Karya Tulis Dosen
Jelajahi koleksi karya tulis dosen Poltekkes Kemenkes Malang.
Menampilkan
751–760
dari
1395
karya tulis dosen
2019
Stase Asuhan Kebidanan Holistik Fisiologis Masa Pra-Konsepsi Dan Perencanaan Kehamilan Sehat
Lihat Detail Karya
Karya Tulis
2019
STUDI KORELASI PENGGUNAAN AKDR KB LESTARI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA ASEPTOR AKDR DI BPM MALANG RAYA
Lihat Detail Karya
Karya Tulis
2019
STUDI KORELASI PENGGUNAAN AKDR KB LESTARI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA ASEPTOR AKDR DI BPM MALANG RAYA
Lihat Detail Karya
2019
STUDI KUALITATIF POLA BERPASANGAN (Sexual Partnership) PADA PUS DALAM PENCEGAHAN PENULARAN HIV DI KOTA KEDIRI
Lihat Detail Karya
Subjek:
Kebidanan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK
Penyakit HIV/AIDS merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi Human Immunodeficiency Virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Faktor latar belakang resiko yang memicu penularan HIV antara lain orientasi seks (Homoseks, Heteroseks, Biseks), Perinatal, transfusi darah, tertular alat suntik yang terkontaminasi. HIV dan AIDS terkait dengan tidak tercapainya seks sehat (sexual health) dan reproduksi sehat (reproductive health), artinya,bagaimana elemen-elemen seksual (seperti sexual drives, sexual partnership, sexual enjoyment, dan sexual acts) bekerja dalam setting sosial budaya tertentu menimbulkan implikasi kesehatan pada pelakunya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola berpasangan (sexual partnership) pada pus dalam pencegahan penularan HIV di Kota Kediri.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Partisipan penelitian adalah 5 orang PUS yang berada di wilayah Puskesmas Sukorame Kota Kediri yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan proses wawancara mendalam (in depth interview), Focus Group Discusion (FGD) dan observasi Pola Berpasangan (Sexual Partnership) Pada PUS. Analisis data menggunakan model Colaizzi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik sexual partnership /pasangan seksual beorientasi terikat dalam status pernikahan dan hubungan konsensual saling menerima dan membutuhkan sebagai peningkatkan kualitas hidup, ikatan komitmen saling percaya, mengurangi stress, dan mengurangi resiko perilaku seksual berisiko ada pasangan.
Keberhasilan upaya pencegahan penularan HIV sangat bergantung pada berbagai pihak, tidak hanya peran aktif petugas kesehatan dalam memberikan edukasi dan informasi tentang HIV, namun juga dukungan pasangan maupun keluarga sebagai motivator utama untuk berperilaku baik sesuai pola berhubungan seksual yang aman.
Keyword : Sexual Partnership, PUS, Pencegahan, HIV
Penyakit HIV/AIDS merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi Human Immunodeficiency Virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Faktor latar belakang resiko yang memicu penularan HIV antara lain orientasi seks (Homoseks, Heteroseks, Biseks), Perinatal, transfusi darah, tertular alat suntik yang terkontaminasi. HIV dan AIDS terkait dengan tidak tercapainya seks sehat (sexual health) dan reproduksi sehat (reproductive health), artinya,bagaimana elemen-elemen seksual (seperti sexual drives, sexual partnership, sexual enjoyment, dan sexual acts) bekerja dalam setting sosial budaya tertentu menimbulkan implikasi kesehatan pada pelakunya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola berpasangan (sexual partnership) pada pus dalam pencegahan penularan HIV di Kota Kediri.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Partisipan penelitian adalah 5 orang PUS yang berada di wilayah Puskesmas Sukorame Kota Kediri yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan proses wawancara mendalam (in depth interview), Focus Group Discusion (FGD) dan observasi Pola Berpasangan (Sexual Partnership) Pada PUS. Analisis data menggunakan model Colaizzi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik sexual partnership /pasangan seksual beorientasi terikat dalam status pernikahan dan hubungan konsensual saling menerima dan membutuhkan sebagai peningkatkan kualitas hidup, ikatan komitmen saling percaya, mengurangi stress, dan mengurangi resiko perilaku seksual berisiko ada pasangan.
Keberhasilan upaya pencegahan penularan HIV sangat bergantung pada berbagai pihak, tidak hanya peran aktif petugas kesehatan dalam memberikan edukasi dan informasi tentang HIV, namun juga dukungan pasangan maupun keluarga sebagai motivator utama untuk berperilaku baik sesuai pola berhubungan seksual yang aman.
Keyword : Sexual Partnership, PUS, Pencegahan, HIV
Karya Tulis