literature review dengan desain jurnal Cross Sectional dan Case Control, pencarian jurnal menggunakan database dan struktur PEOS. Hasil : Hasil Literature usia menjadi faktor risiko terjadinya kanker payudara dengan hasil terbesar OR=13,600 (4,612-40,103), Usia menarche sebagai salah satu faktor yang berpengaruh terjadinya kanker payudara dengan hasil terbesar OR=71,385 (19,085-266,998), Riwayat keluarga menjadi faktor risiko terjadinya kanker payudara dengan hasil tertinggi OR=19,333 (5,289 – 70,676), riwayat menyusui menjadi faktor risiko terjadinya kanker payudara pada wanita dengan hasil tertinggi OR = 11,68, riwayat penggunaan kontrasepsi hormonal menjadi faktor risiko terjadinya kanker payudara pada wanita dengan OR tertinggi 5,714 (2,397-13,621). Obesitas, konsumsi makanan berlemak dan konsumsi sayur dan buah tidak menjadi faktor risiko terjadinya kanker payudara.Simpulan : Usia > 50 merupakan, usia menarch < 12 tahun, riwayat keluarga, menyusui < 2 tahun, penggunaan kontrasepsi hormonal merupakan faktor risko kanker payudara. Konsumsi makanan berlemak, obesitas, dan konsumsi sayur tidak menjadi faktor risiko terjadinya kanker payudara. Kata Kunci : Fakror Risiko Kanker Payudara, Usia Menarch,Riwayat Keluarga, Usia Menyusui, Penggunaan Kontrasepsi,
Cover KTI
tidak tersedia
2023

KAJIAN KEAKURATAN PEMBERIAN KODE ICD-10 PADA 10 BESAR PENYAKIT BULAN NOVEMBER DI PUSKESMAS PANDANWANGI MALANG TAHUN 2022

Lihat Detail Karya
Penulis: MOCHAMAD RIAN KRISNA AJI
NIM: P17410201058
Program Studi: D3 REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Chyntia Vicky Alvionita, M.B.A.
Subjek: ICD-10, Akurat, Rekam Medis
Cover KTI
tidak tersedia
2023

KAJIAN KETEPATAN PENULISAN DIAGNOSIS DAN AKURASI KODE DIAGNOSIS DIABETES MELITUS TIPE 2 TRIWULAN III TAHUN 2022 DI PUSKESMAS DINOYO MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: TIARA PUTRI YUNISA ANGGRAINI
NIM: P17410203117
Program Studi: D3 REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Chyntia Vicky Alvionita, M.B.A
Subjek: Diagnosis diabetes melitus tipe 2, tingkat ketepatan penulisan diagnosis, akurasi kode.
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan